Rabu, 16 September 2009

Cantik itu...

Cantik. Satu kata yang menjadi penting untuk seorang perempuan. Sampai hari ini, aku belum menemukan definisi cantik yang mutlak. Itu berarti… cantik itu tak ada batasan yang mutlak alias relatif. Walaupun banyak yang bilang kalo cantik itu memang relatif dan jelek itu mutlak, jika setiap perempuan dan laki-laki di dunia ini ditanya tentang definisi cantik, aku yakin setiap individu akan memberikan definisi yang berbeda-beda.

Dewasa ini, cantik selalu diidentikkan dengan kesempurnaan fisik. Jika cantik itu hanya selapis kulit wajah, mengapa banyak bintang dunia dengan paras rupawan mati bunuh diri? Pun, cantik diidentikkan dengan kulit putih dan ramping sehingga banyak perempuan yang berlomba-lomba memakai pemutih kulit dan obat pelangsing. Jika cantik itu adalah putih, mengapa banyak orang putih di belahan bumi sana ingin berkulit gelap dan model paling bersinar di negeri ini pun berkulit gelap. Propaganda dunia iklan menggaungkan bahwa cantik itu harus berkulit putih. Jadi, jika ingin terlihat cantik, pakailah produk pemutih. Cemaslah para perempuan yang terlahir berkulit gelap, yang belum memiliki pasangan takut tak ada yang menyukainya karena ia berkulit gelap. Yang sudah memiliki pasangan, takut pasangannya kabur ke sisi perempuan lain yang berkulit putih atau bahkan pasangannya meminta dirinya untuk memakai pemutih. Kalo laki-laki hitam, itu gentle, tapi kalo perempuan hitam berarti dia tak bisa merawat diri. Huh ekploitasi citra diri.

Padahal, baik perempuan maupun laki-laki itu menyukai seseorang atau tertarik dengan seseorang bukan karena hitam atau putihnya. Jadi teringat dengan lagu milik Jacko “ If you’re think about my baby. It doesn’t matter if you’re black or white”. Kalo udah cinta, item atau putih bukan lagi sebuah hal yang mendasar. Baik laki-laki maupun perempuan jatuh cinta bukan pada seorang manusia yang sempurna tapi kepada seorang yang menarik. Bukankah setiap manusia memiliki sisi menariknya masing-masing dan sisi itulah harus dimunculkan agar bisa menarik. Anehnya, para perempuan yang berkulit putih pun ternyata tidak hidup tenang juga, karena mereka cemas dengan jerawat yang muncul di wajah mereka. Sibuklah mereka dengan obat anti jerawat. Ternyata... baik perempuan hitam ataupun putih, selalu hidup penuh kecemasan.

Jika cantik itu langsing, mengapa orang yang sudah langsing masih terus berambisi untuk lebih kurus lagi. Lebih dan lebih hingga bertemu dengan angka yang sekecil mungkin, pengen mirip tiang listrik kalee yah. Sehingga banyak perempuan ingin menjadi langsing dengan cara instan yaitu dengan meminum obat pelangsing. Tanpa mereka sadari penyakit anoreksia mulai menggerogoti mereka. Tak sadarkah, buat apa langsing jika lemah letih dan lesu. Perempuan... perempuan... ada-adaaa saja sisi kurangnya, pinggul terlalu besarlah, pinggul kurang besarlah, dada kurang besarlah, kaki kurang jenjanglah, jari kurang lentiklah. Aku jamin, gak akan pernah ada habisnya. Menjaga penampilan itu memang harus, tapi bukan berarti harus menyiksa diri bukan? Bukankah makanan merupakan salah satu kebahagiaan hidup di dunia ini, tentu dengan syarat jika tidak berlebihan. Gaya hidup berlebihan inilah yang menyebabkan overweight, kecuali jika itu turunan, udah bakat dari orok. Tak perlu risaukan tentang ini, yang perlu diingat adalah jaga kesehatan badan kita. Buat apa kurus jika sakit, gak ada enaknya.

Aku ingat dengan jargon sebuah majalah wanita. Jargon mereka, perempuan itu harus cerdas, ceria dan cantik. Kalo yang sering baca majalah wanita, pasti tahu majalah apakah ini. Jargon mereka aku simpan baik-baik dalam setting otakku. Aku sepakat dengan mereka bahwa perempuan Indonesia itu harus cerdas, ceria dan cantik. Amati urutan tiga kata itu, cerdas – ceria – cantik. Kenapa kata cantik ada di belakang? Aku tak menanyakan alasan ini kepada redaksi majalah tersebut, aku mencoba menyelaminya sendiri aku ingin mengambil persepsi dari seorang perempuan yang sama sekali tidak terkait dengan konseptor majalah tersebut.

Kecerdasan akan menimbulkan keceriaan dan kecantikan akan terbentuk dan terpancar dari kecerdasan dan keceriaan. Siapa yang tak suka dengan perempuan cerdas dan ceria. Perempuan cerdas itu enak diajak ngobrol apapun, mau dia menguasai bahan obrolan atau gak, perempuan cerdas itu tetep enak diajak ngobrol. Gak kuper dan loading lama getho. Perempuan cerdas juga gak gampang ketipeng alias ketipu ama bujuk rayu kaum Adam yang naudzubilleh menggiurkan coz perempuan cerdas itu punya sikap dan menghargai dirinya sendiri. Perempuan cerdas itu dapat berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan baik, makanya perempuan cerdas itu pasti percaya diri.

Keceriaan pun akan merefleksikan kecantikan. Ceria bukan berarti ketawa ngakak dimana-mana, itu sih kesetanan namanya. Orang ceria juga bukan pelawak yang kerjanya bikin bodoran. Perempuan ceria itu perempuan yang menikmati hidupnya, selalu tersenyum menghadapi hati-harinya dan selalu menyebarkan kebahagiaan disekitarnya. Jika kita menemukan perempuan yang ceria, sekilas kita melihat jika dia seperti tak memiliki masalah dalam hidupnya, selalu menyapa orang-orang yang dikenalnya dan memberikan seulas senyum untuk mereka. Enjoy your life, itulah motto perempuan seperti ini. Mereka selalu bersemangat dengan masa depannya, walaupun tak tau yang terjadi dengan esok hari, bagi perempuan ceria, hari esok akan selalu penuh dengan hal baru yang mengasyikan.

Tidak percaya bahwa cantik bisa lahir dari kecerdasan dan keceriaan. Perluas wawasan dan nikmati hidup ini, kecantikan itu akan muncul tanpa kita sadari. Perempuan itu kudu punya kelebihan. Mau menikmati hidup atau mau meratapi hidup ini, itu pun pilihan dalam hidup, namun kita hanya akan buang-buang waktu dan energi jika hidup ini hanya diisi untuk meratapi hidup. Daripada meratapi nasib, mending gali potensi.

Indahnya menjadi perempuan cerdas terbalut kerendahan hati. Perempuan ceria yang selalu melihat sisi unik kehidupan yang kadang njelimet. Perempuan yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Perempuan yang selalu memberikan karya terbaik yang dimilikinya untuk kehidupan. Cintai dirimu maka orang lain pun akan mencintaimu. Semuanya berawal dari sini. Jangan pernah berharap akan ada orang lain mencintai kita, jika kita belum mencintai diri kita sendiri dengan segala hal di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar