Di majalah Femina (edisi 5-11 September 2009) yang aku baca pagi ini diiringi lagu Mahadewi milik Padi, di salah satu lembarnya tertulis tentang ulah wanita yang menyebalkan di depan umum bagi pasangannya; 47 % pria mengatakan dandan terus menerus serasa mau pemotretan, 27 % pria mengatakan ngaca terus serasa gak pede, 15 % mengatakan ketawa ngakak dengan volume keras, 11 % nya lagi mengatakan menudingkan jari telunjuk ke dirinya apalagi mukanya.
Hmmm buat kamu-kamu yang pria, bener gak sih guys? Apakah empat poin diatas berlaku untuk semua pria coz aku juga pernah bertemu dengan pria yang sangat sering komentar dengan penampilan pasangannya; lipstiknya kurang baguslah, bedaknya kurang tebal, pakaian kurang gayalah. Buat kamu-kamu yang perempuan, ini ilmu girls, pelajari dan pahami okeh. Mungkin suatu hari kita akan mengaplikasikan ini.
Tapi… niat aku bikin tulisan kali ini bukan untuk memperlihatkan hasil polling itu doang. Aku mau komentar sedikit tentang hasil itu, jika terkesan seperti pembelaan dari kaum Hawa, silahkan saja, anda punya hak untuk berpendapat. Data diatas itu memperlihatkan… kesannya… perempuan itu mahluk yang gak percaya diri yah. Mungkin memang ada perempuan’’ yang tidak percaya diri dengan kehidupannya, tapi masalah pede itu bukan hanya milik kaum Hawa, kaum Adam pun banyak yang memiliki masalah ini. Silahkan anda jujur pada diri anda sendiri, sudah pedekah anda dengan kehidupan anda?
Toh jika hasil yang didapat memperlihatkan banyak perempuan yang menghabiskan waktu (ketika jalan bersama pasangannya) dengan dandan dan ngaca, jika itu berlebihan, aku sangat sependapat dengan kaum Adam. Sesuatu hal yang berlebihan itu tak akan pernah berujung baik. Tapi tolong dibedakan antara (1) tidak dandan sama sekali, (2) dandan yang natural aja dan (3) dandan yang lebay alias pesolek. Jika aku harus memilih, aku memilih yang kedua. Tuhan kan suka keindahan dan mahluk bumi pun suka dengan yang indah-indah. Perempuan itu kudu dandan donk asal jangan lebay, kita berdandan bukan berarti kita kecentilan, tapi dalam rangka menjaga anugrah Tuhan berupa raga yang luar biasa ini. Jika frekuensi anda ke salon itu satu bulan sekali atau lebih dari satu bulan sekali, ini dikatakan masih natural. Tapi jika frekuensi ke salon di bawah seminggu, ini perlu ada evaluasi, rada lebay deh kayaknya. Kecuali jika anda bekerja di salon atau pemilik salonnya. Heee ^^
Sekarang… coba geser sedikit pandangan anda dengan pertanyaan “bagaimanakah sikap sang pria kepada pasangannya itu?”. Jika pria selalu memberi komentar negatif kepada pasanganya; “kamu kurang cantik”, “kamu kurang putih”, “kamu kurang dewasa”. Perhatikan yang digarisbawahi, kata selalu. Memang, disudut sana ada karakter Adam yang mencela pasangannya untuk menaikkan mental pasangannya agar menjadi pribadi yang lebih baik (seperti tatib ospek yang mencela maba agar mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa). Tapi, jangan pernah salahkan wanita sepenuhnya ketika mereka mewujud menjadi mahluk pesolek ketika anda selalu menuntut dan memberi komentar negatif tentang diri mereka.
Perempuan itu akan melakukan apapun untuk orang yang mereka cintai dan sayangi. Perempuan manapun pasti ingin terlihat sempurna di mata pasangannya, mereka akan melakukan apapun untuk terlihat sempurna walaupun mereka sadar tak ada manusia sempurna. Tak ada satu pun perempuan yang ingin membuat malu orang tersayangnya, perempuan mana pun pasti ingin pasangannya bangga karena memilikinya. Ketika pasangannya selalu menilai dirinya tak cantik, kaum Hawa akan benar-benar menganggap diri mereka tak cantik, perempuan itu suka mengeneralisir masalah. Satu hal perlu diingat, kata cantik itu amat sangat penting dan bernilai dalam kehidupan kaum Hawa.
Satu sisi yang egois jika kita hanya menyalahkan wanita dengan menjamurnya wanita pesolek di bumi ini. Bukankah jika dirunut lebih dalam, kaum Hawa melakukan ini untuk kaum Adam juga. Merasa dicintai dan dihargai adalah kebutuhan yang penting bagi kaum Hawa, perempuan akan merasa bahagia jika dua hal ini telah mereka miliki walau mungkin secara materi duniawi belum mapan.
Jadi… jika anda ingin pasangan anda pede dengan dirinya, jangan selalu berikan mereka komentar negatif. Jika pun anda ingin sedikit meluruskan mereka, sampaikan kritik anda dengan detail dan sampaikan dengan nada bersahabat. Komentar negatif dengan kritik itu dua hal yang berbeda aku pikir. Misalkan anda tidak suka dengan pasangan anda yang sering bersolek di depan umum, anda (pria) bisa memberi mereka sedikit pujian bahwa mereka sudah cantik tanpa dandan berlebihan. Ingat !!! sedikit saja beri kaum Hawa pujian, jangan terlalu banyak karena itu akan makin menumpulkan otak mereka dan membesarkan ego mereka.
Bersikaplah sedikit santai kepada pasangan anda, jangan terlalu banyak menuntut mereka karena mau anda percayai atau tidak, perempuan akan memenuhi semua tuntutan orang yang mereka cintai dan sayangi sekalipun itu dilakukan setengah mati hidupnya. Jangan menuntut yang sempurna jika anda pun tak bisa memberikan yang sempurna. Kecuali jika anda adalah pria metroseksual yang sangat menjunjung tinggi penampilan. Prianya lebih mulus dari wanitanya, timpang sekali yah. Tak nyaman dan tak tenang jika pasangannya tak tampil modis. Tapi itulah warna kehidupan jaman sekarang, kemulusan fisik dan salon bukan saja milik kaum wanita, tapi milik kaum pria juga.
Terimakasih udah baca tulisanku, sampai bertemu di posting selanjutnya ^^
Hmmm buat kamu-kamu yang pria, bener gak sih guys? Apakah empat poin diatas berlaku untuk semua pria coz aku juga pernah bertemu dengan pria yang sangat sering komentar dengan penampilan pasangannya; lipstiknya kurang baguslah, bedaknya kurang tebal, pakaian kurang gayalah. Buat kamu-kamu yang perempuan, ini ilmu girls, pelajari dan pahami okeh. Mungkin suatu hari kita akan mengaplikasikan ini.
Tapi… niat aku bikin tulisan kali ini bukan untuk memperlihatkan hasil polling itu doang. Aku mau komentar sedikit tentang hasil itu, jika terkesan seperti pembelaan dari kaum Hawa, silahkan saja, anda punya hak untuk berpendapat. Data diatas itu memperlihatkan… kesannya… perempuan itu mahluk yang gak percaya diri yah. Mungkin memang ada perempuan’’ yang tidak percaya diri dengan kehidupannya, tapi masalah pede itu bukan hanya milik kaum Hawa, kaum Adam pun banyak yang memiliki masalah ini. Silahkan anda jujur pada diri anda sendiri, sudah pedekah anda dengan kehidupan anda?
Toh jika hasil yang didapat memperlihatkan banyak perempuan yang menghabiskan waktu (ketika jalan bersama pasangannya) dengan dandan dan ngaca, jika itu berlebihan, aku sangat sependapat dengan kaum Adam. Sesuatu hal yang berlebihan itu tak akan pernah berujung baik. Tapi tolong dibedakan antara (1) tidak dandan sama sekali, (2) dandan yang natural aja dan (3) dandan yang lebay alias pesolek. Jika aku harus memilih, aku memilih yang kedua. Tuhan kan suka keindahan dan mahluk bumi pun suka dengan yang indah-indah. Perempuan itu kudu dandan donk asal jangan lebay, kita berdandan bukan berarti kita kecentilan, tapi dalam rangka menjaga anugrah Tuhan berupa raga yang luar biasa ini. Jika frekuensi anda ke salon itu satu bulan sekali atau lebih dari satu bulan sekali, ini dikatakan masih natural. Tapi jika frekuensi ke salon di bawah seminggu, ini perlu ada evaluasi, rada lebay deh kayaknya. Kecuali jika anda bekerja di salon atau pemilik salonnya. Heee ^^
Sekarang… coba geser sedikit pandangan anda dengan pertanyaan “bagaimanakah sikap sang pria kepada pasangannya itu?”. Jika pria selalu memberi komentar negatif kepada pasanganya; “kamu kurang cantik”, “kamu kurang putih”, “kamu kurang dewasa”. Perhatikan yang digarisbawahi, kata selalu. Memang, disudut sana ada karakter Adam yang mencela pasangannya untuk menaikkan mental pasangannya agar menjadi pribadi yang lebih baik (seperti tatib ospek yang mencela maba agar mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa). Tapi, jangan pernah salahkan wanita sepenuhnya ketika mereka mewujud menjadi mahluk pesolek ketika anda selalu menuntut dan memberi komentar negatif tentang diri mereka.
Perempuan itu akan melakukan apapun untuk orang yang mereka cintai dan sayangi. Perempuan manapun pasti ingin terlihat sempurna di mata pasangannya, mereka akan melakukan apapun untuk terlihat sempurna walaupun mereka sadar tak ada manusia sempurna. Tak ada satu pun perempuan yang ingin membuat malu orang tersayangnya, perempuan mana pun pasti ingin pasangannya bangga karena memilikinya. Ketika pasangannya selalu menilai dirinya tak cantik, kaum Hawa akan benar-benar menganggap diri mereka tak cantik, perempuan itu suka mengeneralisir masalah. Satu hal perlu diingat, kata cantik itu amat sangat penting dan bernilai dalam kehidupan kaum Hawa.
Satu sisi yang egois jika kita hanya menyalahkan wanita dengan menjamurnya wanita pesolek di bumi ini. Bukankah jika dirunut lebih dalam, kaum Hawa melakukan ini untuk kaum Adam juga. Merasa dicintai dan dihargai adalah kebutuhan yang penting bagi kaum Hawa, perempuan akan merasa bahagia jika dua hal ini telah mereka miliki walau mungkin secara materi duniawi belum mapan.
Jadi… jika anda ingin pasangan anda pede dengan dirinya, jangan selalu berikan mereka komentar negatif. Jika pun anda ingin sedikit meluruskan mereka, sampaikan kritik anda dengan detail dan sampaikan dengan nada bersahabat. Komentar negatif dengan kritik itu dua hal yang berbeda aku pikir. Misalkan anda tidak suka dengan pasangan anda yang sering bersolek di depan umum, anda (pria) bisa memberi mereka sedikit pujian bahwa mereka sudah cantik tanpa dandan berlebihan. Ingat !!! sedikit saja beri kaum Hawa pujian, jangan terlalu banyak karena itu akan makin menumpulkan otak mereka dan membesarkan ego mereka.
Bersikaplah sedikit santai kepada pasangan anda, jangan terlalu banyak menuntut mereka karena mau anda percayai atau tidak, perempuan akan memenuhi semua tuntutan orang yang mereka cintai dan sayangi sekalipun itu dilakukan setengah mati hidupnya. Jangan menuntut yang sempurna jika anda pun tak bisa memberikan yang sempurna. Kecuali jika anda adalah pria metroseksual yang sangat menjunjung tinggi penampilan. Prianya lebih mulus dari wanitanya, timpang sekali yah. Tak nyaman dan tak tenang jika pasangannya tak tampil modis. Tapi itulah warna kehidupan jaman sekarang, kemulusan fisik dan salon bukan saja milik kaum wanita, tapi milik kaum pria juga.
Terimakasih udah baca tulisanku, sampai bertemu di posting selanjutnya ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar