Selasa, 22 Juni 2010

Lebih dari yang dibayangkan

Halo sahabat inspirasi perempuan, bagaimana kabar anda? Saya percaya, anda adalah perempuan cantik yang selalu menghiasi harinya dengan penuh senyum dan kebaikan.

Cantik, pernahkah anda bertanya mengapa sebuah kecewa yang besar atau sakit hati yang menusuk menimpa kita. Tak bosan saya untuk mengatakan bahwa tak pernah ada takdir Tuhan yang salah. Semuanya telah diperhitungkan oleh-Nya dengan sangat bijak dan adil. Bukankah ukuran bijak dan adil menurut kita belum tentu sama dengan ukuran Tuhan. Berprasangkalah baik pada-Nya, sayang. Dia adalah sahabat terdekat kita yang amat sangat menyayangi kita tanpa batas.

Adalah sebuah hal yang wajar jika kau menangis ketika kau disakiti. Itu adalah tanda bahwa hatimu hancur. Jangan tahan air mata itu, air mata adalah obat bagi kesehatan jiwa perempuan. Percayalah. Jika kepercayaan yang kau berikan pada sesorang, namun dusta yang kau dapatkan, ternodai oleh dunia. Serahkan semuanya pada Tuhan, mungkin kita pun salah. Tinggalkan saja orang yang telah mempermainkan hatimu, melupakan kebaikanmu dan menyakiti jiwamu. Mahluk mulia sepertimu tak layak untuk disakiti. Katakan selamat berpisah padanya, lalu pergilah melangkah.

Apapun yang terjadi pada kita, semua itu harus mendewasakan diri. Itu semua adalah pelajaran yang tak akan terlupakan. Maka, tetaplah jalani hidup ini dengan sepenuh hatimu dan sekuat jiwamu. Jiwamu lebih kuat dari yang kau bayangkan, cantik. Tuhan pun mengatakan ini, Dia tak akan memberikan sebuah ujian diluar kemampuan hamba-Nya. Percayalah.

Sebuah takdir Tuhan telah membuat saya hancur dan menangis bahkan hingga saya lupa hidup saya mau dibawa kemana. Ingin saya melawan takdir itu, tapi terkadang saya perlu berkaca diri bahwa saya hanyalah seorang manusia yang tak punya kuasa untuk merubah takdir. Maka, yang bisa saya lakukan adalah berusaha untuk menerimanya. Sakit hati yang tak akan terlupakan seumur hidup tentu masih tertera jelas dalam jiwa, tapi ini tak lantas membuat saya balas dendam. Biarlah Tuhan yang membalas sakit yang saya rasakan. Perihal membalas dan menghakimi adalah tugas Tuhan, bukan tugas manusia.

Apakah saya benar-benar hancur oleh satu takdir itu? Tentu tidak, sayang. Kehidupan cinta saya memang masih hancur, masih saya benahi satu persatu puing-puingnya. Tapi kehidupan pribadi saya tak hancur, saya masih membangun jalan saya menjadi seorang penulis inspirasi. Dalam kehidupan karir pun saya dipertemukan dengan banyak keajaiban, bahkan ada yang pernah mengatakan bahwa hasil yang saya capai karena faktor keberuntungan bukan faktor usaha keras saya. Hehehe :) Apapun itu, baik keberuntungan maupun hasil kerja keras, itu semua adalah wujud kebaikan Tuhan pada saya. Tuhan mengganti air mata sakit hati saya dengan hal lain. Tak ada kesedihan yang abadi, sebagaimana tak ada kesenangan yang abadi pula.

Salam sayang untuk kaum perempuan Indonesia
Percayalah, anda lebih kuat dari yang anda bayangkan.

Sabtu, 05 Juni 2010

Perjalanan

Halo sahabat Inspirasi Perempuan. Moga ketenangan jiwa dan kedamaian hati selalu ada dalam diri anda semua.


Saya menulis ini pada pukul 1 dini hari. Mata ini belum lelah untuk menjadi terpejam. Baru saja saya selesai ngobrol dari hati ke hati dengan rekan kerja sekaligus adik-adik saya, para sales consultant muslimah (SPG) yang tergabung dalam Rabbani Kab. Cirebon dimana saya bertugas sebagai store manager. Saya ingin sekali menjadikan tempat kerja ini senyaman keluarga yang akan selalu memberi kita semangat ketika down dan menempa jiwa kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Melewatkan 3 jam bersama mereka mempertemukan saya dengan pribadi-pribadi yang unik. Sungguh unik dan luar biasa di mata saya. Jiwa-jiwa itu terbentuk dari perjalanan hidup yang berbeda-beda. Setiap mereka pernah mengalami masa-masa sulit dan berat. Sungguh, jika saya berada di posisi mereka - mengalami hal serupa - belum tentu saya sanggup menghadapinya dan menjalaninya dengan baik. Tapi... inilah indahnya hidup, tak ada takdir Tuhan yang salah. Semua sudah di rancang dengan adil dan bijak.

Perempuan, jika anda tengah menghadapi sebuah hidup yang terasa begitu sempit. Yakinilah bahwa tak ada takdir Tuhan yang salah. Jalani saja semuanya dengan hati, jiwa dan raga terbaik kita. Sebuah pribadi menjadi istimewa dilahirkan dari perjalanan hidup yang istimewa pula. Maka, bersyukurlah dengan apa yang kita terima di hari ini. Sebuah perjalanan luar biasa sedang menuntun anda untuk menjadi pribadi yang luar biasa pula.

Senin, 31 Mei 2010

Kejelasan rasa

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, apa kabar?

Lama saya tak menyapa, rindu sekali rasanya bisa berbagi rasa dan kata bersama anda semua.

“ Tak ada takdir Tuhan yang salah. Adalah sebuah kebodohan jika kau masih mencintai seorang pemabuk yang telah menyakitimu. Buka matamu… jangan menjadi perempuan bodoh, masih ada lelaki lain yang lebih baik. Cinta yang kau rasa itu bukanlah cinta sejati, tapi sebuah kebodohan ”

Kalimat diatas adalah nasehat dari seorang sahabat untuk saya. Kata-katanya memang cukup terkesan kasar, namun saya lebih menyukai perkataan kasar tapi jujur daripada perkataan lembut tapi penuh kebohongan. Maka, menjadilah pribadi yang tegas dan terbuka. Katakan hitam adalah hitam dan katakan putih adalah putih. Janganlah bersikap manis di depan, tapi di belakang kau menikam. Bersikaplah dengan jujur.

Perempuan, jika ada diantara anda yang kini tengah bingung dengan sebuah hubungan yang menggantung dengan seorang lelaki, apalagi jika yang membuatnya menggantung adalah anda. Bersikaplah lebih tegas sebagai seorang perempuan karena andalah yang akan menjadi sosok paling bersalah di ending ceritanya jika anda tak berani tegas dari awal.

Sulit memang. Kita, kaum perempuan yang terlahir dengan anugrah pesona yang luar biasa, bukan salah kita jika ada kaum Adam yang terpesona. Hehehe. Tapi… Jangan pula kau umbar pesonamu itu, sayang jika mahluk seindah dirimu tak kau jaga dengan baik. Bukan hak kita pula melarang seorang lelaki menyukai kita, tapi… belajarlah bersikap tegas pada dirimu. Jika kau menyukai lelaki itu, katakan ‘iya’. Jika tidak katakan ‘tidak’. Tentu dengan cara yang santun. Jangan pernah berikan kata yang ambigu, karena ini berarti kau menggantungkan perasaan orang lain.

Percayalah, jika saat ini kau mempermainkan perasaan lelaki, yang memiliki andil salah terbesar adalah anda, bukan lelaki. Maka, bersikaplah tegas dengan perasaanmu, perempuan. Jangan permainkan perasaan orang lain, apalagi jika orang itu tulus mencintaimu. Mereka bukan mainan yang bisa kau ambil dan buang begitu saja. Meski mereka lelaki, mereka memiliki hati dan perasaan yang harus kau hargai dan hormati. Jangan pernah kau permainkan hati orang lain jika kau tak ingin dipermainkan oleh dunia ini. Menjadilah tegas agar kau paham arti sebuah kejelasan rasa.


Salam sayang untuk perempuan Indonesia
Leni Maryani

Kamis, 13 Mei 2010

Apa yang akan anda lakukan ?

Perempuan, apa kabar ? Semoga senyum manis selalu hadir di wajah anda meski hidup ini begitu rumit dan sulitnya untuk dijalani.

Pernahkah anda berpikir bahwa hidup ini susah? Hidup ini memang penuh kesusahan, sayang. So, apa yang akan anda lakukan ? Hanya berdiam diri saja pasrah dengan kenyataan bahwa hidup ini susah. Jika anda memilih untuk diam saja, sebenarnya itu hak anda untuk memilih. Namun, sadarkah anda semakin lama anda lari dari kenyataan hidup yang susah, pada suatu saatnya nanti anda kan terlindas oleh kesusahan hidup itu sendiri.

Sedari kecil kita hidup enak dimana kebutuhan hidup sudah tersedia dan semua keinginan selalu terpenuhi. Lalu, tiba-tiba kita mendapati diri telah berusia dewasa dan hidup berubah setelah di belakang nama kita ada gelar akademik. Kita terdampar di dunia nyata yang penuh dengan kesusahan dan kerumitan. Bisa saja kita lari dari kenyataan ini, tetap berkhayal bahwa hidup ini mudah dan sederhana. Namun, khayalan kita tak bisa menghapus kenyataan yang ada di depan mata kita bahwa hidup ini susah.

Perempuan, sesusah dan serumit apapun hidup ini. Hadapilah hidup ini. Dunia ini hanya permainan, maka menjadilah pemenang dalam permainan ini. Tak ada yang mudah di dunia ini, semuanya membutuhkan proses dan perjuangan. Maka menjadilah perempuan yang bersemangat meraih cita-cita anda. Harapan tak akan menjadi nyata jika anda hanya berdiam diri saja. Mari, hadapi hidup ini dengan hati, jiwa dan raga terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik.

Hidup ini susah. Ya. Memang susah, kawan. So what ??? Hadapi saja… karena kita terlahir sebagai seorang pemenang. Lebih banyaklah berpikir apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi hidup yang susah ini daripada sibuk meratapi kenyataan hidup yang memang susah dan penuh tantangan. Hidup ini memang susah, tapi kita masih bisa tersenyum dan bahagia ditengah kesusahan ini. Percayalah. ^^



Salam Inspirasi Perempuan,
Leni Maryani

Selasa, 04 Mei 2010

Leher yang pantas

Tulisan ini saya persembahkan untuk anda yang masih menyandang status lajang alias belum menikah, termasuk saya hehehe ^^. Pekan ini begitu banyak saya menerima curhat yang berhubungan dengan jodoh kita di dunia ini. Bagi saya, jodoh itu misteri, sebagaimana kematian pun adalah sebuah misteri. Mati itu pasti datangnya, namun entah kapan dan dengan cara apa kita mati. Begitu pun dengan jodoh, dia pasti datang, namun entah kapan dan siapa.

Pekan ini pula, banyak sahabat saya diantara anda yang telah menemukan belahan jiwanya. Do’a saya menyertai anda dan pasangan, semoga menjadi keluarga yang menenangkan jiwa dan membahagiakan hati serta dikaruniai anak-anak yang sholeh.

Perempuan, ada seorang sahabat saya yang sangat khawatir tidak menemukan jodohnya di dunia ini. “ Kapankah jodohku akan datang? “ Kurang lebih seperti inilah curahan hatinya. Mungkin diantara anda pun ada yang tengah mengalami hal serupa, saya pikir ini sebuah ketakutan yang wajar. Tak jarang saya pun berpikir kapan saya akan disatukan dengan belahan jiwa saya. Tapi, satu yang perlu kita catat adalah jangan sampai kekhawatiran ini memonopoli hari-hari kita. Daripada sibuk memikirkan kapankah datangnya sang belahan jiwa, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri guna meningkatkan kualitas pribadi.

Perempuan, setiap anda pasti memiliki harapan menikah dengan laki-laki yang sesuai kualifikasi anda. Setinggi apapun standar yang anda terapkan untuk pasangan hidup anda, yang perlu kita ingat adalah kita harus imbangi standar yang kita terapkan dengan kulitas pribadi kita sendiri. Jika anda mendambakan seorang lelaki yang baik, maka anda pun harus menjadi perempuan yang baik. Tuhan telah berjanji untuk hal ini, perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik. Tuhan tak pernah main-main dengan janjinya dan yang saya amati secara mendalam, janji Tuhan yang satu ini bukanlah omong kosong.

