Kemarin, saya publish status meminta pendapat temen-temen di facebook tentang penilaian mereka terhadap saya. Ada yang berkenan mengisi, ada yang tidak / belum sempat, ada juga yang 'ingin' mengisi tapi takut 'salah', ada juga yang malas untuk mengisi mungkin menilai kalau ini hal yang gak penting. Mungkin terdengar sepele yah, tapi ini penting bagi saya. Saya merasa perlu tau perihal seberapa jauh penilaian teman-teman saya terhadap seorang Leni Maryani dari kaca mata mereka. Bukan dalam rangka saya ingin menjadi manusia sempurna di mata teman-teman saya, tapi saya hanya ingin tau seberapa pandai saya bisa membawa diri dalam berinteraksi dengan teman-teman saya.
Terimakasih banyak pada teman-teman yang telah mengisi komentar ^_^. Dari sekian pandangan, lebih banyak penilaian positif daripada negatif, saya yakin bukan karena sedikitnya kekurangan saya, tapi mungkin karena merasa 'gak enak' kalau kekurangan saya harus di katakan disini, padahal... bilang aja, gak apa-apa kok. Atau mungkin juga Tuhan masih menutupi kekurangan saya di mata kalian semua. Hehehe. Saya akui semua pandangan dari komentator ada dalam diri saya, meski terkadang berjalan secara kontradisksi. Contoh, kadang saya mampu tenang di tengah kegaduhan, tapi kadang saya pun bisa panik ditengah ketenangan. Hehehe.
Berkaca dari semua komentar itu, pantas saja banyak yang tak terima ketika saya walk out, ingin menjadi 'berbeda', karena mereka menilai saya adalah seorang yang loyal, padahal aslinya jiwa pemberontak saya cukup besar. Jika mereka bisa memberi cap saya sebagai seorang perempuan 'tak sholeh', maka saya pun bisa memberi cap kalau mereka itu 'sombong'. Pantas saja banyak yang tak terima ketika saya sedikit saja mengeluh tentang hidup ini, karena tak sedikit yang menilai saya adalah seorang yang penuh semangat & motivator. Jika memang saya selalu tampak penuh semangat & mampu memotivasi orang lain, berarti itu hadir dari dalam jiwa saya. Saya tak mau capek-capek jaga image kalau seorang motivator itu manusia luar biasa yang tak pernah down. Saya hanya manusia biasa yang semangatnya naik turun, kadang kata-kata yang saya sampaikan pun bisa saja hanya omong kosong belaka. Catatan inspirasi yang sering saya publish, bukan berarti sayalah sang inspirator itu, semua catatan itu lahir dari rasa ingin berbagi. Saya tak malu jika saya mesti menuliskan bahwa saya ini seorang perempuan yang bodoh & mudah di bohongi (catatan Inspirasi Perempuan: Tak terprediksi), saya hanya ingin berbagi pada perempuan lain bahwa terkadang kita tak sadar bahwa kita ini bodoh & mudah di bohongi, tak sedikit lho perempuan yang seperti ini. Sumber inspirasi saya dapat dari kaum perempuan, lalu saya olah dalam jiwa dan saya tuangkan dalam catatan Inspirasi Perempuan.
Saya meminta orang lain memberikan pandangan mereka tentang saya, bukan karena saya tak mampu menjadi diri sendiri. Namun, karena saya ingin bercermin pada penilaian publik tentang saya. Jika ada penilaian yang buruk, bukankah ini menjadi PR bagi saya untuk memperbaikinya. Jika ada penilaian yang baik, ini pun menjadi PR bagi saya untuk mempertanggungjawabkannya. Baik penilaian positif maupun negatif, bagi saya sama saja. Saya tetap menjadi diri sendiri, namun karena saya tak hidup sendiri di dunia ini maka saya perlu bertanya kepada kawan di samping kanan dan kiri perihal saya, siapa tau barangkali ada yang dibuat tak nyaman oleh saya. ^_^. Mohon maaf atas segala kesalahan & ketidaknyamanan. Terimakasih telah membaca tulisan saya, sampai bertemu di catatan selanjutnya.
Leni Maryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar