Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2011

Aku masih sanggup berjalan !!!

Halo Sahabat Inspirasi Perempuan,

Lama sekali saya tak menulis catatan disini, semoga anda tak bosan membaca tulisan saya yang kadang isinya begitu-begitu saja. Hehehe ^^v Sebelumnya saya ucapkan selamat Tahun baru 2011, semoga di tahun ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik.

Catatan Inspirasi Perempuan kali ini saya dedikasikan untuk kawan saya, Aldila Rahma yang sedang berduka. Kawan… maukah kau tahu satu hal tentang kehidupan ini. Kehidupan ini memberi pesan bahwa Tuhan selalu menguji di titik terlemah kita. Tentu, titik terlemah setiap manusia itu berbeda, namun Tuhan amatlah maha tahu dimana letak titik terlemah kita. Kawan, episode kehidupan kali ini kau tengah kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu, Ayah. Aku tahu ini adalah episode berat yang harus kau lalui. Bukannya sok’ tahu, tapi aku cukup tahu rasanya kehilangan. Dulu pun aku kehilangan orang yang (pernah) aku cintai, sayangi & percayai. Memang, jika dibandingkan, tidaklah sebanding. Aku hanya kehilangan seseorang yang telah menemani perjalanan hatiku selama 3 tahun, tentu tak akan sebanding dengan kehilangan seseorang yang telah membesarkan kita sampai usia 24 tahun kini.

Perpisahan itu adalah awal dari krisis hidup yang saya alami. Di awal episode saya merasa menjadi perempuan yang………………..tak berharga. Saya merasa menjadi perempuan paling jelek di dunia ini (Padahal aslinya sih saya itu gak jelek Hehehe ^^v Memang… saya itu gak cantik, tapi saya juga gak jelek Hehehe *_*). Saya merasa menjadi perempuan tak berguna. Saya merasa menjadi perempuan yang tak layak untuk diperjuangkan. Saya merasa menjadi perempuan yang tak cukup pantas untuk menjadi pendamping hidup seorang laki-laki. Sekilas tampak lebay banget, tapi perasaan-perasaan tersebut sungguh saya alami.

Bukan karena perpisahan yang terjadi, bukan pula karena janji bersama yang diingkari, tapi karena kata-kata penghinaan yang saya terima dari seseorang yang (pernah) saya cintai, sayangi dan percayai kala itu. 3 tahun perjalanan hati diawali dengan sebuah kalimat indah puisi, namun diakhiri oleh kalimat pahit penghinaan. Ironis. Tapi inilah yang terjadi. Kadang terpikir, tak sadarkah dia bahwa perempuan yang dihinanya adalah manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan. Meski kita telah menemukan raga lain yang lebih menarik dan menggoda, namun sungguh tak bijak jika kita menghina perempuan yang (pernah) dicintai dan disayangi.

Berat menerima ini. Berat, jika di setiap pagi saya terbangun dengan perasaan bahwa saya tak lebih dari perempuan yang tak cukup layak untuk dicintai (Ketika menuliskan kalimat ini, jujur… saya tertawa, tampak mellow… tapi sekali lagi, inilah yang saya rasakan). Namun, seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh, kita harus menjadi orang pertama yang menghormati diri kita sendiri. Saya berusaha untuk tak terlalu terpengaruh dengan penghinaan yang saya terima. Meski kata-kata pahit itu tetap saja selalu membayangiku setiap waktu, saya berusaha untuk tetap optimis. Saya percaya masih banyak laki-laki yang menghormati dan menghargai perempuan.

AKU MASIH SANGGUP UNTUK BERJALAN !!! Ini yang saya katakan pada diri saya sendiri. Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tak lepas dari takdir Tuhan. Dalam kesusahan, Tuhan pun melimpahkan kemudahan. Di titik nol spirit, Tuhan membuka mataku bahwa saya memiliki banyak sahabat yang menyayangiku. Tuhan memberikan kemudahan padaku dalam mencari pekerjaan dan sungguh… bekerja membuat hidupku lebih berarti. Tuhan pun memberiku kemudahan dalam menuliskan catatan yang bisa dibagikan pada sahabat-sahabat saya, seperti yang anda baca saat ini.

Sahabat, seberat apapun kehidupan yang sedang kita jalani, sepahit apapun penghinaan yang pernah kita terima, sekosong apapun kehilangan yang tengah kita rasakan. Tetaplah semangat. Kita tak akan tahu apa yang terjadi esok hari jika kita berhenti di hari ini. Saya percaya kita semua yang tengah mengalami ujian berat akan menjadi orang-orang besar di masa yang akan datang karena orang-orang besar terlahir dari ujian-ujian hidup yang berat. Jangan menyerah sahabat, mari persiapkan masa depan kita karena selalu ada harapan untuk hari esok yang cemerlang. Jangan menyerah, yakinlah… kita masih sanggup untuk berjalan menuliskan tinta sejarah hidup. Jangan menyerah, karena Tuhan tak pernah ingin kita menyerah.

Terimakasih telah membaca tulisan saya, sampai bertemu di catatan selanjutnya.

Leni Maryani

Minggu, 18 Juli 2010

Kontradiksi

Halo sahabat Inspirasi Perempuan

Bagi saya, pekan ini begitu memusingkan. Banyak hal yang begitu menguras emosi & pikiran. Ah tapi ya sudahlah… terkadang banyak hal di dunia ini yang tak berjalan sesuai keinginan & rencana. Namun, alhamdulillah… akhirnya saya berhasil keluar dari labirin yang membuat saya tak tentu arah. Kadang kita jatuh, lalu terjatuh kembali, mungkin lagi dan lagi terjatuh kembali. Kemudian kita mencoba berdiri. Menahan sakit & menangis. Tapi arti hidup... lebih dari itu, bukan hanya sekedar menerima apa yang terjadi dalam hidup.

Saya tak paham apa itu ikhlas, yang saya pahami kita adalah manusia tak akan mampu melawan takdir Tuhan. Saya tak paham apa itu syukur, yang saya pahami adalah tak ada manusia yang disebut telah bersyukur jika dia masih lari dari kenyataan hidupnya. Pun saya tak paham makna ‘menerima’ itu sendiri, yang saya pahami manusia hanya bisa menjalankan tugasnya sebagai manusia. Manusia dilahirkan dengan catatan takdirnya masing-masing dan tak ada satupun mahluk yang dapat melawan takdir Tuhan. Manusia dilahirkan bukan untuk melawan takdir, tapi untuk memilih takdirnya meski tetap yang memutuskan di akhirnya adalah kehendak Tuhan.

Kadang kita tak mengerti dengan rencana Tuhan. Begitu pun saya, saya tak mengerti mau Tuhan itu apa. Mungkin Tuhan ingin saya jadi orang baik, makanya Dia selalu menghadapkan saya pada sebuah pilihan, menjadi Leni yang berhati malaikat atau Leni yang berhati iblis. Sering sekali Tuhan membenturkan saya dengan sesuatu hal yang membuat jiwa manusia saya kontradiksi. Selalu ada dorongan untuk sama-sama menjadi manusia berhati jahat ketika saya disakiti oleh manusia tak berhati. Namun, disisi lain ada dorongan yang membimbing saya untuk tetap menjadi manusia berhati baik yang tetap percaya pada keadilan Tuhannya bahwa kebaikan akan kembali menjadi kebaikan dan kejahatan akan kembali menjadi kejahatan pada pelakunya. Hidup ini seperti gaung, suara yang kita pantulkan akan kembali pada kita selang beberapa saat. Pun kebaikan & kejahatan yang kita lakukan akan kembali pada kita selang beberapa waktu. Maka, tetaplah menjadi baik meski kita memiliki bakat untuk menjadi jahat. ^_^


Salam Inspirasi Perempuan
Saya yakin anda adalah perempuan berhati baik yang Tuhan ciptakan untuk dunia ini

Leni Maryani

Selasa, 22 Juni 2010

Lebih dari yang dibayangkan

Halo sahabat inspirasi perempuan, bagaimana kabar anda? Saya percaya, anda adalah perempuan cantik yang selalu menghiasi harinya dengan penuh senyum dan kebaikan.

Cantik, pernahkah anda bertanya mengapa sebuah kecewa yang besar atau sakit hati yang menusuk menimpa kita. Tak bosan saya untuk mengatakan bahwa tak pernah ada takdir Tuhan yang salah. Semuanya telah diperhitungkan oleh-Nya dengan sangat bijak dan adil. Bukankah ukuran bijak dan adil menurut kita belum tentu sama dengan ukuran Tuhan. Berprasangkalah baik pada-Nya, sayang. Dia adalah sahabat terdekat kita yang amat sangat menyayangi kita tanpa batas.

Adalah sebuah hal yang wajar jika kau menangis ketika kau disakiti. Itu adalah tanda bahwa hatimu hancur. Jangan tahan air mata itu, air mata adalah obat bagi kesehatan jiwa perempuan. Percayalah. Jika kepercayaan yang kau berikan pada sesorang, namun dusta yang kau dapatkan, ternodai oleh dunia. Serahkan semuanya pada Tuhan, mungkin kita pun salah. Tinggalkan saja orang yang telah mempermainkan hatimu, melupakan kebaikanmu dan menyakiti jiwamu. Mahluk mulia sepertimu tak layak untuk disakiti. Katakan selamat berpisah padanya, lalu pergilah melangkah.

Apapun yang terjadi pada kita, semua itu harus mendewasakan diri. Itu semua adalah pelajaran yang tak akan terlupakan. Maka, tetaplah jalani hidup ini dengan sepenuh hatimu dan sekuat jiwamu. Jiwamu lebih kuat dari yang kau bayangkan, cantik. Tuhan pun mengatakan ini, Dia tak akan memberikan sebuah ujian diluar kemampuan hamba-Nya. Percayalah.

Sebuah takdir Tuhan telah membuat saya hancur dan menangis bahkan hingga saya lupa hidup saya mau dibawa kemana. Ingin saya melawan takdir itu, tapi terkadang saya perlu berkaca diri bahwa saya hanyalah seorang manusia yang tak punya kuasa untuk merubah takdir. Maka, yang bisa saya lakukan adalah berusaha untuk menerimanya. Sakit hati yang tak akan terlupakan seumur hidup tentu masih tertera jelas dalam jiwa, tapi ini tak lantas membuat saya balas dendam. Biarlah Tuhan yang membalas sakit yang saya rasakan. Perihal membalas dan menghakimi adalah tugas Tuhan, bukan tugas manusia.

Apakah saya benar-benar hancur oleh satu takdir itu? Tentu tidak, sayang. Kehidupan cinta saya memang masih hancur, masih saya benahi satu persatu puing-puingnya. Tapi kehidupan pribadi saya tak hancur, saya masih membangun jalan saya menjadi seorang penulis inspirasi. Dalam kehidupan karir pun saya dipertemukan dengan banyak keajaiban, bahkan ada yang pernah mengatakan bahwa hasil yang saya capai karena faktor keberuntungan bukan faktor usaha keras saya. Hehehe :) Apapun itu, baik keberuntungan maupun hasil kerja keras, itu semua adalah wujud kebaikan Tuhan pada saya. Tuhan mengganti air mata sakit hati saya dengan hal lain. Tak ada kesedihan yang abadi, sebagaimana tak ada kesenangan yang abadi pula.

Salam sayang untuk kaum perempuan Indonesia
Percayalah, anda lebih kuat dari yang anda bayangkan.

Kamis, 13 Mei 2010

Apa yang akan anda lakukan ?

Perempuan, apa kabar ? Semoga senyum manis selalu hadir di wajah anda meski hidup ini begitu rumit dan sulitnya untuk dijalani.

Pernahkah anda berpikir bahwa hidup ini susah? Hidup ini memang penuh kesusahan, sayang. So, apa yang akan anda lakukan ? Hanya berdiam diri saja pasrah dengan kenyataan bahwa hidup ini susah. Jika anda memilih untuk diam saja, sebenarnya itu hak anda untuk memilih. Namun, sadarkah anda semakin lama anda lari dari kenyataan hidup yang susah, pada suatu saatnya nanti anda kan terlindas oleh kesusahan hidup itu sendiri.

Sedari kecil kita hidup enak dimana kebutuhan hidup sudah tersedia dan semua keinginan selalu terpenuhi. Lalu, tiba-tiba kita mendapati diri telah berusia dewasa dan hidup berubah setelah di belakang nama kita ada gelar akademik. Kita terdampar di dunia nyata yang penuh dengan kesusahan dan kerumitan. Bisa saja kita lari dari kenyataan ini, tetap berkhayal bahwa hidup ini mudah dan sederhana. Namun, khayalan kita tak bisa menghapus kenyataan yang ada di depan mata kita bahwa hidup ini susah.

Perempuan, sesusah dan serumit apapun hidup ini. Hadapilah hidup ini. Dunia ini hanya permainan, maka menjadilah pemenang dalam permainan ini. Tak ada yang mudah di dunia ini, semuanya membutuhkan proses dan perjuangan. Maka menjadilah perempuan yang bersemangat meraih cita-cita anda. Harapan tak akan menjadi nyata jika anda hanya berdiam diri saja. Mari, hadapi hidup ini dengan hati, jiwa dan raga terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik.

Hidup ini susah. Ya. Memang susah, kawan. So what ??? Hadapi saja… karena kita terlahir sebagai seorang pemenang. Lebih banyaklah berpikir apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi hidup yang susah ini daripada sibuk meratapi kenyataan hidup yang memang susah dan penuh tantangan. Hidup ini memang susah, tapi kita masih bisa tersenyum dan bahagia ditengah kesusahan ini. Percayalah. ^^



Salam Inspirasi Perempuan,
Leni Maryani

Selasa, 04 Mei 2010

Leher yang pantas

Tulisan ini saya persembahkan untuk anda yang masih menyandang status lajang alias belum menikah, termasuk saya hehehe ^^. Pekan ini begitu banyak saya menerima curhat yang berhubungan dengan jodoh kita di dunia ini. Bagi saya, jodoh itu misteri, sebagaimana kematian pun adalah sebuah misteri. Mati itu pasti datangnya, namun entah kapan dan dengan cara apa kita mati. Begitu pun dengan jodoh, dia pasti datang, namun entah kapan dan siapa.

Pekan ini pula, banyak sahabat saya diantara anda yang telah menemukan belahan jiwanya. Do’a saya menyertai anda dan pasangan, semoga menjadi keluarga yang menenangkan jiwa dan membahagiakan hati serta dikaruniai anak-anak yang sholeh.

Perempuan, ada seorang sahabat saya yang sangat khawatir tidak menemukan jodohnya di dunia ini. “ Kapankah jodohku akan datang? “ Kurang lebih seperti inilah curahan hatinya. Mungkin diantara anda pun ada yang tengah mengalami hal serupa, saya pikir ini sebuah ketakutan yang wajar. Tak jarang saya pun berpikir kapan saya akan disatukan dengan belahan jiwa saya. Tapi, satu yang perlu kita catat adalah jangan sampai kekhawatiran ini memonopoli hari-hari kita. Daripada sibuk memikirkan kapankah datangnya sang belahan jiwa, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri guna meningkatkan kualitas pribadi.

Perempuan, setiap anda pasti memiliki harapan menikah dengan laki-laki yang sesuai kualifikasi anda. Setinggi apapun standar yang anda terapkan untuk pasangan hidup anda, yang perlu kita ingat adalah kita harus imbangi standar yang kita terapkan dengan kulitas pribadi kita sendiri. Jika anda mendambakan seorang lelaki yang baik, maka anda pun harus menjadi perempuan yang baik. Tuhan telah berjanji untuk hal ini, perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Tuhan tak pernah main-main dengan janjinya dan yang saya amati secara mendalam, janji Tuhan yang satu ini bukanlah omong kosong.

Kita adalah leher bagi pasangan hidup kita, dan lelaki adalah kepala bagi kita. Jika tak ada leher, kepala tak akan pernah menjadi berguna. Pun jika tak ada kepala, leher tak akan pernah menjadi berguna. Maka, kepala dan leher memang ditakdirkan untuk bersatu dan saling membutuhkan satu sama lain. Jika leher sakit, kepala tak akan bisa berfungsi baik. Jika kepala sakit pun, leher tak akan bisa berguna dengan baik. Leher yang akan membantu kepala melihat ke kanan dan kirinya yang penuh dengan dunia berisi manusia dan alam, yang akan membantunya melihat ke atas menghambakan diri pada Tuhan, dan yang akan membantunya melihat ke bawah agar tak sombong karena setiap yang berjiwa pasti akan mati.

Perempuan, dibalik kesuksesan lelaki itu ada perempuan disampingnya. Begitupun dibalik kehancuran lelaki ada perempuan pula disampingnya. Seperti apapun harapan kita akan sosok pasangan hidup, pantaskanlah diri kita untuk memiliki harapan itu. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Bapak Mario teguh, setiap keinginan kita itu ada syaratnya dan menjadikan diri kita pantas mendapatkan apa yang kita inginkan adalah syarat yang harus kita penuhi. Maka, menjadilah leher yang pantas untuk kepala rumah tangga yang sesuai dengan harapan kita, agar Tuhan rela mewujudkan harapan kita menjadi nyata. Jika anda bermimpi memiliki pasangan hidup seorang pribadi yang besar, maka anda pun harus menempa diri untuk menjadi perempuan dengan pribadi yang besar; yang berpikir dan berjiwa besar. Karena tak logis kepala yang memiliki pribadi besar ditemani oleh leher yang berpribadi kecil.

Perempuan, kaum Hawa itu dapat membuat rumah tangganya seperti surga, pun dapat mengubahnya seperti neraka. Maka, menjadilah leher yang baik bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kebijaksanaan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang lembut bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kelembutan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang kuat agar dapat menopang kepala rumah tangga agar darinya lahir kekuatan seorang pemimpin.

Salam sayang saya untuk perempuan Indonesia. Percayalah, Tuhan telah menyiapkan belahan jiwa kita di suatu waktu dan suatu tempat dimana pada waktunya kita akan dipertemukan oleh Tuhan dengannya. Percayalah. Tuhan telah berucap bahwa setiap jiwa itu berpasangan dan Tuhan tak pernah ingkar dengan ucapan-Nya. Multatuli pernah mengatakan bahwa Tugas manusia adalah menjadi manusia. Perempuan, tugas kita hanyalah menjadi manusia, yang berusaha dan berharap karena yang berkuasa atas takdir adalah Tuhan. So, mari kita sama-sama memoles diri menjadi pribadi yang pantas untuk belahan jiwa yang kita inginkan.

Leni Maryani

Kamis, 29 April 2010

Tamparan dari Tuhan

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, semoga kedamaian hati selalu menyelimuti putaran waktu dalam hidup kita semua.

Perempuan, jika anda tengah mengalami sebuah ujian hidup yang begitu menyakitkan, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan itu jahat pada kita. Sadarilah bahwa semakin kita dewasa, ujian akan semakin banyak dan besar. Ini adalah hukum kehidupan yang pasti. Jangankan kita yang terlahir sebagai manusia, pohon pun semakin dia tua dan bertambah tinggi, akan semakin besar angin yang menerpa. Bukankah kita sering mendengar kiasan ini.

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasapun pasti. Hanya saja, apakah kita akan menjadi dewasa oleh diri sendiri dengan cara mau belajar bersusah payah untuk menjadi dewasa ataukah kita perlu diberi sedikit tamparan dari Tuhan untuk membuat kita menjadi dewasa. Saya menjadi (sedikit) dewasa sebagai perempuan karena saya pernah ditampar oleh Tuhan. Di masa lalu, Tuhan menampar saya dengan sangat menyakitkan. Tamparan itu membuat saya jatuh terpuruk, menangis dan marah. Namun ternyata tamparan itu pun menuntun saya menemukan jati diri yang sesungguhnya, membimbing saya untuk kembali pulang pada kedamaian hidup bersama-Nya dan mengubah saya menjadi perempuan yang saat ini tulisannya selalu hadir di hadapan anda setiap pekannya.

Sekilas, memang terkesan jahat. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang begitu teganya menampar hamba-Nya hingga jatuh tersungkur ke titik nadir. Namun, Tuhan lebih tahu siapa dan seperti apa kita, bahkan Tuhan lebih tahu tentang kita daripada diri kita sendiri. Tuhan maha tahu dengan cara apa membuat hamba-Nya tersadar dan menjadi lebih baik. Mungkin ada diantara kita yang dapat sadar kembali ke jalan yang lurus dengan cara diberi ujian ringan, pun ada juga yang harus diberi ujian berat baru tersadar akan kelalaiannya. Semua itu, tak lain untuk menempa kita menjadi manusia yang lebih baik.

Perempuan, menjadilah dewasa sesuai usiamu. Jangan menunggu Tuhan menamparmu terlebih dahulu untuk menjadi dewasa, karena itu lebih menyakitkan ketimbang kau mau belajar dewasa sendiri. Jika usiamu sekarang 30-an, bersikap dan berpikirlah seperti perempuan 30 tahun, jangan seperti gadis 17 tahun yang hidupnya masih dipenuhi euphoria pencarian jati diri. Lihatlah kehidupanmu saat ini, sekitarmu ingin melihat anda sebagai seorang perempuan dewasa yang telah matang raganya dan dewasa jiwanya. Pun jika anda berusia 20-an, belajarlah untuk memahami dirimu sendiri dan sekitarmu karena kau akan menjadi dewasa ketika kau mampu memahami dirimu sendiri dan sekitarmu. Maaf jika terkesan seperti nenek tua memberi petuah, hehehe ^^v, usia saya saat ini 24 tahun dan usia anda semua berada di interval 20 sampai 35 tahun. Silakan anda menilai saya dewasa atau tidak, tapi yang pasti saya sedang belajar untuk menjadi perempuan dewasa dan berbagi inspirasi bersama anda semua adalah salah satu cara saya mendewasakan diri. Satu pesan yang ingin saya tekankan dalam Inspirasi Perempuan kali ini adalah mari kita belajar menjadi dewasa tanpa harus ditampar terlebih dahulu oleh Tuhan.

Tuhan itu baik, meski terkadang cara Tuhan untuk menyadarkan kita tak selalu lembut, tapi Tuhan tak pernah jahat pada hamba-Nya. Andaikan dulu Tuhan tidak menampar saya, mungkin saya akan benar-benar lupa jalan pulang kembali pada-Nya. Perempuan, jika sebuah rasa sakit mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih baik, maka rasa sakit itu adalah kebaikan bagi kita. Jika sebuah rasa kecewa mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih bijaksana, maka rasa kecewa itu adalah kebaikan bagi kita. Jika sebuah rasa sedih mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih kuat, maka rasa sedih itu adalah kebaikan bagi kita.

Seperti pohon, ia mampu tetap berdiri kokoh dan anggun diterpa angin karena ia berdiri dengan akar yang menghujam ke bumi dengan kuatnya. Perempuan, berdirilah diatas kedua kakimu sendiri, berdirilah dengan hati dan jiwa yang membumi. Melalui akar, pohon mengambil nutrisi dan digunakannya untuk bertumbuh dan berkembang hingga mampu menjadi pohon besar yang meneduhkan sekitarnya. Melalui hati dan jiwalah kita dapat mengambil nilai dan pelajaran kehidupan untuk menjadikan kita lebih dewasa hingga mampu menjadi penenang disaat sekitarnya gaduh, mencoba untuk memahami disaat sekitar hanya ingin dimengerti, dan selalu memberi disaat sekitar selalu menuntut untuk diberi. Inilah dewasa, tidak mudah memang, tapi kita harus belajar untuk dewasa sebelum Tuhan menampar kita, memaksa kita untuk menjadi dewasa.



Dengan cinta untuk perempuan Indonesia,
Leni Maryani

Minggu, 18 April 2010

Cinta tanpa TAPI

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, apa kabar? Semoga cinta tulus selalu menyelimuti kita semua, perempuan terbaik negeri ini.

Cinta. Inilah yang ingin saya bagi bersama anda. Cinta disini tidak saja berbicara tentang kita dengan kekasih kita, cinta disini pun berbicara juga tentang kita dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

Perempuan, pernahkah anda tak peduli pada seseorang yang menyayangi anda dengan tulus? Atau… apakah anda pernah di buang oleh orang yang anda sayangi dengan sepenuh hati? Apapun rasa yang anda rasakan, marilah kita simpan semua rasa itu dalam folder hidup yang didalamnya berisi kumpulan puzzle pengalaman dan pembelajaran agar kita menjadi manusia yang dewasa dan bijaksana. Hidup ini seperti pelangi, penuh warna, karena warna – warni itulah pelangi terlihat indah.

Kita adalah mahluk Tuhan yang membutuhkan cinta dalam perjalanan hidupnya. Tentu saja, karena Tuhan pun menciptakan kita dengan cinta. Manusia tanpa cinta, dia tak lebih dari jasad hidup yang tak berperasaan. Cinta itu terlahir baik, maka jalankanlah dengan cara yang baik dan akhirilah dengan baik pula. Cinta itu keajaiban Tuhan, sesuatu yang hanya bisa di rasakan oleh hati namun energinya begitu amat sangat besar.

Perempuan, mana yang anda pilih, menikmati hidup dengan seseorang yang nyaris sempurna namun setengah hati menyayangi anda atau melewati hidup dengan seseorang yang tak sempurna tapi dia menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Mengambil kata-kata Dee, terkadang malaikat itu tak bersayap – tak cemerlang – tak rupawan. Jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus mungkin tak sempurna, tapi ketulusan kasih mereka siap untuk di uji.

Hargailah setiap jiwa yang menyayangimu dengan tulus. Orang tua, keluarga, sahabat, suami (bagi yang sudah menikah) dan alam ini. Mereka adalah jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus. Sayang itu cinta tanpa TAPI. Sungguh, mereka tak pernah menyimpan kata TAPI untuk memberikan sayangnya pada anda. Jika ada dalam sebuah waktu, mereka membuat anda emosi, jangan jadikan itu sebagai pertanda mereka tak menyayangi anda. Salah satu sifat dasar perempuan yang buruk adalah selalu melupakan kebaikan ketika sedang marah dan kecewa. Selalu saja ada yang tak kita suka dan kita melupakan kebaikan yang pernah kita terima dari mereka.

Perempuan, mereka hanya manusia, bukan malaikat. Wajar saja kiranya selalu ada kekurangan padanya. Egois sekali rasanya jika kita hanya bisa menerima jiwa yang sama dengan kita dan membuang jiwa yang berbeda dengan kita atau dengan tanpa empati kita memaksa mereka untuk menjadi seperti kita. Sampai kapan pun, kita tak akan pernah menemukan manusia yang 100% cocok karena setiap manusia itu terlahir berbeda. Persamaanlah yang akan saling merekatkan hati kita dan perbedaanlah yang akan saling mengaitkan jiwa kita.

Jangan pernah anda buang jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu. Cinta sejati itu bukanlah cinta yang lahir tanpa alasan, tapi cinta sejati adalah cinta yang lahir dari ketulusan hati dan jiwa itu sendiri dimana anda menyayanginya dengan seutuhnya.

Perempuan, jangan pernah sesali dengan siapa anda hidup saat ini, dengan keluarga mana anda dilahirkan, dan dengan orang seperti apa anda bersahabat. Mungkin ada diantara anda yang begitu memimpikan hidup selalu penuh kesenangan seperti di negeri dongeng, memiliki kekasih yang rupawan, jutawan, dermawan pula, dan memiliki sahabat yang selalu berkata ‘iya’ pada anda. Bukalah hati dan lihatlah dunia ini. Tak ada hidup sempurna bak kisah dongeng yang selalu bahagia dari awal hingga akhir, tak ada keluarga sempurna tanpa pertengkaran didalamnya, tak ada sahabat sempurna tanpa cela padanya dan tak ada lelaki sempurna tanpa kekurangan. Perempuan, kita hidup di dunia ini bukan untuk dipahami, tapi untuk memahami hidup itu sendiri.


Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Jumat, 09 April 2010

Cleopatra VS Barbie

Halo, sahabat Inspirasi Perempuan. Apa kabar? Semoga keajaiban selalu ada bersama anda, jika anda ingin menyaksikan sebuah keajaiban, jadilah keajaiban itu sendiri. Terimakasih banyak bagi anda yang menunggu kehadiran tulisan ini, tahukah kau… penantianmu sangat berarti bagi saya ^_^.

Di mata saya, Barbie hanyalah sebuah boneka plastik karet. Tak lebih. Namun, tahukah anda bahwa boneka plastik ini memiliki pesona yang luar biasa. Pesonanya menyihir ribuan kaum Hawa di seluruh penjuru dunia. Bahkan ada seorang perempuan yang melakukan puluhan kali operasi plastik untuk menjadikan dirinya Barbie versi manusia, Barbie wanna be.
Memandangi Barbie, pikiran saya berjalan paralel pada sosok seorang perempuan yang memiliki pesona luar biasa dan terpahat dalam sejarah sebagai perempuan tercantik pada jamannya. Siapakah dia? Sesuai dengan judul tulisan ini, dia adalah Cleopatra. Konon katanya Cleopatra adalah wanita tercantik di jamannya sampai-sampai dua pemimpin besar kala itu, Julius Caesar dan Mark Antonius dapat ditaklukkannya.

Barbie adalah ikon kecantikan masa kini, sedangkan Cleopatra adalah ikon kecantikan masa lalu (sejarah). Pesona Barbie tak lekang dimakan usia, sama seperti pesona Cleopatra yang tak pernah usang ditelan Jaman. Barbie dan Cleopatra adalah ikon kecantikan kaum Hawa, mereka sama – sama menguasai dunia dengan pesonanya. Namun mereka memiliki perbedaan yang besar dan mendasar. Barbie hanyalah boneka plastik, sedangkan Cleopatra adalah sosok manusia nyata yang pernah hidup di atas bumi ini.

Barbie mempesona karena fisiknya yang sempurna, putih, tinggi, ramping dan awet muda. Sedangkan Cleopatra, kecantikannya masih dalam perdebatan. Meski dalam film Cleopatra selalu digambarkan sebagai sosok yang rupawan, salah satu sumber mengatakan Cleopatra memiliki leher yang gemuk, dahi mendatar, hidungnya lancip bengkok, telinganya panjang, dagunya mencuat, tinggi tubuhnya pun hanya 1,5 meter, bertubuh agak montok dan tidak menekankan pada kecantikannya. Namun, sumber lain pun mengatakan meski Cleopatra berdarah Afrika, ratu mesir itu cantik dan menarik, kecantikannya sangat menonjol dengan wajah dengan raut mix etnik. Perbedaan pendapat tersebut mempunyai benang merah bahwa Cleopatra tidaklah sempurna layaknya Barbie.

Cantik. Satu kata yang penting untuk seorang perempuan. Ironisnya, propaganda dunia membangun sebuah konsep bahwa cantik adalah putih, langsing, tinggi, hidung mancung, payudara besar, pinggul ramping dan awet muda. Sebuah konsep yang mengacu pada sosok Barbie. Konsep ini didukung oleh industri kecantikan yang begitu menggoda, mulai dari yang aman sampai yang pura-pura aman. Citra diri Barbie begitu membumi kedalam benak kaum perempuan dan kaum lelaki. Kelahirannya di sambut hangat oleh kaum lelaki karena Barbie merupakan wujud nyata perempuan sempurna yang selalu hidup dalam angan kaum Adam. Berjuta-juta lelaki mendambakan memiliki kekasih dan istri sepertinya. Namun, kelahirannya membuat kaum perempuan memandang salah dan kurang bahkan membenci tubuhnya sendiri, memaksakan diri untuk menjadikan Barbie sebagai figure yang harus di jiplak sepenuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Berjuta-juta perempuan mengikuti dirinya, terjebak dalam pencarian arti kecantikan.

Perempuan, silahkan jawab satu pertanyaan saya dan cukup dalam hati saja menjawabnya. Apakah salah satu alasan anda mempercantik diri adalah agar terlihat menarik di mata kaum Adam? Hihihi ^_^ Tak perlu sungkan jika jawabannya adalah iya, ini bukan jawaban yang naif saya pikir. Satu yang saya pesankan, jangan sampai anda terjebak pada sebuah pencarian arti kecantikan. Anda yang terlahir hitam, tak perlu cemas, perempuan berkulit gelap pun dapat terlihat cantik. Anda yang terlahir berkulit putih, tak perlu risau dengan jerawat jika anda rutin membersihkan wajah dengan air. Anda yang terlahir pendek, tak perlu menyesali diri dengan tubuh yang tak semampai, cantik tidak sama dengan tinggi kok. Anda yang terlahir sangat tinggi, anda akan terlihat sangat elegant jika anda dapat memahami potensi anda ini. Anda yang berbakat tubuhnya berisi, tak perlu risau, keindahan perempuan bukan dinilai dari kurus atau gendutnya tubuh. Perempuan, bagi anda yang memakai pemutih wajah, pastikan memakai pemutih yang aman karena jika menggunakan bahan yang tidak aman, itu akan berdampak pada wajah anda di tahun-tahun mendatang. Efek jangka pendeknya, warna putih pada wajah tidak merata. Sayangi wajah anda, berikan yang terbaik, aman dan sehat padanya. Bagi anda yang meminum obat pelangsing, saya sarankan untuk menghentikannya. Jika anda sangat ingin menjadi langsing dan malas berolahraga, yoga dan meditasi merupakan pilihan yang aman. Jika anda perlu bukti, saya turun 5 kg karena rutin yoga dan meditasi.

Perempuan, Barbie begitu mempesona karena ia tahu apa yang dibayangkan lelaki akan sosok perempuan dan Cleopatra begitu mempesona karena ia tahu apa yang dibutuhkan lelaki dari sosok perempuan. Pesona Barbie hanya terletak pada raganya, Barbie telah menjadi perempuan sempurna semenjak ia dilahirkan dan tak akan pernah menjadi tua sampai kapan pun karena Barbie dilahirkan untuk selalu menjadi perempuan muda selamanya. Namun pesona Cleopatra terletak pada raga dan jiwanya. Seorang Yunani mengatakan ia adalah perempuan yang cerdas, dapat berbicara dalam sembilan bahasa, otaknya tajam, karismanya kuat, kebijaksanaannya mengagumkan. Ia berpendidikan tinggi, caranya berbicara menawan dan memiliki keagungan dalam dirinya.

Perempuan, setiap diri kita itu terlahir dengan pesona keindahan seorang bidadari. Cantik itu memang penting bagi kita, namun bukan berarti kita rela terjebak dalam lumpur propaganda kecantikan yang sempit. Cleopatra menjadi perempuan tercantik di jamannya karena ia cantik merawat raganya, cantik menghargai dirinya sendiri dan cantik dalam bersikap dan bertindak. Kebahagiaan hidup dan keagungan seorang perempuan, bukan terletak pada hitam - putihnya kulit, gendut - langsingnya tubuh atau awet mudanya. Tapi terletak pada seberapa dia menghargai dirinya sendiri, menghormati orang lain dan mencintai kehidupan. Hidup tidak hanya berisi tentang masalah selapis kulit wajah dan bentuk tubuh. Meski cantik itu penting, hidup lebih dari itu, lebih besar dan lebih luas dari hanya kata: Cantik. Karena cantik itu penting, menjadi cantiklah dengan tetap menjadi dirimu sendiri dan menyayangi raga dan jiwamu seutuhnya. Sampai bertemu di Inspirasi selanjutnya. ^_^


Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Jumat, 26 Maret 2010

2 poin untuk cinta terbaik

Dan ku tlah jatuh cinta
Ku wanita dan engkau lelaki
Perasaanku berkata I am falling in love


Ini adalah sepenggal lirik lagu Melly Goeslaw yang tak pernah hilang dari catatan hati saya, lagu ini sangat berarti bagi saya. Hehehe. Jika tidak salah lagu ini muncul di tahun 2002 atau 2003. Perempuan, pernahkah anda merasakan jatuh cinta? Hehehe. Saya yakin anda semua pernah merasakan jatuh cinta. Bahagia sekali, bukan?

Ketika cinta telah menyentuh hati yang terpikir hanyalah cinta itu sendiri. Apa yang ada dalam benak anda, ketika anda sadar ada seorang lelaki yang kita cintai dan sayangi dengan sepenuh hati. Setiap perempuan pasti memiliki impian menikah dengan lelaki yang dicintainya dan ini adalah hal yang wajar. Sebagai mahluk sosial, kita semua pasti membutuhkan teman hidup. Meski kita memiliki banyak sahabat dan keluarga, ada sebuah kekosongan yang tak bisa diisi oleh sahabat dan keluarga dan kekosongan itu hanya bisa diisi oleh seorang dari kaum Adam. Ada dua pertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita memutuskan untuk memilih teman hidup.

1. Kita ingin hidup dengan SIAPA ?
2. Kita ingin hidup dengan lelaki SEPERTI APA ?

Sebagian orang ada yang berpendapat hanya poin 1 saja yang diperlukan untuk memilih teman hidup, sebagian yang lain ada yang berpendapat hanya poin 2 saja. Mereka berhak memilih dan anda pun berhak memilih. Pertanyaan poin 1 memiliki arti “siapa lelaki yang anda cintai dan sayangi?”, sedangkan poin 2 memiliki arti “bagaimana karakter dan kepribadiannya?”.

Supaya anda lebih dapat memahami saya berikan sebuah contoh kasus. Saya pernah mencintai dan menyayangi dengan sepenuh hati seorang lelaki. Saya ingin menjadi yang halal baginya, istrinya. Saya ingin hidup selamanya dengan lelaki yang saya cintai tanpa peduli seperti apa kepribadiannya, yang penting saya cinta, saya siap mendampinginya. Ini merujuk pada poin 1, saya ingin hidup dengan lelaki itu dan kami menjalankan sebuah proses yang pada umumnya. Sayangnya, ketika dia telah masuk kedalam hati. Saya dipaksa menyadari bahwa dia tak mau menerima ketika saya lemah terjatuh, dia hanya mau menerima saya yang kuat. Padahal setiap manusia itu pasti mengalami pasang surut spirit. Dia tak bisa menerima kekurangan saya, kelebihan yang saya miliki tertutupi oleh kekurangan yang saya miliki. Sederhananya, dia tak mau menerima saya apa adanya.

Sakit memang, tapi inilah kenyataan hidup. Terkadang orang yang paling menyakiti kita bukanlah orang yang kita benci namun orang yang kita cintai. Setelah setengah tahun membenahi hati yang patah dan di hari – hari dia akan menikah dengan wanita lain, akhirnya saya menemukan hikmahnya. Sebelum menikah saja dia menolak kulit saya yang gelap (bagi saya ini bukan kekurangan, baginya ini nilai minus), apalagi nanti ketika usia semakin senja dan kulit semakin keriput, mungkin akan lebih dari sebuah penolakan yang akan saya alami. Hehehe. Sebelum menikah saja dia tak mau menerima saya yang down, apalagi nanti setelah menikah dimana ujian kehidupan akan sangat besar ketika kita membangun rumah tangga, mungkin akan lebih dari sebuah rasa sendiri dalam keramaian. Saya yakin bagi anda yang telah membangun rumah tangga akan setuju dengan saya bahwa ujian hidup ketika menikah itu jauh lebih besar dibanding ketika kita masih melajang.

Perempuan, saya tidak akan mencampuri kehidupan pribadi anda tentang sebuah keputusan besar dalam hidup. Jika 2 poin di atas sudah terjawab. Siapapun lelaki yang anda cintai saat ini, saya yakin Tuhan akan membimbing hati nurani kita untuk bertemu dengan cinta terbaik. Cinta untuk seorang lelaki yang mau menerima kita dengan utuh, dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, baik ketika kita tertawa maupun menangis. Senang bisa mengenal kalian semua perempuan-perempuan terbaik dalam sejarah peradaban manusia. Terimakasih telah membaca tulisan saya. Sampai bertemu di Inspirasi Perempuan selanjutnya.


Leni Maryani

Kamis, 18 Maret 2010

Ancang - ancang

Halo Perempuan, apakabar? Salam inspirasi untuk kita semua. Saya ingin memulai Inspirasi Perempuan kali ini dengan sebuah pertanyaan. Apa yang membedakan seseorang yang mundur menyerah dengan seseorang yang membuat ancang-ancang? Jika anda kurang paham dengan maksud kata “ancang-ancang”, saya akan menjelaskan maksud kata ini. Pernahkah anda melihat dalam adegan film atau keseharian kita, ada seseorang yang akan mendobrak pintu atau melompat dari atas gedung keatap gedung lainnya. Saya yakin anda pasti pernah melihat adegan ini. Seseorang yang akan mendobrak pintu atau melompat, biasanya mereka membuat ancang-ancang, mereka mundur beberapa langkah untuk membuat perkiraan seberapa besar energi yang harus dikeluarkan agar misinya sukses dan tentunya dalam proses ancang-ancang inilah seluruh energi dikumpulkan.

Kembali kepada pertanyaan tadi, apa yang membedakan antara mundur menyerah dan membuat ancang-ancang? Bukankah keduanya sama-sama melakukan sebuah tindakan yang sama, yaitu mundur. Lalu apa yang membedakannya?. Mungkin diantara anda ada yang menjawab niatnya yang berbeda bahkan ada pula yang menjawab semangatnya yang berbeda, ataupun anda memiliki jawaban yang lain, silahkan tulis jawaban anda di kolom komentar tulisan ini, saya yakin jawaban-jawaban dari anda semua adalah jawaban yang sangat berharga, sesederhana apapun jawaban itu, bukankah terkadang yang sederhana itulah yang berharga.

Apakah diantara anda ada yang menjawab bahwa yang membedakan antara seseorang yang mundur menyerah dan yang membuat ancang-ancang adalah tindakan yang dilakukan setelah dia mundur. Seseorang yang mundur menyerah, setelah mundur dia akan berbalik badan lalu pergi meninggalkan posisi dimana dia berawal tadi. Sedangkan seseorang yang mundur membuat ancang-ancang, setelah dia mundur dia akan bergerak lebih cepat dengan energi yang lebih besar hingga dia mampu melewati posisi dimana dia berawal tadi. Ya, tindakan yang dilakukan setelah mundurlah yang membedakan antara orang yang mundur menyerah dan mundur membuat ancang-ancang.

Izinkan saya bercerita sejenak, tahun lalu saya benar-benar down secara mental, hati dan jiwa saya benar-benar lumpuh. Penyebabnya apa tidak akan saya ceritakan disini karena saya telah menuliskannya dalam buku yang sedang saya revisi. Meski mungkin, sebagian dari anda telah mengetahuinya, biarkan itu menjadi episode pahit yang harus saya alami dan membuat saya lebih berjiwa besar dengan pengalaman tersebut. Saya benar-benar hancur terpuruk dan mengalami krisis jati diri. Saat itu saya pergi meninggalkan semua yang ada. Namun relung hati saya tidak bisa menerima jika saya harus menerima diri menjadi pribadi yang kalah dan dengan rendah hatinya menerima diri sebagai pecundang. Saya ingin maju menghadapi kenyataan pahit yang terjadi, namun energi saya tak cukup besar untuk maju ke medan yang telah membuat saya hancur lebur.

Apa yang saya lakukan? Saya tetap mundur, tapi bukan untuk lari dari kenyataan. Saya mundur untuk membuat ancang-ancang guna melompat lebih tinggi meraih bintang yang lebih cemerlang. Apa yang saya lakukan dalam proses ancang-ancang tersebut. Saya memunculkan kembali jati diri saya yang sempat hilang, saya belajar menjadi pribadi yang mau meminta maaf pada orang lain dan meminta maaf pada diri sendiri, saya belajar memaafkan orang lain yang telah menyakiti saya dan juga memaafkan diri sendiri karena maaf adalah kunci pertama untuk sembuh dari sakit hati yang begitu dalam. Selain itu, saya belajar untuk berpikir dan berjiwa besar. Itulah proses ancang-ancang yang saya lakukan dan ketika energi telah kembali besar, saya tinggalkan sakit hati itu menjadi masa lalu dan melompat ke titik yang lebih tinggi dari posisi sebelum saya melakukan ancang-ancang. Saat melompat ke titik yang lebih tinggi itulah saya sadar apa impian terbesar saya. Tidak ada kata terlambat untuk menyadari apa impian hidup kita dan tak pernah ada kata terlambat untuk membuatnya menjadi nyata.

Inspirator bagi kaum perempuan, inilah impian terbesar saya. Jika ada diantara anda ada yang menilai saya feminis, saya terima penilaian anda karena memang begitulah adanya. Tapi, saya bukan seorang feminis yang mengagungkan persamaan gender karena bagi saya laki-laki dan perempuan itu tercipta berbeda, jadi tidak perlu dijadikan sama. Untuk kajian gender seperti ini akan saya bahas lain kali saja karena akan memakan space yang luas dan banyak yang harus saya pelajari terlebih dahulu perihal ini.

Perempuan, jika ada diantara anda kini sedang merasa hancur atau putus asa. Jangan anggap diri anda lemah karena kita semua terlahir sebagai mahluk yang kuat. Bukankah perempuan itu adalah mahluk dengan seribu mata air kekuatan, mata air yang akan mengaliri kekuatan dalam jiwa kita dan jiwa-jiwa yang kita sayangi. ‘Asa’ itu berarti harapan, tetap nyalakan cahaya asa dalam jiwamu karena hanya harapanlah yang mampu membuat manusia itu tetap optimis. Jangan pernah matikan cahaya asa karena harapan itu masih ada dan akan selalu ada. Sepahit apapun kenyataan yang harus jiwa kita rasakan dan sesakit apapun rasa yang harus dialami hati kita, mari hadapi itu. Jika kau merasa tak sanggup, mundurlah terlebih dahulu. Lakukan ancang-ancang lalu berlarilah cepat dengan energi yang besar. Jika saya bisa, anda pun pasti bisa. Saya yakin itu.

Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Sabtu, 13 Maret 2010

Speak with heart

Usai saya menjalankan tugas sebagai moderator sebuah acara pelatihan public speaking yang bertajuk “speak wiht heart”, saya terinspirasi untuk menuliskan speak with heart ini dari sudut pandang saya pribadi dan berbagi tentang sebuah kebijaksanaan hidup kepada anda, perempuan – perempuan terbaik yang dimiliki bangsa ini.

Izinkan saya untuk bercerita sejenak. Ada seorang anak kecil menemukan seekor kuda di jalanan. Anak kecil itu membawa pulang kuda tersebut ke rumahnya dengan harapan besar sang ayah akan mengijinkan dirinya untuk memelihara kuda tersebut. Ketika anak kecil itu meminta izin kepada ayahnya, sang ayah menjawab “Kau boleh menjaganya malam ini saja dan besok pagi kau harus mengembalikan kepada pemiliknya. Ayah yakin kuda itu pasti ada yang memiliki”. Semalaman anak kecil itu duduk di dekat sang kuda bahkan hingga ia tertidur disampingnya. Hingga pagi tiba sang ayah tetap meminta anaknya mengembalikan kuda itu. Anak kecil itu bingung, harus kemana ia mengembalikan kuda ini karena ia tak tahu dari mana kuda ini berasal. Sang ayah menjawab “Kau cukup berjalan di sampingnya saja, kuda ini akan menuntunmu menuju tempatnya berasal”. Tanpa banyak bertanya sang anak mengikuti perintah ayahnya. Benar saja. Sekian jauh ia berjalan disamping kuda itu, perjalanannya berakhir pada sebuah rumah yang memiliki kandang kuda disampingnya. Tentu saja, kehadiran kuda dan anak kecil itu disambut suka cita oleh penghuni rumah karena kuda itu merupakan alat mata pencaharian mereka sebagai tukang delman.

Sang anak pulang dengan suka cita lalu ia menceritakan perjalanannya pada ayahnya. Sang ayah menjawab “Ada 2 pelajaran yang ingin ayah sampaikan padamu, nak. Akan selalu ada kebahagiaan yang kau rasakan ketika kau memberi kebaikan kepada orang lain. Tak perlu kau mengatur kemana kuda itu harus pulang, ia tahu akan hidupnya dan ia tahu harus kemana ia berjalan. Ia pulang ke rumahnya, tanpa ku pengaruhi sedikitpun. Nak, kau harus menerima orang lain apa adanya. Jangan pernah mencoba mengubah mereka, lebih baik ubahlah dirimu sendiri.

Perempuan, izinkan saya bertanya. Pernahkah anda merasa down dalam hidup ini? Lalu pernahkah anda berada disamping orang yang sedang down? Apa yang anda rasakan?. Adalah sebuah hal yang sulit ketika kita mendapati orang-orang disekitar kita tidak satu frekuensi dengan frekuensi kita. Terkadang kita selalu menuntut bahwa mereka harus berubah mengikuti keinginan kita. Kita sulit menerima suatu hal yang tak sejalan dengan gaya kita. Ketika teman kita sedang down, mungkin saja kita malah menilai bahwa dia mendramatisir atau lebay. Ketika teman kita berbuat salah, mungkin saja kita malah menjudgenya habis-habisan. Ketika teman kita bertindak bodoh, mungkin saja kita mengutuknya blo’on. Perempuan, sungguh, hidup ini tidaklah sempurna. Ada saatnya dimana kita merasa bahagia dan ada saatnya dimana kita membutuhkan spirit dari orang-orang sekitar.

Speak with heart. Bicaralah dengan hati, perempuan. Ketika kita tak nyaman dengan sikap teman yang begitu melankolis dan rapuh, sampaikan dengan perkataan yang menentramkan hatinya. Seorang yang sedang down ketika dia diberi nilai negatif / jelek oleh sekitarnya, ia akan semakin down atau bahkan menganggap dirinya anomali karena ia merasa tak diterima oleh sekitarnya. Bicaralah dengan hati, perempuan. Seorang yang sedang down itu tak mengenal logika karena seluruh aspek dirinya dikuasai oleh emosi negatif.

Tak perlu kita bersi keras merubahnya, kita hanya perlu berjalan disampingnya saja, menjadi pendengar dan membantunya menemukan kunci untuk kembali pada titik stabilnya. Jangan lempari dia dengan nilai-nilai negatif dari kita yang berada dalam kestabilan emosi, itu akan menghancurkan kepercayaan dirinya sebagai perempuan. Sungguh, kita tak perlu merubahnya. Jika pun dia harus berubah, dia akan sadar dengan sendirinya bahwa dia harus berubah. Kita hanya perlu membantunya berjalan menuju titik kesadarannya, itu saja. Bekali dia dengan kata-kata yang mampu menguatkan jiwanya dan menentramkan hatinya. Apapun yang kita katakan dan lakukan itu akan memberi kesan dan pengaruh pada orang lain. Itulah kekuatan kata-kata. Perempuan... percayalah, akan selalu ada kebahagiaan yang kau rasakan ketika kau memberi kebaikan kepada orang lain. Tidak percaya? Coba saja... dan rasakan apa yang kau rasa. See you ^^

Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Rabu, 16 September 2009

Cinta, sayang itu...

Cinta…
Tahukah kamu apa itu sayang?

Cinta...
Sayang itu adalah cinta tanpa tapi, aku tak tahu pujangga mana yang pertama kali mengucapkan kalimat indah ini, yang pastiaku bukanlah sang pujangga itu. Terimakasih...kata-kata anda membuat saya masih menyimpan kepercayaan pada tulusnya sebuah cinta.

Cinta... sayang itu cinta tanpa tapi. Ya, tanpa TAPI. Tanpa sebuah syarat yang harus terpenuhi untuk membuat sayang itu ada. Sayang itu akan menerima cintanya apa adanya dengan segala kekurangan kelebihannya, menerima segala baik dan buruknya. Melihat cintanya kedalam jiwanya bukan melihat siapa dirinya. Sayang itu akan tetap berada disamping cintanya, disaat sang cintanya lemah atau kuat, disaat sang cintanya tersenyum atau menangis, disaat sang cintanya sedang terjatuh atau berdiri. Cinta, sayang itu akan tetap ada bagaimanapun keadaan sang cintanya. Sayang itu tidak mudah pergi semudah makan coklat karena sayang itu cinta tanpa TAPI. Tanpa pengecualian atas sebuah kondisi. Sayang itu akan tetap ada karena tidak ada TAPI dalam sayang.

Sayang itu adalah cinta tanpa pamrih. Sayang itu tak butuh dibalas karena sayang itu berbeda dengan cinta yang butuh sebuah balasan. Aku yakin, kita memahami bagaimana menderitanya ketika cinta tak terbalas alias bertepuk sebelah tangan. Namun, sayang itu berbeda. Dia tak butuh sebelah tangan lagi untuk bertepuk. Ada tulus dalam bangunan sayang. Sayang itu akan tetap ada walaupun orang yang disayang itu tak membalasnya, tak tahu sama sekali atau bahkan tak mau menerimanya. Sayang itu akan tetap ada walaupun orang yang disayanginya, menyakitinya ratusan kali. Karena... sayang itu hanya butuh diberikan.Tak lebih.

Sayang itu tidak buta. Jika cinta itu bisa buta, sayang tidaklah buta. Sayang itu melihat, mendengar, merasakan. Jika dalam cinta ada istilah ”kalau sedang jatuh cinta...tai kotok serasa coklat”. Dalam sayang, pikiran masih waras. Kamu tahu kenapa cinta? Karena sayang itu bukan cinta yang menggebu-gebu sampai-sampai waktu terasa lama sekali karena rindu ingin bertemu. Sayang itu bukan cinta yang buta sampai-sampai tai kotok serasa coklat. Sayang tidak sedangkal itu. Sayang lebih dalam, jauh lebih dalam dari itu. Dalam sayang itu masih bersemayam pikiran waras. Sayang akan tetap menangis ketika sang cintanya belum pulang ke rumah tanpa kabar padahal pagi segera tiba. Sayang akan tetap menangis ketika sang cinta jatuh terpuruk tak berdaya dan sayang akan berusaha membangkitkannya untuk kembali berdiri menghadapi hidup.

Sayang itu tak terbatas waktu. Sayang itu tak kenal dengan waktu. Bukan hanya di tanggal-tanggal atau hari-hari tertentu sayang itu menjadi hal yang spesial. Sayang itu setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. Sayang terlalu luas untuk dibatasi waktu. Karena waktu tidak bisa membatasi sayang ini. Hingga kelak senja nanti, sayang itu akan tetap hidup.

Sayang itu selalu mengerti. Dalam sayang itu selalu ada pengertian satu sama lain. Saling menerima apa yang terjadi. Berbuat yang terbaik untuk cintanya. Memberikan yang terbaik untuk cintanya. Dalam sayang itu bukan hanya selalu mengerti dari salah satu pihak saja. Namun, dari keduanya. Dalam sayang itu, bukan hanya selalu minta dimengerti tetapi juga selalu mengerti cintanya. Dalam sayang itu, bukan hanya selalu minta dimengerti tapi juga berusaha pula untuk menjadi orang yang dapat dimengerti. Sayang itu akan lepas dari kalimat ”Capek ngerti’in kamu” karena sayang itu selalu mengerti, selalu dan selalu mengerti, tanpa ada batas.

Sayang itu saling percaya. Dalam bangunan sayang, tidak ada istilah prasangka atau curiga karena sayang itu menyimpan kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan yang diberikan, dijaga dan dipelihara oleh satu sama lain. Dalam sayang, kita semua hanya memakai kaca mata positive thinking yang dibingkai oleh kejujuran dan kepercayaan.

Sayang itu saling setia. Cinta... setia adalah tetap bersama cintanya walaupun ada orang lain yang ”lebih” dari cintanya. Setia adalah tetap menjaga diri dan hati walaupun ada orang lain yang lebih menarik hati. Setia adalah mencintai apa yang dimiliki.

Sayang itu kan mengobati. Selama apapun kita telah hidup bersama cinta kita. Ada Susah senang. Ada Tawa tangis. Ada kosong mengisi. Ada isi yang mengalir. Ada haru. Ada air mata. Ada senyum. Ada kecewa. Ada sakit hati. Ada bahagia. Ada derita. Semua itu akan terobati oleh sayang karena sayang dilahirkan bukan untuk menyakiti. Sayang dilahirkan untuk mengobati jiwa dan hati yang percaya pada cinta. Selama apapun kita telah hidup bersama cinta kita, tak akan pernah ada istilah bosan karena kita saling menyayangi dimana kita hanya ingin hidup disamping orang yang kita sayangi. Sampai kapanpun, bagaimana pun keadaannya, kita akan selalu mendampingi orang yang kita sayangi.

Sayang itu universal. Walaupun sayang itu hanya enam hurup, sayang itu tanpa batas sebuah peran. Sayang itu bukan hanya untuk pasangan laki-laki dan perempuan saja, namun sayang juga menyelimuti kita dengan orang tua atau anak kita, kita dengan kakak atau adik kita, kita dengan tetangga kita, kita dengan saudara kita, kita dengan teman dan sahabat kita, kita dengan orang sama sekali tidak kita kenal bahkan dengan tumbuhan dan hewan yang ada di bumi ini. Ada sayang dalam semua itu.

Cantik itu...

Cantik. Satu kata yang menjadi penting untuk seorang perempuan. Sampai hari ini, aku belum menemukan definisi cantik yang mutlak. Itu berarti… cantik itu tak ada batasan yang mutlak alias relatif. Walaupun banyak yang bilang kalo cantik itu memang relatif dan jelek itu mutlak, jika setiap perempuan dan laki-laki di dunia ini ditanya tentang definisi cantik, aku yakin setiap individu akan memberikan definisi yang berbeda-beda.

Dewasa ini, cantik selalu diidentikkan dengan kesempurnaan fisik. Jika cantik itu hanya selapis kulit wajah, mengapa banyak bintang dunia dengan paras rupawan mati bunuh diri? Pun, cantik diidentikkan dengan kulit putih dan ramping sehingga banyak perempuan yang berlomba-lomba memakai pemutih kulit dan obat pelangsing. Jika cantik itu adalah putih, mengapa banyak orang putih di belahan bumi sana ingin berkulit gelap dan model paling bersinar di negeri ini pun berkulit gelap. Propaganda dunia iklan menggaungkan bahwa cantik itu harus berkulit putih. Jadi, jika ingin terlihat cantik, pakailah produk pemutih. Cemaslah para perempuan yang terlahir berkulit gelap, yang belum memiliki pasangan takut tak ada yang menyukainya karena ia berkulit gelap. Yang sudah memiliki pasangan, takut pasangannya kabur ke sisi perempuan lain yang berkulit putih atau bahkan pasangannya meminta dirinya untuk memakai pemutih. Kalo laki-laki hitam, itu gentle, tapi kalo perempuan hitam berarti dia tak bisa merawat diri. Huh ekploitasi citra diri.

Padahal, baik perempuan maupun laki-laki itu menyukai seseorang atau tertarik dengan seseorang bukan karena hitam atau putihnya. Jadi teringat dengan lagu milik Jacko “ If you’re think about my baby. It doesn’t matter if you’re black or white”. Kalo udah cinta, item atau putih bukan lagi sebuah hal yang mendasar. Baik laki-laki maupun perempuan jatuh cinta bukan pada seorang manusia yang sempurna tapi kepada seorang yang menarik. Bukankah setiap manusia memiliki sisi menariknya masing-masing dan sisi itulah harus dimunculkan agar bisa menarik. Anehnya, para perempuan yang berkulit putih pun ternyata tidak hidup tenang juga, karena mereka cemas dengan jerawat yang muncul di wajah mereka. Sibuklah mereka dengan obat anti jerawat. Ternyata... baik perempuan hitam ataupun putih, selalu hidup penuh kecemasan.

Jika cantik itu langsing, mengapa orang yang sudah langsing masih terus berambisi untuk lebih kurus lagi. Lebih dan lebih hingga bertemu dengan angka yang sekecil mungkin, pengen mirip tiang listrik kalee yah. Sehingga banyak perempuan ingin menjadi langsing dengan cara instan yaitu dengan meminum obat pelangsing. Tanpa mereka sadari penyakit anoreksia mulai menggerogoti mereka. Tak sadarkah, buat apa langsing jika lemah letih dan lesu. Perempuan... perempuan... ada-adaaa saja sisi kurangnya, pinggul terlalu besarlah, pinggul kurang besarlah, dada kurang besarlah, kaki kurang jenjanglah, jari kurang lentiklah. Aku jamin, gak akan pernah ada habisnya. Menjaga penampilan itu memang harus, tapi bukan berarti harus menyiksa diri bukan? Bukankah makanan merupakan salah satu kebahagiaan hidup di dunia ini, tentu dengan syarat jika tidak berlebihan. Gaya hidup berlebihan inilah yang menyebabkan overweight, kecuali jika itu turunan, udah bakat dari orok. Tak perlu risaukan tentang ini, yang perlu diingat adalah jaga kesehatan badan kita. Buat apa kurus jika sakit, gak ada enaknya.

Aku ingat dengan jargon sebuah majalah wanita. Jargon mereka, perempuan itu harus cerdas, ceria dan cantik. Kalo yang sering baca majalah wanita, pasti tahu majalah apakah ini. Jargon mereka aku simpan baik-baik dalam setting otakku. Aku sepakat dengan mereka bahwa perempuan Indonesia itu harus cerdas, ceria dan cantik. Amati urutan tiga kata itu, cerdas – ceria – cantik. Kenapa kata cantik ada di belakang? Aku tak menanyakan alasan ini kepada redaksi majalah tersebut, aku mencoba menyelaminya sendiri aku ingin mengambil persepsi dari seorang perempuan yang sama sekali tidak terkait dengan konseptor majalah tersebut.

Kecerdasan akan menimbulkan keceriaan dan kecantikan akan terbentuk dan terpancar dari kecerdasan dan keceriaan. Siapa yang tak suka dengan perempuan cerdas dan ceria. Perempuan cerdas itu enak diajak ngobrol apapun, mau dia menguasai bahan obrolan atau gak, perempuan cerdas itu tetep enak diajak ngobrol. Gak kuper dan loading lama getho. Perempuan cerdas juga gak gampang ketipeng alias ketipu ama bujuk rayu kaum Adam yang naudzubilleh menggiurkan coz perempuan cerdas itu punya sikap dan menghargai dirinya sendiri. Perempuan cerdas itu dapat berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan baik, makanya perempuan cerdas itu pasti percaya diri.

Keceriaan pun akan merefleksikan kecantikan. Ceria bukan berarti ketawa ngakak dimana-mana, itu sih kesetanan namanya. Orang ceria juga bukan pelawak yang kerjanya bikin bodoran. Perempuan ceria itu perempuan yang menikmati hidupnya, selalu tersenyum menghadapi hati-harinya dan selalu menyebarkan kebahagiaan disekitarnya. Jika kita menemukan perempuan yang ceria, sekilas kita melihat jika dia seperti tak memiliki masalah dalam hidupnya, selalu menyapa orang-orang yang dikenalnya dan memberikan seulas senyum untuk mereka. Enjoy your life, itulah motto perempuan seperti ini. Mereka selalu bersemangat dengan masa depannya, walaupun tak tau yang terjadi dengan esok hari, bagi perempuan ceria, hari esok akan selalu penuh dengan hal baru yang mengasyikan.

Tidak percaya bahwa cantik bisa lahir dari kecerdasan dan keceriaan. Perluas wawasan dan nikmati hidup ini, kecantikan itu akan muncul tanpa kita sadari. Perempuan itu kudu punya kelebihan. Mau menikmati hidup atau mau meratapi hidup ini, itu pun pilihan dalam hidup, namun kita hanya akan buang-buang waktu dan energi jika hidup ini hanya diisi untuk meratapi hidup. Daripada meratapi nasib, mending gali potensi.

Indahnya menjadi perempuan cerdas terbalut kerendahan hati. Perempuan ceria yang selalu melihat sisi unik kehidupan yang kadang njelimet. Perempuan yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Perempuan yang selalu memberikan karya terbaik yang dimilikinya untuk kehidupan. Cintai dirimu maka orang lain pun akan mencintaimu. Semuanya berawal dari sini. Jangan pernah berharap akan ada orang lain mencintai kita, jika kita belum mencintai diri kita sendiri dengan segala hal di dalamnya.

Satu sisi egois

Di majalah Femina (edisi 5-11 September 2009) yang aku baca pagi ini diiringi lagu Mahadewi milik Padi, di salah satu lembarnya tertulis tentang ulah wanita yang menyebalkan di depan umum bagi pasangannya; 47 % pria mengatakan dandan terus menerus serasa mau pemotretan, 27 % pria mengatakan ngaca terus serasa gak pede, 15 % mengatakan ketawa ngakak dengan volume keras, 11 % nya lagi mengatakan menudingkan jari telunjuk ke dirinya apalagi mukanya.

Hmmm buat kamu-kamu yang pria, bener gak sih guys? Apakah empat poin diatas berlaku untuk semua pria coz aku juga pernah bertemu dengan pria yang sangat sering komentar dengan penampilan pasangannya; lipstiknya kurang baguslah, bedaknya kurang tebal, pakaian kurang gayalah. Buat kamu-kamu yang perempuan, ini ilmu girls, pelajari dan pahami okeh. Mungkin suatu hari kita akan mengaplikasikan ini.

Tapi… niat aku bikin tulisan kali ini bukan untuk memperlihatkan hasil polling itu doang. Aku mau komentar sedikit tentang hasil itu, jika terkesan seperti pembelaan dari kaum Hawa, silahkan saja, anda punya hak untuk berpendapat. Data diatas itu memperlihatkan… kesannya… perempuan itu mahluk yang gak percaya diri yah. Mungkin memang ada perempuan’’ yang tidak percaya diri dengan kehidupannya, tapi masalah pede itu bukan hanya milik kaum Hawa, kaum Adam pun banyak yang memiliki masalah ini. Silahkan anda jujur pada diri anda sendiri, sudah pedekah anda dengan kehidupan anda?

Toh jika hasil yang didapat memperlihatkan banyak perempuan yang menghabiskan waktu (ketika jalan bersama pasangannya) dengan dandan dan ngaca, jika itu berlebihan, aku sangat sependapat dengan kaum Adam. Sesuatu hal yang berlebihan itu tak akan pernah berujung baik. Tapi tolong dibedakan antara (1) tidak dandan sama sekali, (2) dandan yang natural aja dan (3) dandan yang lebay alias pesolek. Jika aku harus memilih, aku memilih yang kedua. Tuhan kan suka keindahan dan mahluk bumi pun suka dengan yang indah-indah. Perempuan itu kudu dandan donk asal jangan lebay, kita berdandan bukan berarti kita kecentilan, tapi dalam rangka menjaga anugrah Tuhan berupa raga yang luar biasa ini. Jika frekuensi anda ke salon itu satu bulan sekali atau lebih dari satu bulan sekali, ini dikatakan masih natural. Tapi jika frekuensi ke salon di bawah seminggu, ini perlu ada evaluasi, rada lebay deh kayaknya. Kecuali jika anda bekerja di salon atau pemilik salonnya. Heee ^^

Sekarang… coba geser sedikit pandangan anda dengan pertanyaan “bagaimanakah sikap sang pria kepada pasangannya itu?”. Jika pria selalu memberi komentar negatif kepada pasanganya; “kamu kurang cantik”, “kamu kurang putih”, “kamu kurang dewasa”. Perhatikan yang digarisbawahi, kata selalu. Memang, disudut sana ada karakter Adam yang mencela pasangannya untuk menaikkan mental pasangannya agar menjadi pribadi yang lebih baik (seperti tatib ospek yang mencela maba agar mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa). Tapi, jangan pernah salahkan wanita sepenuhnya ketika mereka mewujud menjadi mahluk pesolek ketika anda selalu menuntut dan memberi komentar negatif tentang diri mereka.

Perempuan itu akan melakukan apapun untuk orang yang mereka cintai dan sayangi. Perempuan manapun pasti ingin terlihat sempurna di mata pasangannya, mereka akan melakukan apapun untuk terlihat sempurna walaupun mereka sadar tak ada manusia sempurna. Tak ada satu pun perempuan yang ingin membuat malu orang tersayangnya, perempuan mana pun pasti ingin pasangannya bangga karena memilikinya. Ketika pasangannya selalu menilai dirinya tak cantik, kaum Hawa akan benar-benar menganggap diri mereka tak cantik, perempuan itu suka mengeneralisir masalah. Satu hal perlu diingat, kata cantik itu amat sangat penting dan bernilai dalam kehidupan kaum Hawa.

Satu sisi yang egois jika kita hanya menyalahkan wanita dengan menjamurnya wanita pesolek di bumi ini. Bukankah jika dirunut lebih dalam, kaum Hawa melakukan ini untuk kaum Adam juga. Merasa dicintai dan dihargai adalah kebutuhan yang penting bagi kaum Hawa, perempuan akan merasa bahagia jika dua hal ini telah mereka miliki walau mungkin secara materi duniawi belum mapan.

Jadi… jika anda ingin pasangan anda pede dengan dirinya, jangan selalu berikan mereka komentar negatif. Jika pun anda ingin sedikit meluruskan mereka, sampaikan kritik anda dengan detail dan sampaikan dengan nada bersahabat. Komentar negatif dengan kritik itu dua hal yang berbeda aku pikir. Misalkan anda tidak suka dengan pasangan anda yang sering bersolek di depan umum, anda (pria) bisa memberi mereka sedikit pujian bahwa mereka sudah cantik tanpa dandan berlebihan. Ingat !!! sedikit saja beri kaum Hawa pujian, jangan terlalu banyak karena itu akan makin menumpulkan otak mereka dan membesarkan ego mereka.

Bersikaplah sedikit santai kepada pasangan anda, jangan terlalu banyak menuntut mereka karena mau anda percayai atau tidak, perempuan akan memenuhi semua tuntutan orang yang mereka cintai dan sayangi sekalipun itu dilakukan setengah mati hidupnya. Jangan menuntut yang sempurna jika anda pun tak bisa memberikan yang sempurna. Kecuali jika anda adalah pria metroseksual yang sangat menjunjung tinggi penampilan. Prianya lebih mulus dari wanitanya, timpang sekali yah. Tak nyaman dan tak tenang jika pasangannya tak tampil modis. Tapi itulah warna kehidupan jaman sekarang, kemulusan fisik dan salon bukan saja milik kaum wanita, tapi milik kaum pria juga.

Terimakasih udah baca tulisanku, sampai bertemu di posting selanjutnya ^^

Kamis, 06 Agustus 2009

3 hipotesis

Hai guys...

Semoga kalian semua selalu bersemangat setiap hari ^^

Tulisan ini terinspirasi dari hipotesisnya Dimas tentang dunia laki’’. Dia bilang, kalo laki’’ gak mau di tolak ama cewek, dia harus mempertebal dua bagian, yang pertama dompet dan yang kedua otak. Hmmm aku pikir’’ betul juga. Cewek mana yang rela menolak pinangan laki’’ mapan dan cerdas apalagi kalo ditambah sholeh. Mantap deh !!! Jujur deh kaum Hawa, walaupun tampang pas’’an, kalo ada laki’’ punya dua hal itu plus sholeh pula, pasti kita mikir beberapa kali untuk menolaknya. Dan jujur aja deh kaum Adam, kalian juga pasti pengen menjadi sosok yang seperti itu bukan.Heee...

Buat kaum Adam, aku kasih jawabannya yah. Ada satu hal yang menjadi benang merah dari kata cerdas, mapan dan sholeh diatas. Satu kata itu kharisma (bukan merk motor) brand image kalo bahasa kerennya. Walau tampang gak seganteng Uli Herdinasyah (Gak apa’’ ya aku pake nama ini. Hehehe) atau gak setajir Anindya Bakrie (Hmmm), kalo memiliki kharisma pasti memiliki sesuatu yang bisa membuat dirinya terlihat menarik, baik di mata sesama Adam maupun di mata Hawa. Dan guys... yang namanya kharisma itu bukan produk instan, jadi satu hari satu malem. Kharisma adalah produk hasil dari pembangunan citra diri yang konsisten. Orang yang berkharisma akan selalu memiliki catatan khusus di mata orang yang pernah berinteraksi dengannya.

Nah... kalo Dimas punya hipotesis kayak githu, aku juga punya hipotesis tentang dunia perempuan. Kalo cewek gak mau di reject atau ingin menjadi yang terpilih, perbaguslah di tiga bagian; hati, otak dan raga. Hati yang baik akan melahirkan kebijaksanaan (cowok mana sih yang bakal nolak cewek bijak), otak yang baik akan melahirkan cewek yang cerdas (yang gak gampang di tipeng) dan raga yang terawat akan melahirkan perempuan yang cantik.

Girls... jangan terpaku pada satu poin saja. Hati, otak dan raga itu saling berkaitan satu sama lain, saling membangun satu dengan yang lainnya. Jika kita terpaku hanya pada satu sisi saja, raga misalkan. Yakin deh... kita bakal jadi budak produk kosmetik dan bakal terkena sindrom shopaholic. Oleh karena itu, mempercantik diri itu bukan hanya berbicara tentang salon dan mall (karena aku juga perempuan, aku tau bahagianya berada di salon dan belanja di mall. Hehehe^^). Tapi ada dua bagian lagi yang jangan sampai dilupakan, yaitu hati dan otak. Ngaji, cari ilmu setinggi’’nya dan gali potensi sedalam’’nya. It’s the way girls. Kita ini calon ibu bangsa yang akan melahirkan anak’’ bangsa. Tentu, ibu bangsa yang bijaksana, cerdas dan cantik akan melahirkan anak’’ bangsa yang berkualitas nantinya.

Ngomong’’ tentang reject, aku mau bahas tentang satu kata ini. Reject itu kan kalo di dunia industri diartikan sebagai produk gagal yang gak layak dipasarkan. Kalaupun di jual, harganya miring banget. Hmmm aku mau kasih pandangan lain tentang kata reject ini. Kalo aku, kamu dan kita pernah mengalami pe-reject-an, so what guys? Reject dalam pemikiran dan pandangan aku adalah sebuah kondisi dimana sesuatu tidak sesuai dengan standar seseorang. Belibet ya definisinya? Intinya ada di kata tidak sesuai standar. Tapi, sesuatu itu tidak sesuai standar, bukan berarti sesuatu itu lebih baik atau lebih buruk.

Karena diatas aku bicara tentang dunia laki’’ dan perempuan. Aku pengen menyambungkan kata reject ini dengan kaum yang ditakdirkan berpasangan ini. Jika ada laki’’ yang ditolak lamarannya atau ada perempuan yang tiba’’ diputusin (sebenarnya kondisinya bisa berbalik, tapi pada umumnya seperti ini). Ditolak dan diputusin itu kan masih dalam naungan di reject. Jika aku, kamu dan kita pernah di reject, bukan berarti kita lebih buruk dari seseorang tersebut. Belum tentu juga orang yang mereject kita jauh lebih baik dari kita yang di reject, bisa jadi kitanya yang terlalu kebagusan. Tak ada yang mutlak di dunia ini cuy, semuanya amat sangat serba relatif. Baik dan buruk itu relatif, orang sebaik apapun tetap harus menyediakan sedikit ruang untuk di benci karena kita gak akan pernah bisa bikin semua orang senang dengan kita.

Setiap individu itu memiliki standarnya masing’’. Bahagia, pekerjaan, kebutuhan hidup, termasuk pasangan hidup. Setiap individu memiliki standarnya masing’’ yang tak sama satu dengan lainnya. Seseorang yang menerapkan standar, bukan berarti dia sombong. Kita ambil contoh saja standar pasangan hidup. Setiap individu pasti memiliki kriteria pasangan hidupnya, kalo ada yang gak punya, berarti belum siap nikah. Jangan bilang mau menikah kalo belum punya standar pasangan hidup. Jangan bilang sudah matang, kalo gak tau orang seperti apa yang kita butuhkan untuk menjadi teman hidup kita. Seseorang yang menerapkan standar pasangan hidupnya, bukan berarti dia sombong atau sok’ kecakepan. Bukan githu say. Tapi gak lebih karena dia tau orang seperti apa yang dia butuhkan untuk mendampingi dirinya.

Tulisan aku ini, tidak mengartikan bahwa aku sudah menjadi sosok ideal yang berkharisma atau sudah menjadi perempuan yang bijak, cerdas dan cantik. Sama sekali belum. Tepatnya, aku sedang balajar menjadi seperti itu. Gak tau kapan aku bisa mencapai sosok seperti itu. Aku tidak mau terjebak pada nilai dari sebuah hasil, malahan yang harus lebih diperhatikan adalah prosesnya, karena hasil adalah perwujudan dari rentetan proses, yang tentunya tidak sebentar. Disini aku hanya ingin sharing tentang pemikiran dan pandanganku. Thanks buat kamu’’ yang udah baca tulisan ini. See you next posting guys... ^_^


Thanks buat sahabat’’ku Dimas, Cevi dan Luhur. Obrolan yang mengagumkan, jadi nambah ilmu banget. Tulisan ini lahir setelah ngobrol’’ banyak bersama kalian. Walaupun aku yakin, banyak hal yang belum terbuka dan masih menjadi rahasia. Heee ^_^

Sabtu, 01 Agustus 2009

Cahaya asa

Hallo semua...

Salam semangat buat generasi pantang menyerah di negeri ini

Pagi ini, aku ngerasa seperti menjadi manusia yang baru. Sehabis meditasi, ini aku lakukan kalo lagi penat banget. Dan pagi ini... walopun lagi gak penat, aku melakukan meditasi. Moga ini bisa konsisten ku lakuin tiap pagi. Pengennya sih ngambil kelas yoga lagi, tapi... tempat nya jauh benge, di Dago. Sedangkan home range sekarang masih berputer’’ di Jatinangor dan Baleendah nan permai.

Gara’’ ngobrol ringan di pagi hari ama si Aip ginong binti babeh Yahya sambil melihat video cahaya asa, Pagi ini juga aku mendapat inspirasi tentang cahaya asa. Dalam iklan cahaya asa, iklan yang dibuat oleh Djarum untuk tahun baru 2007. Semua model utamanya adalah perempuan. Disana, tokoh utama (perempuan) melakukan hal yang (hampir) telah dilupakan oleh perempuan Indonesia saat ini. Disana, ditampilkan perempuan sedang menampi beras, menumbuk padi di lesung dan bermain dengan anak’’nya. Namun disini pun ditampilkan perempuan yang tangguh nan anggun. Aku melihat bahwa cahaya asa itu adalah perwujudan perempuan Indonesia yang seharusnya.

Aku tidak sedang berbicara bahwa perempuan Indonesia saat ini masih harus menampi beras atau menumbuk padi di lesung. Saat ini kan semuanya serba gampang, jika bisa mudah tak perlu dipersulit juga. Aku lebih melihat hakekatnya. Di jaman sekarang, tidak sedikit perempuan yang lupa dengan perannya, malah bersibuk ria menggaungkan persamaan laki’’ dan perempuan. Perempuan dan laki’’ dilahirkan berbeda, jadi biarkan saja berbeda. Perempuan dan laki-laki itu untuk saling melengkapi bukan untuk saling bersaing. Aku sepakat perempuan tidak boleh terlihat lemah dan diperlakukan semena-mena, karena perempuan dilahirkan sebagai mahluk merdeka nan lembut. Aku sepakat, perempuan Indonesia gak boleh tertinggal dengan kemajuan kaum Adam dan juga tak boleh tertinggal dengan kemajuan kaum Hawa di penjuru dunia ini. Aku sepakat banget, Karena aku juga pengen perempuan negeri ini bisa berdiri diatas dua kakinya sendiri gak bergantung pada kaum Adam. Namun, aku juga pengen perempuan Indonesia gak lupa dengan tugas dan perannya dalam kehidupan ini.

Kita (perempuan) itu mahluk merdeka. Namun, bukan berarti perempuan begitu bebasnya mengekpresikan diri tanpa melihat jati dirinya sebagai perempuan. Semisal perempuan yang gila kerja di luar rumah, namun melupakan perannya di dalam rumah. Alhasil sukses di luar namun gagal di dalam. Seperti mercusuar, terang benderang dari kejauhan, namun berkarat dari dekat. Memang, tidak semuanya seperti ini. Namun, tidak sedikit yang seperti ini kawan. Tidak sedikit perempuan yang menyerahkan urusan anak’’nya kepada baby sister atau menyerahkan semua urusan rumah tangga kepada pembantu. Bunda... peran ibu itu tak akan pernah bisa tergantikan oleh pembantu. Bukankah pembantu dan baby sister itu hanya untuk membantu bukan untuk menggantikan. Seenak-enaknya makanan di luar rumah, tetep aja... makanan terenak bagi anak adalah makanan buatan koki kesayangannya, masakan hasil karya bunda nya.

Karena kita (perempuan) adalah mahluk merdeka. Jangan pernah menjadi lemah karena dinamika hidup yang begitu dahsyat. Bukankah semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa. Semakin naik kelas, semakin sulit soal ujiannya. Karena kita (perempuan) adalah mahluk merdeka, jangan pernah diam saja ketika kita di perlakukan semena-mena oleh siapa pun dan dimanapun. Tak ada yang berhak merenggut kemerdekaan itu dari kita. Karena kita (perempuan) adalah mahluk merdeka, tuks kita menjadi perempuan seutuhnya, jangan setengah-setengah.