Kita adalah leher bagi pasangan hidup kita, dan lelaki adalah kepala bagi kita. Jika tak ada leher, kepala tak akan pernah menjadi berguna. Pun jika tak ada kepala, leher tak akan pernah menjadi berguna. Maka, kepala dan leher memang ditakdirkan untuk bersatu dan saling membutuhkan satu sama lain. Jika leher sakit, kepala tak akan bisa berfungsi baik. Jika kepala sakit pun, leher tak akan bisa berguna dengan baik. Leher yang akan membantu kepala melihat ke kanan dan kirinya yang penuh dengan dunia berisi manusia dan alam, yang akan membantunya melihat ke atas menghambakan diri pada Tuhan, dan yang akan membantunya melihat ke bawah agar tak sombong karena setiap yang berjiwa pasti akan mati.

Perempuan, dibalik kesuksesan lelaki itu ada perempuan disampingnya. Begitupun dibalik kehancuran lelaki ada perempuan pula disampingnya. Seperti apapun harapan kita akan sosok pasangan hidup, pantaskanlah diri kita untuk memiliki harapan itu. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Bapak Mario teguh, setiap keinginan kita itu ada syaratnya dan menjadikan diri kita pantas mendapatkan apa yang kita inginkan adalah syarat yang harus kita penuhi. Maka, menjadilah leher yang pantas untuk kepala rumah tangga yang sesuai dengan harapan kita, agar Tuhan rela mewujudkan harapan kita menjadi nyata. Jika anda bermimpi memiliki pasangan hidup seorang pribadi yang besar, maka anda pun harus menempa diri untuk menjadi perempuan dengan pribadi yang besar; yang berpikir dan berjiwa besar. Karena tak logis kepala yang memiliki pribadi besar ditemani oleh leher yang berpribadi kecil.

Perempuan, kaum Hawa itu dapat membuat rumah tangganya seperti surga, pun dapat mengubahnya seperti neraka. Maka, menjadilah leher yang baik bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kebijaksanaan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang lembut bagi kepala rumah tangga kita agar darinya lahir kelembutan seorang pemimpin. Menjadilah leher yang kuat agar dapat menopang kepala rumah tangga agar darinya lahir kekuatan seorang pemimpin.

Salam sayang saya untuk perempuan Indonesia. Percayalah, Tuhan telah menyiapkan belahan jiwa kita di suatu waktu dan suatu tempat dimana pada waktunya kita akan dipertemukan oleh Tuhan dengannya. Percayalah. Tuhan telah berucap bahwa setiap jiwa itu berpasangan dan Tuhan tak pernah ingkar dengan ucapan-Nya. Multatuli pernah mengatakan bahwa Tugas manusia adalah menjadi manusia. Perempuan, tugas kita hanyalah menjadi manusia, yang berusaha dan berharap karena yang berkuasa atas takdir adalah Tuhan. So, mari kita sama-sama memoles diri menjadi pribadi yang pantas untuk belahan jiwa yang kita inginkan.

Leni Maryani

Kamis, 29 April 2010

Tamparan dari Tuhan

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, semoga kedamaian hati selalu menyelimuti putaran waktu dalam hidup kita semua.

Perempuan, jika anda tengah mengalami sebuah ujian hidup yang begitu menyakitkan, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan itu jahat pada kita. Sadarilah bahwa semakin kita dewasa, ujian akan semakin banyak dan besar. Ini adalah hukum kehidupan yang pasti. Jangankan kita yang terlahir sebagai manusia, pohon pun semakin dia tua dan bertambah tinggi, akan semakin besar angin yang menerpa. Bukankah kita sering mendengar kiasan ini.

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasapun pasti. Hanya saja, apakah kita akan menjadi dewasa oleh diri sendiri dengan cara mau belajar bersusah payah untuk menjadi dewasa ataukah kita perlu diberi sedikit tamparan dari Tuhan untuk membuat kita menjadi dewasa. Saya menjadi (sedikit) dewasa sebagai perempuan karena saya pernah ditampar oleh Tuhan. Di masa lalu, Tuhan menampar saya dengan sangat menyakitkan. Tamparan itu membuat saya jatuh terpuruk, menangis dan marah. Namun ternyata tamparan itu pun menuntun saya menemukan jati diri yang sesungguhnya, membimbing saya untuk kembali pulang pada kedamaian hidup bersama-Nya dan mengubah saya menjadi perempuan yang saat ini tulisannya selalu hadir di hadapan anda setiap pekannya.

Sekilas, memang terkesan jahat. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang begitu teganya menampar hamba-Nya hingga jatuh tersungkur ke titik nadir. Namun, Tuhan lebih tahu siapa dan seperti apa kita, bahkan Tuhan lebih tahu tentang kita daripada diri kita sendiri. Tuhan maha tahu dengan cara apa membuat hamba-Nya tersadar dan menjadi lebih baik. Mungkin ada diantara kita yang dapat sadar kembali ke jalan yang lurus dengan cara diberi ujian ringan, pun ada juga yang harus diberi ujian berat baru tersadar akan kelalaiannya. Semua itu, tak lain untuk menempa kita menjadi manusia yang lebih baik.

Perempuan, menjadilah dewasa sesuai usiamu. Jangan menunggu Tuhan menamparmu terlebih dahulu untuk menjadi dewasa, karena itu lebih menyakitkan ketimbang kau mau belajar dewasa sendiri. Jika usiamu sekarang 30-an, bersikap dan berpikirlah seperti perempuan 30 tahun, jangan seperti gadis 17 tahun yang hidupnya masih dipenuhi euphoria pencarian jati diri. Lihatlah kehidupanmu saat ini, sekitarmu ingin melihat anda sebagai seorang perempuan dewasa yang telah matang raganya dan dewasa jiwanya. Pun jika anda berusia 20-an, belajarlah untuk memahami dirimu sendiri dan sekitarmu karena kau akan menjadi dewasa ketika kau mampu memahami dirimu sendiri dan sekitarmu. Maaf jika terkesan seperti nenek tua memberi petuah, hehehe ^^v, usia saya saat ini 24 tahun dan usia anda semua berada di interval 20 sampai 35 tahun. Silakan anda menilai saya dewasa atau tidak, tapi yang pasti saya sedang belajar untuk menjadi perempuan dewasa dan berbagi inspirasi bersama anda semua adalah salah satu cara saya mendewasakan diri. Satu pesan yang ingin saya tekankan dalam Inspirasi Perempuan kali ini adalah mari kita belajar menjadi dewasa tanpa harus ditampar terlebih dahulu oleh Tuhan.

Tuhan itu baik, meski terkadang cara Tuhan untuk menyadarkan kita tak selalu lembut, tapi Tuhan tak pernah jahat pada hamba-Nya. Andaikan dulu Tuhan tidak menampar saya, mungkin saya akan benar-benar lupa jalan pulang kembali pada-Nya. Perempuan, jika sebuah rasa sakit mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih baik, maka rasa sakit itu adalah kebaikan bagi kita. Jika sebuah rasa kecewa mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih bijaksana, maka rasa kecewa itu adalah kebaikan bagi kita. Jika sebuah rasa sedih mampu membuat kita menjadi perempuan yang lebih kuat, maka rasa sedih itu adalah kebaikan bagi kita.

Seperti pohon, ia mampu tetap berdiri kokoh dan anggun diterpa angin karena ia berdiri dengan akar yang menghujam ke bumi dengan kuatnya. Perempuan, berdirilah diatas kedua kakimu sendiri, berdirilah dengan hati dan jiwa yang membumi. Melalui akar, pohon mengambil nutrisi dan digunakannya untuk bertumbuh dan berkembang hingga mampu menjadi pohon besar yang meneduhkan sekitarnya. Melalui hati dan jiwalah kita dapat mengambil nilai dan pelajaran kehidupan untuk menjadikan kita lebih dewasa hingga mampu menjadi penenang disaat sekitarnya gaduh, mencoba untuk memahami disaat sekitar hanya ingin dimengerti, dan selalu memberi disaat sekitar selalu menuntut untuk diberi. Inilah dewasa, tidak mudah memang, tapi kita harus belajar untuk dewasa sebelum Tuhan menampar kita, memaksa kita untuk menjadi dewasa.



Dengan cinta untuk perempuan Indonesia,
Leni Maryani

Minggu, 18 April 2010

Cinta tanpa TAPI

Halo sahabat Inspirasi Perempuan, apa kabar? Semoga cinta tulus selalu menyelimuti kita semua, perempuan terbaik negeri ini.

Cinta. Inilah yang ingin saya bagi bersama anda. Cinta disini tidak saja berbicara tentang kita dengan kekasih kita, cinta disini pun berbicara juga tentang kita dengan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

Perempuan, pernahkah anda tak peduli pada seseorang yang menyayangi anda dengan tulus? Atau… apakah anda pernah di buang oleh orang yang anda sayangi dengan sepenuh hati? Apapun rasa yang anda rasakan, marilah kita simpan semua rasa itu dalam folder hidup yang didalamnya berisi kumpulan puzzle pengalaman dan pembelajaran agar kita menjadi manusia yang dewasa dan bijaksana. Hidup ini seperti pelangi, penuh warna, karena warna – warni itulah pelangi terlihat indah.

Kita adalah mahluk Tuhan yang membutuhkan cinta dalam perjalanan hidupnya. Tentu saja, karena Tuhan pun menciptakan kita dengan cinta. Manusia tanpa cinta, dia tak lebih dari jasad hidup yang tak berperasaan. Cinta itu terlahir baik, maka jalankanlah dengan cara yang baik dan akhirilah dengan baik pula. Cinta itu keajaiban Tuhan, sesuatu yang hanya bisa di rasakan oleh hati namun energinya begitu amat sangat besar.

Perempuan, mana yang anda pilih, menikmati hidup dengan seseorang yang nyaris sempurna namun setengah hati menyayangi anda atau melewati hidup dengan seseorang yang tak sempurna tapi dia menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Mengambil kata-kata Dee, terkadang malaikat itu tak bersayap – tak cemerlang – tak rupawan. Jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus mungkin tak sempurna, tapi ketulusan kasih mereka siap untuk di uji.

Hargailah setiap jiwa yang menyayangimu dengan tulus. Orang tua, keluarga, sahabat, suami (bagi yang sudah menikah) dan alam ini. Mereka adalah jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan tulus. Sayang itu cinta tanpa TAPI. Sungguh, mereka tak pernah menyimpan kata TAPI untuk memberikan sayangnya pada anda. Jika ada dalam sebuah waktu, mereka membuat anda emosi, jangan jadikan itu sebagai pertanda mereka tak menyayangi anda. Salah satu sifat dasar perempuan yang buruk adalah selalu melupakan kebaikan ketika sedang marah dan kecewa. Selalu saja ada yang tak kita suka dan kita melupakan kebaikan yang pernah kita terima dari mereka.

Perempuan, mereka hanya manusia, bukan malaikat. Wajar saja kiranya selalu ada kekurangan padanya. Egois sekali rasanya jika kita hanya bisa menerima jiwa yang sama dengan kita dan membuang jiwa yang berbeda dengan kita atau dengan tanpa empati kita memaksa mereka untuk menjadi seperti kita. Sampai kapan pun, kita tak akan pernah menemukan manusia yang 100% cocok karena setiap manusia itu terlahir berbeda. Persamaanlah yang akan saling merekatkan hati kita dan perbedaanlah yang akan saling mengaitkan jiwa kita.

Jangan pernah anda buang jiwa-jiwa yang menyayangi anda dengan sepenuh hatinya. Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu. Cinta sejati itu bukanlah cinta yang lahir tanpa alasan, tapi cinta sejati adalah cinta yang lahir dari ketulusan hati dan jiwa itu sendiri dimana anda menyayanginya dengan seutuhnya.

Perempuan, jangan pernah sesali dengan siapa anda hidup saat ini, dengan keluarga mana anda dilahirkan, dan dengan orang seperti apa anda bersahabat. Mungkin ada diantara anda yang begitu memimpikan hidup selalu penuh kesenangan seperti di negeri dongeng, memiliki kekasih yang rupawan, jutawan, dermawan pula, dan memiliki sahabat yang selalu berkata ‘iya’ pada anda. Bukalah hati dan lihatlah dunia ini. Tak ada hidup sempurna bak kisah dongeng yang selalu bahagia dari awal hingga akhir, tak ada keluarga sempurna tanpa pertengkaran didalamnya, tak ada sahabat sempurna tanpa cela padanya dan tak ada lelaki sempurna tanpa kekurangan. Perempuan, kita hidup di dunia ini bukan untuk dipahami, tapi untuk memahami hidup itu sendiri.


Salam Inspirasi Perempuan
Leni Maryani