Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2010

Cinta tanpa TAPI

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, apa kabar? Semoga cinta tulus selalu menyelimuti kita semua, perempuan terbaik negeri ini.

Cinta. Inilah yang ingin saya bagi bersama anda. Cinta disini tidak saja berbicara tentang kita dengan kekasih kita, cinta disini pun berbicara juga tentang kita dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

Perempuan, pernahkah anda tak peduli pada seseorang yang menyayangi anda dengan tulus? Atau… apakah anda pernah di buang oleh orang yang anda sayangi dengan sepenuh hati? Apapun rasa yang anda rasakan, marilah kita simpan semua rasa itu dalam folder hidup yang didalamnya berisi kumpulan puzzle pengalaman dan pembelajaran agar kita menjadi manusia yang dewasa dan bijaksana. Hidup ini seperti pelangi, penuh warna, karena warna – warni itulah pelangi terlihat indah.

Kita adalah mahluk Tuhan yang membutuhkan cinta dalam perjalanan hidupnya. Tentu saja, karena Tuhan pun menciptakan kita dengan cinta. Manusia tanpa cinta, dia tak lebih dari jasad hidup yang tak berperasaan. Cinta itu terlahir baik, maka jalankanlah dengan cara yang baik dan akhirilah dengan baik pula. Cinta itu keajaiban Tuhan, sesuatu yang hanya bisa di rasakan oleh hati namun energinya begitu amat sangat besar.

Perempuan, mana yang anda pilih, menikmati hidup dengan seseorang yang nyaris sempurna namun setengah hati menyayangi anda atau melewati hidup dengan seseorang yang tak sempurna tapi dia menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Mengambil kata-kata Dee, terkadang malaikat itu tak bersayap – tak cemerlang – tak rupawan. Jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus mungkin tak sempurna, tapi ketulusan kasih mereka siap untuk di uji.

Hargailah setiap jiwa yang menyayangimu dengan tulus. Orang tua, keluarga, sahabat, suami (bagi yang sudah menikah) dan alam ini. Mereka adalah jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus. Sayang itu cinta tanpa TAPI. Sungguh, mereka tak pernah menyimpan kata TAPI untuk memberikan sayangnya pada anda. Jika ada dalam sebuah waktu, mereka membuat anda emosi, jangan jadikan itu sebagai pertanda mereka tak menyayangi anda. Salah satu sifat dasar perempuan yang buruk adalah selalu melupakan kebaikan ketika sedang marah dan kecewa. Selalu saja ada yang tak kita suka dan kita melupakan kebaikan yang pernah kita terima dari mereka.

Perempuan, mereka hanya manusia, bukan malaikat. Wajar saja kiranya selalu ada kekurangan padanya. Egois sekali rasanya jika kita hanya bisa menerima jiwa yang sama dengan kita dan membuang jiwa yang berbeda dengan kita atau dengan tanpa empati kita memaksa mereka untuk menjadi seperti kita. Sampai kapan pun, kita tak akan pernah menemukan manusia yang 100% cocok karena setiap manusia itu terlahir berbeda. Persamaanlah yang akan saling merekatkan hati kita dan perbedaanlah yang akan saling mengaitkan jiwa kita.

Jangan pernah anda buang jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu. Cinta sejati itu bukanlah cinta yang lahir tanpa alasan, tapi cinta sejati adalah cinta yang lahir dari ketulusan hati dan jiwa itu sendiri dimana anda menyayanginya dengan seutuhnya.

Perempuan, jangan pernah sesali dengan siapa anda hidup saat ini, dengan keluarga mana anda dilahirkan, dan dengan orang seperti apa anda bersahabat. Mungkin ada diantara anda yang begitu memimpikan hidup selalu penuh kesenangan seperti di negeri dongeng, memiliki kekasih yang rupawan, jutawan, dermawan pula, dan memiliki sahabat yang selalu berkata ‘iya’ pada anda. Bukalah hati dan lihatlah dunia ini. Tak ada hidup sempurna bak kisah dongeng yang selalu bahagia dari awal hingga akhir, tak ada keluarga sempurna tanpa pertengkaran didalamnya, tak ada sahabat sempurna tanpa cela padanya dan tak ada lelaki sempurna tanpa kekurangan. Perempuan, kita hidup di dunia ini bukan untuk dipahami, tapi untuk memahami hidup itu sendiri.


Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani

Rabu, 16 September 2009

Cinta, sayang itu...

Cinta…
Tahukah kamu apa itu sayang?

Cinta...
Sayang itu adalah cinta tanpa tapi, aku tak tahu pujangga mana yang pertama kali mengucapkan kalimat indah ini, yang pastiaku bukanlah sang pujangga itu. Terimakasih...kata-kata anda membuat saya masih menyimpan kepercayaan pada tulusnya sebuah cinta.

Cinta... sayang itu cinta tanpa tapi. Ya, tanpa TAPI. Tanpa sebuah syarat yang harus terpenuhi untuk membuat sayang itu ada. Sayang itu akan menerima cintanya apa adanya dengan segala kekurangan kelebihannya, menerima segala baik dan buruknya. Melihat cintanya kedalam jiwanya bukan melihat siapa dirinya. Sayang itu akan tetap berada disamping cintanya, disaat sang cintanya lemah atau kuat, disaat sang cintanya tersenyum atau menangis, disaat sang cintanya sedang terjatuh atau berdiri. Cinta, sayang itu akan tetap ada bagaimanapun keadaan sang cintanya. Sayang itu tidak mudah pergi semudah makan coklat karena sayang itu cinta tanpa TAPI. Tanpa pengecualian atas sebuah kondisi. Sayang itu akan tetap ada karena tidak ada TAPI dalam sayang.

Sayang itu adalah cinta tanpa pamrih. Sayang itu tak butuh dibalas karena sayang itu berbeda dengan cinta yang butuh sebuah balasan. Aku yakin, kita memahami bagaimana menderitanya ketika cinta tak terbalas alias bertepuk sebelah tangan. Namun, sayang itu berbeda. Dia tak butuh sebelah tangan lagi untuk bertepuk. Ada tulus dalam bangunan sayang. Sayang itu akan tetap ada walaupun orang yang disayang itu tak membalasnya, tak tahu sama sekali atau bahkan tak mau menerimanya. Sayang itu akan tetap ada walaupun orang yang disayanginya, menyakitinya ratusan kali. Karena... sayang itu hanya butuh diberikan.Tak lebih.

Sayang itu tidak buta. Jika cinta itu bisa buta, sayang tidaklah buta. Sayang itu melihat, mendengar, merasakan. Jika dalam cinta ada istilah ”kalau sedang jatuh cinta...tai kotok serasa coklat”. Dalam sayang, pikiran masih waras. Kamu tahu kenapa cinta? Karena sayang itu bukan cinta yang menggebu-gebu sampai-sampai waktu terasa lama sekali karena rindu ingin bertemu. Sayang itu bukan cinta yang buta sampai-sampai tai kotok serasa coklat. Sayang tidak sedangkal itu. Sayang lebih dalam, jauh lebih dalam dari itu. Dalam sayang itu masih bersemayam pikiran waras. Sayang akan tetap menangis ketika sang cintanya belum pulang ke rumah tanpa kabar padahal pagi segera tiba. Sayang akan tetap menangis ketika sang cinta jatuh terpuruk tak berdaya dan sayang akan berusaha membangkitkannya untuk kembali berdiri menghadapi hidup.

Sayang itu tak terbatas waktu. Sayang itu tak kenal dengan waktu. Bukan hanya di tanggal-tanggal atau hari-hari tertentu sayang itu menjadi hal yang spesial. Sayang itu setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. Sayang terlalu luas untuk dibatasi waktu. Karena waktu tidak bisa membatasi sayang ini. Hingga kelak senja nanti, sayang itu akan tetap hidup.

Sayang itu selalu mengerti. Dalam sayang itu selalu ada pengertian satu sama lain. Saling menerima apa yang terjadi. Berbuat yang terbaik untuk cintanya. Memberikan yang terbaik untuk cintanya. Dalam sayang itu bukan hanya selalu mengerti dari salah satu pihak saja. Namun, dari keduanya. Dalam sayang itu, bukan hanya selalu minta dimengerti tetapi juga selalu mengerti cintanya. Dalam sayang itu, bukan hanya selalu minta dimengerti tapi juga berusaha pula untuk menjadi orang yang dapat dimengerti. Sayang itu akan lepas dari kalimat ”Capek ngerti’in kamu” karena sayang itu selalu mengerti, selalu dan selalu mengerti, tanpa ada batas.

Sayang itu saling percaya. Dalam bangunan sayang, tidak ada istilah prasangka atau curiga karena sayang itu menyimpan kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan yang diberikan, dijaga dan dipelihara oleh satu sama lain. Dalam sayang, kita semua hanya memakai kaca mata positive thinking yang dibingkai oleh kejujuran dan kepercayaan.

Sayang itu saling setia. Cinta... setia adalah tetap bersama cintanya walaupun ada orang lain yang ”lebih” dari cintanya. Setia adalah tetap menjaga diri dan hati walaupun ada orang lain yang lebih menarik hati. Setia adalah mencintai apa yang dimiliki.

Sayang itu kan mengobati. Selama apapun kita telah hidup bersama cinta kita. Ada Susah senang. Ada Tawa tangis. Ada kosong mengisi. Ada isi yang mengalir. Ada haru. Ada air mata. Ada senyum. Ada kecewa. Ada sakit hati. Ada bahagia. Ada derita. Semua itu akan terobati oleh sayang karena sayang dilahirkan bukan untuk menyakiti. Sayang dilahirkan untuk mengobati jiwa dan hati yang percaya pada cinta. Selama apapun kita telah hidup bersama cinta kita, tak akan pernah ada istilah bosan karena kita saling menyayangi dimana kita hanya ingin hidup disamping orang yang kita sayangi. Sampai kapanpun, bagaimana pun keadaannya, kita akan selalu mendampingi orang yang kita sayangi.

Sayang itu universal. Walaupun sayang itu hanya enam hurup, sayang itu tanpa batas sebuah peran. Sayang itu bukan hanya untuk pasangan laki-laki dan perempuan saja, namun sayang juga menyelimuti kita dengan orang tua atau anak kita, kita dengan kakak atau adik kita, kita dengan tetangga kita, kita dengan saudara kita, kita dengan teman dan sahabat kita, kita dengan orang sama sekali tidak kita kenal bahkan dengan tumbuhan dan hewan yang ada di bumi ini. Ada sayang dalam semua itu.

Kamis, 06 Agustus 2009

3 hipotesis

Hai guys...

Semoga kalian semua selalu bersemangat setiap hari ^^

Tulisan ini terinspirasi dari hipotesisnya Dimas tentang dunia laki’’. Dia bilang, kalo laki’’ gak mau di tolak ama cewek, dia harus mempertebal dua bagian, yang pertama dompet dan yang kedua otak. Hmmm aku pikir’’ betul juga. Cewek mana yang rela menolak pinangan laki’’ mapan dan cerdas apalagi kalo ditambah sholeh. Mantap deh !!! Jujur deh kaum Hawa, walaupun tampang pas’’an, kalo ada laki’’ punya dua hal itu plus sholeh pula, pasti kita mikir beberapa kali untuk menolaknya. Dan jujur aja deh kaum Adam, kalian juga pasti pengen menjadi sosok yang seperti itu bukan.Heee...

Buat kaum Adam, aku kasih jawabannya yah. Ada satu hal yang menjadi benang merah dari kata cerdas, mapan dan sholeh diatas. Satu kata itu kharisma (bukan merk motor) brand image kalo bahasa kerennya. Walau tampang gak seganteng Uli Herdinasyah (Gak apa’’ ya aku pake nama ini. Hehehe) atau gak setajir Anindya Bakrie (Hmmm), kalo memiliki kharisma pasti memiliki sesuatu yang bisa membuat dirinya terlihat menarik, baik di mata sesama Adam maupun di mata Hawa. Dan guys... yang namanya kharisma itu bukan produk instan, jadi satu hari satu malem. Kharisma adalah produk hasil dari pembangunan citra diri yang konsisten. Orang yang berkharisma akan selalu memiliki catatan khusus di mata orang yang pernah berinteraksi dengannya.

Nah... kalo Dimas punya hipotesis kayak githu, aku juga punya hipotesis tentang dunia perempuan. Kalo cewek gak mau di reject atau ingin menjadi yang terpilih, perbaguslah di tiga bagian; hati, otak dan raga. Hati yang baik akan melahirkan kebijaksanaan (cowok mana sih yang bakal nolak cewek bijak), otak yang baik akan melahirkan cewek yang cerdas (yang gak gampang di tipeng) dan raga yang terawat akan melahirkan perempuan yang cantik.

Girls... jangan terpaku pada satu poin saja. Hati, otak dan raga itu saling berkaitan satu sama lain, saling membangun satu dengan yang lainnya. Jika kita terpaku hanya pada satu sisi saja, raga misalkan. Yakin deh... kita bakal jadi budak produk kosmetik dan bakal terkena sindrom shopaholic. Oleh karena itu, mempercantik diri itu bukan hanya berbicara tentang salon dan mall (karena aku juga perempuan, aku tau bahagianya berada di salon dan belanja di mall. Hehehe^^). Tapi ada dua bagian lagi yang jangan sampai dilupakan, yaitu hati dan otak. Ngaji, cari ilmu setinggi’’nya dan gali potensi sedalam’’nya. It’s the way girls. Kita ini calon ibu bangsa yang akan melahirkan anak’’ bangsa. Tentu, ibu bangsa yang bijaksana, cerdas dan cantik akan melahirkan anak’’ bangsa yang berkualitas nantinya.

Ngomong’’ tentang reject, aku mau bahas tentang satu kata ini. Reject itu kan kalo di dunia industri diartikan sebagai produk gagal yang gak layak dipasarkan. Kalaupun di jual, harganya miring banget. Hmmm aku mau kasih pandangan lain tentang kata reject ini. Kalo aku, kamu dan kita pernah mengalami pe-reject-an, so what guys? Reject dalam pemikiran dan pandangan aku adalah sebuah kondisi dimana sesuatu tidak sesuai dengan standar seseorang. Belibet ya definisinya? Intinya ada di kata tidak sesuai standar. Tapi, sesuatu itu tidak sesuai standar, bukan berarti sesuatu itu lebih baik atau lebih buruk.

Karena diatas aku bicara tentang dunia laki’’ dan perempuan. Aku pengen menyambungkan kata reject ini dengan kaum yang ditakdirkan berpasangan ini. Jika ada laki’’ yang ditolak lamarannya atau ada perempuan yang tiba’’ diputusin (sebenarnya kondisinya bisa berbalik, tapi pada umumnya seperti ini). Ditolak dan diputusin itu kan masih dalam naungan di reject. Jika aku, kamu dan kita pernah di reject, bukan berarti kita lebih buruk dari seseorang tersebut. Belum tentu juga orang yang mereject kita jauh lebih baik dari kita yang di reject, bisa jadi kitanya yang terlalu kebagusan. Tak ada yang mutlak di dunia ini cuy, semuanya amat sangat serba relatif. Baik dan buruk itu relatif, orang sebaik apapun tetap harus menyediakan sedikit ruang untuk di benci karena kita gak akan pernah bisa bikin semua orang senang dengan kita.

Setiap individu itu memiliki standarnya masing’’. Bahagia, pekerjaan, kebutuhan hidup, termasuk pasangan hidup. Setiap individu memiliki standarnya masing’’ yang tak sama satu dengan lainnya. Seseorang yang menerapkan standar, bukan berarti dia sombong. Kita ambil contoh saja standar pasangan hidup. Setiap individu pasti memiliki kriteria pasangan hidupnya, kalo ada yang gak punya, berarti belum siap nikah. Jangan bilang mau menikah kalo belum punya standar pasangan hidup. Jangan bilang sudah matang, kalo gak tau orang seperti apa yang kita butuhkan untuk menjadi teman hidup kita. Seseorang yang menerapkan standar pasangan hidupnya, bukan berarti dia sombong atau sok’ kecakepan. Bukan githu say. Tapi gak lebih karena dia tau orang seperti apa yang dia butuhkan untuk mendampingi dirinya.

Tulisan aku ini, tidak mengartikan bahwa aku sudah menjadi sosok ideal yang berkharisma atau sudah menjadi perempuan yang bijak, cerdas dan cantik. Sama sekali belum. Tepatnya, aku sedang balajar menjadi seperti itu. Gak tau kapan aku bisa mencapai sosok seperti itu. Aku tidak mau terjebak pada nilai dari sebuah hasil, malahan yang harus lebih diperhatikan adalah prosesnya, karena hasil adalah perwujudan dari rentetan proses, yang tentunya tidak sebentar. Disini aku hanya ingin sharing tentang pemikiran dan pandanganku. Thanks buat kamu’’ yang udah baca tulisan ini. See you next posting guys... ^_^


Thanks buat sahabat’’ku Dimas, Cevi dan Luhur. Obrolan yang mengagumkan, jadi nambah ilmu banget. Tulisan ini lahir setelah ngobrol’’ banyak bersama kalian. Walaupun aku yakin, banyak hal yang belum terbuka dan masih menjadi rahasia. Heee ^_^