Halo sahabat Inspirasi Perempuan, lama sekali saya tak menyapa anda semua. Tak mau munafik, dalam hidup ini terkadang saya masih mengalami down & disorientasi hidup dan yang hanya bisa dilakukan saat itu hanyalah bertahan & menjalani apa yang ada.
Ada cerita kecil yang ingin saya bagikan dan mungkin akan sedikit membuka kelemahan dan kebodohan seorang Leni Maryani. Hehehe. Saat ini saya bekerja sebagai leader marketing Rabbani untuk wilayah kabupaten Cirebon dengan posisi sebagai store manager. Saya bekerja dengan target omzet dan tentunya prestasi bekerja saya di ukur dari capaian omzet. Kemarin, saya mengalami sebuah situasi yang cukup membuat otak saya beku. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun omzet baru mencapai 800 ribu. Ahhh ini gila !!! saya belum pernah mencapai titik serendah ini. Di hari kerja (non weekend) rata-rata omzet itu mencapai kepala 2 juta (sebenarnya sih target per hari itu 3,5 juta Hehehe). Entah apa yang terjadi dengan hari kemarin, bisa-bisanya sampai H-1 jam tutup toko saya hanya mengantongi 800 ribu. Kacau !!! gak mungkin saya closing di angka ini, bisa dapat surat peringatan saya. Hehehe ^^v
Jujur… otak saya beku. Sedari pagi saya amat sangat suntuk, melow – melow gak jelas. Saya pasrah saat itu, saya bingung apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan omzet di hari kemarin. Di hati terdalam saya, jujur saya mengharapkan sebuah keajaiban dari Tuhan untuk saya. Hmmm tak lama berselang… sebuah mobil Avanza silver parkir di depan toko, seorang wanita cantik keluar dari mobil didampingi suaminya, dia adalah subdealer – mitra kerja kami. Wajah saya dan anak-anak buah langsung sumringah, akhirnya omzet dapat diselamatkan karena mitra kami yang satu ini selalu belanja cukup banyak. Alhamdulillah… kemarin, kami closing di angka Rp. 2.747.100,- Lumayanlah… wajib di syukuri. Sebuah angka dan cerita bisa berubah 180 derajat dalam waktu 30 menit saja. Andai subdealer tadi tak datang, maka kami closing mungkin di kisaran angka 800 ribuan. Tapi ternyata takdir berkata lain, angka langsung berubah menjadi 2,7 juta. Bagi saya ini keajaiban dari Tuhan. Hanya dalam 30 menit angka 800 ribu berubah menjadi 2,7 juta.
Lalu dimana letak cerita kebodohan seorang Leni. Bukan disini. Cerita diatas menginspirasi saya bahwa takdir Tuhan itu kadang benar-benar tak terprediksi. Keajaiban bisa datang tiba-tiba jika kita percaya bahwa keajaiban itu ada. Apa sih yang gak bisa dilakukan Tuhan, Dia maha kuasa. Dia bisa mengambil sesuatu kapanpun, lalu memberikan sesuatu kapanpun Dia berkehendak. Tuhan pernah mengambil seseorang yang saya cintai di bulan Juli 2009, padahal 2 bulan sebelumnya kami baik-baik saja. Janji di atas ingkar menghampiri saya kala itu, tak terprediksi sama sekali. Namun, Tuhan sudah berkehendak, saya harus kehilangan dia. Lalu perjalanan hidup mempertemukan saya dengan seseorang yang unik dan jujur saya jatuh cinta padanya, namun sayang sekali saya salah mengira. Lagi-lagi di luar prediksi, saya kira dia itu menyukai saya, ternyata dia cuma iseng saja. Hehehe naif sekali saya ini, harusnya saya jangan ke ge-er an. Tapi, seperti jargon salah satu mie instan, rasa itu gak bisa bohong. Saya harus menerima kenyataan bahwa cinta saya bertepuk sebelah tangan. Namun, pertemuan dengannya sangat saya syukuri karena beliau banyak memberi saya nasihat tentang hidup. Kemudian tiba-tiba saya dekat dengan seseorang yang lain, hampir setiap hari dia sms & telpon saya. Bodohnya adalah… saya terbawa arus ‘cinta mendadak’. Saya menyukainya, tapi belum sampai cinta saya pikir. Kali ini pun tak terprediksi sama sekali, saya salah mengira, saya kira dia menyukai saya, eh ternyata saya cuma ‘pelarian’ saja. Hahaha bukankah ini hal yang sangat naif. Namun, pertemuan dengannya pun sangat saya syukuri, senang bisa mengenalnya, dia mengenalkan satu sisi hidup yang tak pernah saya temui sebelumnya. Terlepas dari itu, disinilah saya sadar, ternyata saya ini perempuan yang bodoh dan mudah dibohongi yah. Hahaha entah sudah terlambat atau belum untuk menyadari ini semua, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Hehehe -_-“
Semua ini cukup membuat saya tersadar bahwa saya belum cukup cerdas untuk menjadi seorang perempuan. Di hati yang terdalam saya berdo’a semoga Tuhan memberikan keajaiban dengan menjadikan perempuan yang bodoh ini menjadi perempuan yang cerdas. Hehehe. Saya yakin sekali Tuhan akan mengabulkannya. Saya berusaha untuk tidak trauma, tapi terkadang saya hanyalah perempuan biasa. Tak mau munafik, ada rasa takut yang begitu dalam tersimpan di jiwa saya. Terkadang ketakutan itu melumpuhkan, tapi saat di titik nadir pun saya masih berharap pada Tuhan bahwa Dia akan memberikan saya keajaiban dalam hidup ini. Jika sebuah takdir dapat berubah dalam 30 menit, saya pun yakin takdir hidup saya bisa berubah tiba-tiba dengan takdir yang tak terprediksi. Begitupun hidup anda, tetaplah bertahan, sahabat. Biarlah hidup ini susah, asal cahaya jiwamu tetap menyala kau akan mampu mengarungi ini semua. Biarlah hidup ini susah, itu semua tak boleh membuat cahaya jiwamu mati. Tetaplah bertahan.
Sampai bertemu di catatan selanjutnya ^^v
Leni Maryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar