Selasa, 04 Mei 2010

Leher yang pantas

Tulisan ini saya persembahkan untuk anda yang masih menyandang status lajang alias belum menikah, termasuk saya hehehe ^^. Pekan ini begitu banyak saya menerima curhat yang berhubungan dengan jodoh kita di dunia ini. Bagi saya, jodoh itu misteri, sebagaimana kematian pun adalah sebuah misteri. Mati itu pasti datangnya, namun entah kapan dan dengan cara apa kita mati. Begitu pun dengan jodoh, dia pasti datang, namun entah kapan dan siapa.

Pekan ini pula, banyak sahabat saya diantara anda yang telah menemukan belahan jiwanya. Do’a saya menyertai anda dan pasangan, semoga menjadi keluarga yang menenangkan jiwa dan membahagiakan hati serta dikaruniai anak-anak yang sholeh.

Perempuan, ada seorang sahabat saya yang sangat khawatir tidak menemukan jodohnya di dunia ini. “ Kapankah jodohku akan datang? “ Kurang lebih seperti inilah curahan hatinya. Mungkin diantara anda pun ada yang tengah mengalami hal serupa, saya pikir ini sebuah ketakutan yang wajar. Tak jarang saya pun berpikir kapan saya akan disatukan dengan belahan jiwa saya. Tapi, satu yang perlu kita catat adalah jangan sampai kekhawatiran ini memonopoli hari-hari kita. Daripada sibuk memikirkan kapankah datangnya sang belahan jiwa, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri guna meningkatkan kualitas pribadi.

Perempuan, setiap anda pasti memiliki harapan menikah dengan laki-laki yang sesuai kualifikasi anda. Setinggi apapun standar yang anda terapkan untuk pasangan hidup anda, yang perlu kita ingat adalah kita harus imbangi standar yang kita terapkan dengan kulitas pribadi kita sendiri. Jika anda mendambakan seorang lelaki yang baik, maka anda pun harus menjadi perempuan yang baik. Tuhan telah berjanji untuk hal ini, perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Tuhan tak pernah main-main dengan janjinya dan yang saya amati secara mendalam, janji Tuhan yang satu ini bukanlah omong kosong.

Kita adalah leher bagi pasangan hidup kita, dan lelaki adalah kepala bagi kita. Jika tak ada leher, kepala tak akan pernah menjadi berguna. Pun jika tak ada kepala, leher tak akan pernah menjadi berguna. Maka, kepala dan leher memang ditakdirkan untuk bersatu dan saling membutuhkan satu sama lain. Jika leher sakit, kepala tak akan bisa berfungsi baik. Jika kepala sakit pun, leher tak akan bisa berguna dengan baik. Leher yang akan membantu kepala melihat ke kanan dan kirinya yang penuh dengan dunia berisi manusia dan alam, yang akan membantunya melihat ke atas menghambakan diri pada Tuhan, dan yang akan membantunya melihat ke bawah agar tak sombong karena setiap yang berjiwa pasti akan mati.

Perempuan, dibalik kesuksesan lelaki itu ada perempuan disampingnya. Begitupun dibalik kehancuran lelaki ada perempuan pula disampingnya. Seperti apapun harapan kita akan sosok pasangan hidup, pantaskanlah diri kita untuk memiliki harapan itu. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Bapak Mario teguh, setiap keinginan kita itu ada syaratnya dan menjadikan diri kita pantas mendapatkan apa yang kita inginkan adalah syarat yang harus kita penuhi. Maka, menjadilah leher yang pantas untuk kepala rumah tangga yang sesuai dengan harapan kita, agar Tuhan rela mewujudkan harapan kita menjadi nyata. Jika anda bermimpi memiliki pasangan hidup seorang pribadi yang besar, maka anda pun harus menempa diri untuk menjadi perempuan dengan pribadi yang besar; yang berpikir dan berjiwa besar. Karena tak logis kepala yang memiliki pribadi besar ditemani oleh leher yang berpribadi kecil.

Perempuan, kaum Hawa itu dapat membuat rumah tangganya seperti surga, pun dapat mengubahnya seperti neraka. Maka, menjadilah leher yang baik bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kebijaksanaan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang lembut bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kelembutan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang kuat agar dapat menopang kepala rumah tangga agar darinya lahir kekuatan seorang pemimpin.

Salam sayang saya untuk perempuan Indonesia. Percayalah, Tuhan telah menyiapkan belahan jiwa kita di suatu waktu dan suatu tempat dimana pada waktunya kita akan dipertemukan oleh Tuhan dengannya. Percayalah. Tuhan telah berucap bahwa setiap jiwa itu berpasangan dan Tuhan tak pernah ingkar dengan ucapan-Nya. Multatuli pernah mengatakan bahwa Tugas manusia adalah menjadi manusia. Perempuan, tugas kita hanyalah menjadi manusia, yang berusaha dan berharap karena yang berkuasa atas takdir adalah Tuhan. So, mari kita sama-sama memoles diri menjadi pribadi yang pantas untuk belahan jiwa yang kita inginkan.

Leni Maryani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar