Kamis, 18 Maret 2010

Ancang - ancang

Halo Perempuan, apakabar? Salam inspirasi untuk kita semua. Saya ingin memulai Inspirasi Perempuan kali ini dengan sebuah pertanyaan. Apa yang membedakan seseorang yang mundur menyerah dengan seseorang yang membuat ancang-ancang? Jika anda kurang paham dengan maksud kata “ancang-ancang”, saya akan menjelaskan maksud kata ini. Pernahkah anda melihat dalam adegan film atau keseharian kita, ada seseorang yang akan mendobrak pintu atau melompat dari atas gedung keatap gedung lainnya. Saya yakin anda pasti pernah melihat adegan ini. Seseorang yang akan mendobrak pintu atau melompat, biasanya mereka membuat ancang-ancang, mereka mundur beberapa langkah untuk membuat perkiraan seberapa besar energi yang harus dikeluarkan agar misinya sukses dan tentunya dalam proses ancang-ancang inilah seluruh energi dikumpulkan.

Kembali kepada pertanyaan tadi, apa yang membedakan antara mundur menyerah dan membuat ancang-ancang? Bukankah keduanya sama-sama melakukan sebuah tindakan yang sama, yaitu mundur. Lalu apa yang membedakannya?. Mungkin diantara anda ada yang menjawab niatnya yang berbeda bahkan ada pula yang menjawab semangatnya yang berbeda, ataupun anda memiliki jawaban yang lain, silahkan tulis jawaban anda di kolom komentar tulisan ini, saya yakin jawaban-jawaban dari anda semua adalah jawaban yang sangat berharga, sesederhana apapun jawaban itu, bukankah terkadang yang sederhana itulah yang berharga.

Apakah diantara anda ada yang menjawab bahwa yang membedakan antara seseorang yang mundur menyerah dan yang membuat ancang-ancang adalah tindakan yang dilakukan setelah dia mundur. Seseorang yang mundur menyerah, setelah mundur dia akan berbalik badan lalu pergi meninggalkan posisi dimana dia berawal tadi. Sedangkan seseorang yang mundur membuat ancang-ancang, setelah dia mundur dia akan bergerak lebih cepat dengan energi yang lebih besar hingga dia mampu melewati posisi dimana dia berawal tadi. Ya, tindakan yang dilakukan setelah mundurlah yang membedakan antara orang yang mundur menyerah dan mundur membuat ancang-ancang.

Izinkan saya bercerita sejenak, tahun lalu saya benar-benar down secara mental, hati dan jiwa saya benar-benar lumpuh. Penyebabnya apa tidak akan saya ceritakan disini karena saya telah menuliskannya dalam buku yang sedang saya revisi. Meski mungkin, sebagian dari anda telah mengetahuinya, biarkan itu menjadi episode pahit yang harus saya alami dan membuat saya lebih berjiwa besar dengan pengalaman tersebut. Saya benar-benar hancur terpuruk dan mengalami krisis jati diri. Saat itu saya pergi meninggalkan semua yang ada. Namun relung hati saya tidak bisa menerima jika saya harus menerima diri menjadi pribadi yang kalah dan dengan rendah hatinya menerima diri sebagai pecundang. Saya ingin maju menghadapi kenyataan pahit yang terjadi, namun energi saya tak cukup besar untuk maju ke medan yang telah membuat saya hancur lebur.

Apa yang saya lakukan? Saya tetap mundur, tapi bukan untuk lari dari kenyataan. Saya mundur untuk membuat ancang-ancang guna melompat lebih tinggi meraih bintang yang lebih cemerlang. Apa yang saya lakukan dalam proses ancang-ancang tersebut. Saya memunculkan kembali jati diri saya yang sempat hilang, saya belajar menjadi pribadi yang mau meminta maaf pada orang lain dan meminta maaf pada diri sendiri, saya belajar memaafkan orang lain yang telah menyakiti saya dan juga memaafkan diri sendiri karena maaf adalah kunci pertama untuk sembuh dari sakit hati yang begitu dalam. Selain itu, saya belajar untuk berpikir dan berjiwa besar. Itulah proses ancang-ancang yang saya lakukan dan ketika energi telah kembali besar, saya tinggalkan sakit hati itu menjadi masa lalu dan melompat ke titik yang lebih tinggi dari posisi sebelum saya melakukan ancang-ancang. Saat melompat ke titik yang lebih tinggi itulah saya sadar apa impian terbesar saya. Tidak ada kata terlambat untuk menyadari apa impian hidup kita dan tak pernah ada kata terlambat untuk membuatnya menjadi nyata.

Inspirator bagi kaum perempuan, inilah impian terbesar saya. Jika ada diantara anda ada yang menilai saya feminis, saya terima penilaian anda karena memang begitulah adanya. Tapi, saya bukan seorang feminis yang mengagungkan persamaan gender karena bagi saya laki-laki dan perempuan itu tercipta berbeda, jadi tidak perlu dijadikan sama. Untuk kajian gender seperti ini akan saya bahas lain kali saja karena akan memakan space yang luas dan banyak yang harus saya pelajari terlebih dahulu perihal ini.

Perempuan, jika ada diantara anda kini sedang merasa hancur atau putus asa. Jangan anggap diri anda lemah karena kita semua terlahir sebagai mahluk yang kuat. Bukankah perempuan itu adalah mahluk dengan seribu mata air kekuatan, mata air yang akan mengaliri kekuatan dalam jiwa kita dan jiwa-jiwa yang kita sayangi. ‘Asa’ itu berarti harapan, tetap nyalakan cahaya asa dalam jiwamu karena hanya harapanlah yang mampu membuat manusia itu tetap optimis. Jangan pernah matikan cahaya asa karena harapan itu masih ada dan akan selalu ada. Sepahit apapun kenyataan yang harus jiwa kita rasakan dan sesakit apapun rasa yang harus dialami hati kita, mari hadapi itu. Jika kau merasa tak sanggup, mundurlah terlebih dahulu. Lakukan ancang-ancang lalu berlarilah cepat dengan energi yang besar. Jika saya bisa, anda pun pasti bisa. Saya yakin itu.

Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar