Halo Perempuan …
Terimakasih telah membaca tulisan saya dan terimakasih juga telah menantinya ^^
Saya menggunakan kata sapa perempuan karena memang saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat perempuan saya. Pun jika ada laki-laki yang membaca tulisan ini dan ingin berkomentar, silahkan saja, saya akan sangat tersanjung atas kesediaan anda untuk membaca tulisan saya. Asalkan… jangan sampai sanjungan anda membuat saya tersandung. Hehe ^^
Perempuan, setiap manusia pasti pernah mengalami berada di titik nol spirit. Begitu pun dengan saya. Saya pernah mengalami hal ini karena penyebab yang sangat ironis. Cinta. Ironis sekali karena Tuhan menurunkan cinta pada hati manusia bukan untuk menyakiti tapi untuk menjadi kebaikan. Perempuan, begitu mudah sekali hati kita terlukai oleh cinta, namun oleh cinta pula lah hati seorang perempuan menjadi kuat dan tetap hidup. Hati kita tidak selemah dan serapuh seperti yang terbayang.
Ketika berada pada titik nadir ini, sikap yang dapat diambil hanya ada dua, berhenti di tengah jalan ini atau terus berjalan hadapi masalah dengan berani. Pilihan mana yang akan kau ambil, perempuan? Maju ke depan memang sebuah pilihan yang berat karena menjalani hidup dengan hati yang terluka bukanlah perkara yang ringan. Akan terasa sangat berat. Namun, berhenti pada titik ini, tidak akan pernah melanjutkan proses pendewasaan diri kita. Berhenti pada titik ini, tidak akan meredakan sakit yang dirasa. Berhenti pada titik ini, tidak akan membuat hidup kita lebih baik.
Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari, jika kita berhenti hari ini. Banyak hal yang akan terjadi esok hari, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang penuh ketidakpastian dan teka-teki yang masih membuat kita bingung. Terkadang masalah yang ada mampu memonopoli hidup kita. Seberapa besar dan banyak masalah hidup kita, jangan terbawa arus yang kadang kencang tak terkendali menghantam ketahanan jiwa kita. Kita harus tetap kuat seperti batu di sungai yang mampu menahan arus sungai yang deras atau seperti karang yang menahan dahsyatnya gelombang laut.
Perempuan, bertahanlah, kita adalah mahluk dengan seribu mata air kekuatan. Jika kau pernah disakiti kaum Adam, maafkanlah mereka, kita adalah mahluk dengan seribu pintu maaf dan memaafkan adalah langkah pertama agar kau sembuh dari luka hatimu. Jika kau teramat sakit olehnya, cukup kau black list saja dan titipkan sakit hatimu pada Tuhan. Tuhan tak tuli dan tak buta, biarkan Tuhan yang menjadi hakim bagi manusia yang telah jahat padamu dan peradilan Tuhan amatlah Adil.
Perempuan, menjadilah cantik dengan jiwamu yang penuh semangat dan hatimu yang penuh kebijaksanaan. Alirkan energi yang menguatkanmu dan buanglah energi yang melemahkanmu. Biarkan energi positif kembali mengalir deras dalam jiwamu, kembali mengalun lembut dalam ruang hatimu lalu mengangkatmu kembali dari keterpurukan. Terpuruk untuk sesaat karena ilusi dunia yang sebenarnya tak lebih dari sebuah ilusi optik belaka. Seluruh masalah yang berintegral dan akhirnya melimitkan kekuatan dirimu.
Hidup ini harus terus berevolusi, evolusi menjadi pribadi yang lebih baik, evolusi ke tahap yang lebih dewasa dan bijaksana. Dan semua itu adalah tantangan yang akan bermain dalam proses, perihal lama atau tidaknya tergantung dari seberapa banyak kita belajar dari dunia dan hidup ini. Seberapa besar kita mengambil hikmah dari setiap potongan perjalanan hidup kita di dunia ini. Perempuan, jika kau merasa ujian yang datang kepadamu ini sangatlah berat, bertahanlah, Tuhan sedang menempa kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk sebuah peran hidup yang lebih besar. Biarkan air matamu mengalir, air matamu tak kan pernah membuatmu berhenti percaya bahwa dalam hidupmu akan ada keajaiban yang Tuhan izinkan terjadi. Dunia ini memiliki 100 cara untuk membuatmu menangis, tapi Tuhan memiliki 1000 cara untuk membuatmu tersenyum. ^_^ Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.
Dengan Cinta,
Leni Maryani
Terimakasih telah membaca tulisan saya dan terimakasih juga telah menantinya ^^
Saya menggunakan kata sapa perempuan karena memang saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat perempuan saya. Pun jika ada laki-laki yang membaca tulisan ini dan ingin berkomentar, silahkan saja, saya akan sangat tersanjung atas kesediaan anda untuk membaca tulisan saya. Asalkan… jangan sampai sanjungan anda membuat saya tersandung. Hehe ^^
Perempuan, setiap manusia pasti pernah mengalami berada di titik nol spirit. Begitu pun dengan saya. Saya pernah mengalami hal ini karena penyebab yang sangat ironis. Cinta. Ironis sekali karena Tuhan menurunkan cinta pada hati manusia bukan untuk menyakiti tapi untuk menjadi kebaikan. Perempuan, begitu mudah sekali hati kita terlukai oleh cinta, namun oleh cinta pula lah hati seorang perempuan menjadi kuat dan tetap hidup. Hati kita tidak selemah dan serapuh seperti yang terbayang.
Ketika berada pada titik nadir ini, sikap yang dapat diambil hanya ada dua, berhenti di tengah jalan ini atau terus berjalan hadapi masalah dengan berani. Pilihan mana yang akan kau ambil, perempuan? Maju ke depan memang sebuah pilihan yang berat karena menjalani hidup dengan hati yang terluka bukanlah perkara yang ringan. Akan terasa sangat berat. Namun, berhenti pada titik ini, tidak akan pernah melanjutkan proses pendewasaan diri kita. Berhenti pada titik ini, tidak akan meredakan sakit yang dirasa. Berhenti pada titik ini, tidak akan membuat hidup kita lebih baik.
Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari, jika kita berhenti hari ini. Banyak hal yang akan terjadi esok hari, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang penuh ketidakpastian dan teka-teki yang masih membuat kita bingung. Terkadang masalah yang ada mampu memonopoli hidup kita. Seberapa besar dan banyak masalah hidup kita, jangan terbawa arus yang kadang kencang tak terkendali menghantam ketahanan jiwa kita. Kita harus tetap kuat seperti batu di sungai yang mampu menahan arus sungai yang deras atau seperti karang yang menahan dahsyatnya gelombang laut.
Perempuan, bertahanlah, kita adalah mahluk dengan seribu mata air kekuatan. Jika kau pernah disakiti kaum Adam, maafkanlah mereka, kita adalah mahluk dengan seribu pintu maaf dan memaafkan adalah langkah pertama agar kau sembuh dari luka hatimu. Jika kau teramat sakit olehnya, cukup kau black list saja dan titipkan sakit hatimu pada Tuhan. Tuhan tak tuli dan tak buta, biarkan Tuhan yang menjadi hakim bagi manusia yang telah jahat padamu dan peradilan Tuhan amatlah Adil.
Perempuan, menjadilah cantik dengan jiwamu yang penuh semangat dan hatimu yang penuh kebijaksanaan. Alirkan energi yang menguatkanmu dan buanglah energi yang melemahkanmu. Biarkan energi positif kembali mengalir deras dalam jiwamu, kembali mengalun lembut dalam ruang hatimu lalu mengangkatmu kembali dari keterpurukan. Terpuruk untuk sesaat karena ilusi dunia yang sebenarnya tak lebih dari sebuah ilusi optik belaka. Seluruh masalah yang berintegral dan akhirnya melimitkan kekuatan dirimu.
Hidup ini harus terus berevolusi, evolusi menjadi pribadi yang lebih baik, evolusi ke tahap yang lebih dewasa dan bijaksana. Dan semua itu adalah tantangan yang akan bermain dalam proses, perihal lama atau tidaknya tergantung dari seberapa banyak kita belajar dari dunia dan hidup ini. Seberapa besar kita mengambil hikmah dari setiap potongan perjalanan hidup kita di dunia ini. Perempuan, jika kau merasa ujian yang datang kepadamu ini sangatlah berat, bertahanlah, Tuhan sedang menempa kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik untuk sebuah peran hidup yang lebih besar. Biarkan air matamu mengalir, air matamu tak kan pernah membuatmu berhenti percaya bahwa dalam hidupmu akan ada keajaiban yang Tuhan izinkan terjadi. Dunia ini memiliki 100 cara untuk membuatmu menangis, tapi Tuhan memiliki 1000 cara untuk membuatmu tersenyum. ^_^ Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.
Dengan Cinta,
Leni Maryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar