Rabu, 05 Juni 2013
Bersyukurlah
Jumat, 22 Maret 2013
Lebih dari sekedar cinta
Sabtu, 16 Februari 2013
Sang Jodoh
Rabu, 12 September 2012
Pernikahan 30 Juta
12 Mei 2012 saya menikah dengan seorang laki-laki bernama Anggana Mardika. Sungguh, tak pernah terbayangkan sedikit pun bahwa saya akan menikah dengan seorang laki-laki yang saya kenal 20 tahun lalu itu. Pertama kali saya bertemu dengannya ketika usia saya 5 tahun, saat itu saya masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Kesan saya kala itu pada anak yang akrab di sapa Angga ini adalah nakal, pecicilan, usil, pintar dan hmmm… tampan ( Hehehe… kecil-kecil kok sudah mengerti arti “tampan” yah? Ahhh entahlah… tapi memang inilah fakta yang terjadi).
Itulah untuk pertama kalinya saya bertemu dengannya dan saya masih mengingat moment itu sampai saya dewasa kini. Hingga Tuhan mempertemukan kami kembali ketika usia saya telah menginjak 25 tahun. Awal bertemu… sungguh di luar ekspetasi saya tentang sosok kecil yang saya kenal 20 tahun lalu. Kini… sosok itu telah menjelma menjadi laki-laki dewasa, gaya berpakaian santai layaknya anak-anak pencinta alam, dan cara bicara yang nyablak khas orang Betawi. Saya ingat sekali, saat itu saya memakai daypack dan sendal Eiger, dia memakai raincoat Avtech dan tas pinggang Consina. Masing-masing diri kami bergaya dengan apa adanya warna jiwa kami. Pertemuan selama 1 jam itu ternyata menunjukkan salah satu persamaan diantara kami, ternyata kami adalah anak-anak muda yang senang dengan adventure. Dari persamaan itulah kami banyak bertukar cerita tentang berbagai tempat yang pernah kami singgahi. Di situlah awal kedekatan kami.
Satu ketika saya menceritakan tentang pertemuan saya dengan Angga kepada sepupu saya yang juga mengenal sosoknya sedari kecil. Sepupu saya menceritakan kepada saya bahwa ketika masih SD, sepulang sekolah Angga itu selalu jualan Koran dan sehabis jualan Koran dia mengaji di masjid. Hmmm… saat itulah saya jatuh cinta pada sosok yang diceritakan oleh sepupu saya itu. Dalam benak saya berkata: itu mengagumkan !!! Loper koran… anak sekecil itu… di tengah keluarganya yang sangat berkecukupan. Subhanallah.
Ketika saya konfirmasi kepada yang bersangkutan, ternyata… cerita itu benar. Meski pada bagian menjadi loper koran dia sedikit kaget karena ternyata ada yang mengetahui kalau ketika kecil dulu dia adalah loper Koran, padahal dia tak pernah memberitahukan pada siapapun. Hehehe. Ternyata benar kata pepatah, sebaik-baik menyimpan rahasia, pada akhirnya akan ketahuan juga. Jika di tahun 1994 – 1995, anda pernah bertemu dengan anak kecil manis yang berjualan Koran di daerah Senen, mungkin salah satunya adalah suami saya. Hehehe…
Semakin hari… kami semakin dekat dan semakin mengenal satu sama lain. Hampir 1 bulan kami dekat, saya bertanya padanya “Mau di bawa kemana kedekatan kita? Jika kedekatan ini hanya untuk senang-senang, berarti kita cukup berteman saja. Tapi, jika kedekatan ini akan di teruskan, tolong jadikan saya yang halal bagimu”. Sebuah pertanyaan yang bernada tantangan ini di tanggapi dengan berani olehnya. Ternyata dia lebih memilih untuk menjadikan saya yang halal baginya. Alhamdulillah… ternyata dia adalah laki-laki pemberani yang berani untuk membuat janji pernikahan dengan wali saya di dunia ini, ayah tercinta dan dengan pemilik jiwa raga saya, Allah SWT. Ketika di luar sana, laki-laki seusianya malah menunda pernikahan dengan alasan “belum siap”, dia malah dengan beraninya membuat janji dengan Tuhan. Hati saya berkata: Laki-laki seperti inilah yang saya cari.
Berawal dari komitmen inilah, kami merancang pernikahan. Suami saya adalah orang yang sangat idealis. Dia ingin menikah dengan dana sendiri, prinsipnya orang tua itu wajib menikahi, bukan membiayai. Subhanallah… lagi-lagi saya dibuat kagum dengan kepribadiannya. Ternyata, dia laki-laki yang mandiri. Hmm… lagi-lagi, laki – laki seperti inilah yang saya cari. Saya pun tidak mau kalah, saya juga ingin menikah dengan dana sendiri… setelah colek sana colek sini, atur sana atur sini, total uang kami berdua ada 30 juta. Akhirnya kami membuat konsep pernikahan dengan budget 30 juta. Subhanallah… Allah memudahkan kami untuk mewujudkannya. Meskipun syukuran pernikahan kami tidaklah mewah, tapi saya bangga dengan pernikahan kami. Pernikahan 30 Juta.
Mungkin, di luar sana masih banyak laki-laki yang lebih keren darinya. Tapi yang saya bisikan pada Allah SWT dalam do’a adalah saya ingin memiliki suami yang sholeh, yang bisa membaca Al-Qur’an, menjadi imam shalat saya dan berbakti pada orang tuanya. Saya ingin memiliki suami yang menyayangi saya lahir batin dan mau memperjuangkan saya untuk dimiliki. Saya ingin memiliki suami yang mandiri dan punya visi dalam hidupnya. Saya ingin memiliki suami yang tidak berpikir tentang dirinya sendiri, tapi juga berpikir tentang sekitarnya, tentang bangsanya, tentang agamanya. Saya ingin memiliki suami yang bisa menjadi sahabat perjalanan dalam bertualang ke penjuru negeri. Dan semua yang saya inginkan ada padanya…
Sahabat…
Jika saat ini, sang belahan jiwa tak kunjung hadir. Mungkin saja karena anda belum tau pasangan seperti apa yang anda inginkan. Menikah dengan siapa itu penting, tapi jauh lebih penting menikah dengan orang seperti apa. Lihatlah seperti apa dia saat ini dan proyeksikan pasangan anda akan seperti apa di 5 tahun yang akan datang, 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang. Pantaskah dia menjadi pendamping anda yang baik? Pantaskah dia menjadi orang tua dari anak-anak anda kelak? Apakah dia akan membawa anda pada rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah? Pertanyaan – pertanyaan ini penting untuk anda jawab sebelum menikah karena jawaban dari pertanyaan – pertanyaan inilah yang akan menjadi pengingat anda ketika kapal rumah tangga anda mulai di hadang ujian.
Think again!!! Jika kekasih anda saat ini berjuang keras untuk menjadikan anda kekasihnya, tapi dia tidak berjuang keras untuk menjadikan anda pasangan halalnya. Think again!!! Pikirkanlah ulang untuk menjadikannya pendamping anda. Sekarang pun dia sulit di ajak berjuang untuk mewujudkan harapan atas sebuah pernikahan, apalagi nanti jika anda mengajaknya untuk berjuang mewujudkan cita-cita memiliki rumah, mobil, dan lain sebagainya. Terkadang hidup menuntut anda untuk tegas pada diri anda sendiri. So, hargai masa depan anda dengan memilih yang baik saat ini.
Pantaskanlah diri kita untuk jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untuk kita. Perempuan baik hanya untuk laki-laki yang baik, pun sebaliknya. Ini perkataan Tuhan dan Dia tak pernah mengingkari firmannya. So, jika kita ingin memiliki jodoh yang baik, maka jadikanlah kita pribadi yang baik. Jika kita ingin pasangan yang sempurna tanpa cela dan kekurangan, maka kita pun harus menjadi pribadi yang sempurna. Namun, alahkah baiknya jika kita berkaca terlebih dahulu, sesempurna apakah diri kita!. Janganlah meminta yang sempurna, jika kita pun tak mempu memberi yang sempurna.
So, selamat memilih… sertakan Tuhan ketika anda memilih seseorang istimewa itu yah…
Terimakasih terlah membaca catatan saya. Sampai bertemu di catatan selanjutnya ^_^
- Leni Lenceu -
Sabtu, 31 Maret 2012
Kecantikan itu ada di dalam dirimu...
Ada seorang kawan saya yang begitu terobsesi untuk menjadi putih, produk pemutih wajah tak pernah lepas dari incarannya. Jika dibandingkan warna kulit saya yang coklat sawo matang, warna kulitnya terhitung cukup terang-seperti warna kulit orang sunda pada umumnya. Obsesinya cukup menarik perhatian saya untuk mengetahui motif di balik obsesinya itu.
“Kenapa sih kamu pengen banget jadi putih (red: warna kulit tidak gelap)?” tanya saya.
“Ya supaya saya bisa mendapat kekasih” jawabnya.
Sekilas,jawabannya terdengar lucu nan polos, namun ada rasa ironis yang begitu besar. Haruskah menjadi putih supaya kita memiliki kekasih? Dengan tegas saya jawab tidak. Pandangan bahwa cantik itu putih memang tidak bisa dianggap salah. Fenomena yang terjadi dalam kehidupan nyata memang seperti itu adanya. Propaganda dunia iklan produk kecantikan pun ikut menjadi penguat dalam pembentukan opini publik bahwa cantik itu putih. Jika di runut lebih global, sebenarnya opini ini muncul ketika Barbie lahir ke dunia ini pada tahun 1960 an. Barbie adalah simbol keindahan wanita, Barbie adalah sosok wanita sempurna dalam khayalan kaum adam dan Barbie berkembang menjadi model wanita ideal yang membuat banyak kaum Hawa begitu terobsesi untuk menjadi sepertinya. Meski Barbie hanyalah sebuah boneka, tapi kehadirannya memberikan pengaruh yang sangat besar di seluruh dunia. Barbie berkembang menjadi sebuah ikon identitas kecantikan dimana cantik itu putih, langsing, dan modis (Barbie banget).
Saya mencoba berpikir lebih dalam tentang ini. Apakah benar perempuan putih selalu terlihat cantik? Apakah benar perempuan hitam itu tidak cantik? Apakah benar laki-laki itu hanya suka dengan perempuan putih saja? Cukup lama saya memikirkan ini sampai saya menemukan jawabannya dan bisa membuktikan jawaban yang saya dapat. Dan jawaban dari semua pertanyaan tadi adalah tidak. Tidak semua. Tidak semua perempuan putih itu terlihat menarik, tidak semua perempuan hitam itu tidak menarik. Semua kembali kepada kualitas pribadinya masing-masing.
Sahabat pembaca inspirasi perempuan, jika anda adalah kaum Hawa, perempuan itu terlahir indah. Takdir apapun yang telah Tuhan berikan pada kita, percayalah bahwa kita telah diciptakan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Jika kita merasa kurang cantik, tak perlu galau. Keindahan itu ada dalam diri kita sendiri, hanya saja keindahan itu terkadang tidak terpancar oleh cara berpakaian kita yang belum baik, cara perilaku kita yang belum santun, cara bersikap yang belum bijaksana. Kita tak perlu menjadi ini atau itu agar dicintai oleh orang lain. Laki-laki memang mahluk visual, mereka mencintai keindahan sehingga laki-laki pasti menginginkan kekasih yang cantik. Ini hal yang wajar, logika membawa mereka berpikir seperti itu. Namun, yang perlu kita pahami, laki-laki mencintai seorang wanita itu karena wanita itu telah menyentuh sebuah rasa di hatinnya. Dan siapapun kita, yang pernah merasakan jatuh cinta, kita jatuh cinta hanya pada seseorang yang kita anggap menarik. Seseorang yang menarik menurut kita belum tentu menarik di mata orang lain, itu karena menarik itu masalah selera.
Seorang laki-laki yang kita anggap tampan belum tentu bisa membuat kita jatuh cinta, malahan terkadang laki-laki yang bisa membuat kita merasa aman dan nyamanlah yang mampu membuat kita begitu mencintai dan menyayanginya. Begitu pun dengan kaum Adam, ketika ada seorang wanita cantik, mereka pasti mengaguminya (bawaan lahir: insting laki-laki menyukai yang indah-indah). Namun, itu hanya cukup dimata mereka saja. Hanya perempuan yang menarik hatinya saja yang bisa membuat kekaguman di mata turun ke hati. Bukan tentang hitam atau putih, kita bisa membuat rasa cinta itu hadir, tapi tentang seberapa menarik diri kita hingga mampu menghadirkan cinta itu.
So... tidak perlu menjadi putih untuk mendapatkan kekasih, bukan? Kaum Adam menyukai perempuan yang percaya diri dan bahagia menjadi dirinya sendiri. Bukan menjadi putih yang harus kita kejar, tapi menjadi pribadi yang menarik yang harus kita kejar. Bagaimana caranya? Sederhana saja... jadilah diri kita sendiri, bukan diri kita yang apa adanya tapi diri kita yang setiap waktu selalu menjadi lebih baik yang selalu menghadirkan hal-hal terbaik yang kita miliki pada Tuhan dan semua mahluknya. Percayalah, kecantikan itu ada selalu di dalam dirimu.
Terimakasih telah membaca catatan saya. Sampai jumpa di catatan selanjutnya bulan depan.
Leni Maryani
Sabtu, 07 Januari 2012
Bukanlah sebuah impian jika itu tak mengganggumu
Pernahkah anda berpikir tentang apa yang ingin anda raih dalam hidup ini? Pernahkah anda gundah dengan kehidupan anda saat ini? Pernahkan anda tersadar bahwa banyak hal yang anda lakukan ternyata malah menjauhkan anda dari impian hidup anda?
Pertanyaan – pertanyaan di atas adalah sebagian kecil dari kegundahan saya selama 6 bulan ke belakang. Kegundahan yang melahirkan konflik batin yang begitu hebat. Saya tersadar begitu banyak hal yang saya lakukan ternyata malah menjauhkan dari impian saya. Saya tersadar begitu banyak pilihan-pilihan tidak tepat yang telah saya pilih dan pilihan itu malah menjauhkan saya dari cita-cita saya. Saya telah menjadi manusia bingung. Tapi kebingungan itu tak sia-sia, kebingungan itu menuntun saya untuk menemukan apa yang benar-benar saya impikan dalam hidup ini.
Tuhan sungguh tahu dengan kebingungan saya. Dia menuntun saya untuk menemukan jawaban atas kegundahan saya dengan cara yang sangat sederhana. Suatu waktu, sahabat perjalanan saya curhat tentang kegundahannya dengan rutinitas pekerjaannya “ Seharusnya gue gak disini, tapi di tempat milik gue sendiri “
Logika saya berkata “ Apalagi yang kau cari, dengan gaji yang sudah lebih dari cukup, seharusnya kau tetap berkarir disini. Hidupmu bahkan hidup kita akan nyaman bila kau tetap disini “
Namun hati saya berkata “ Lihat lebih dekat, Len. Cita-citanya bukanlah menjadi karyawan, tapi menjadi pemimpin “
Akhirnya lisan saya pun berkata “ Bukanlah sebuah impian jika itu tak mengganggu keadaan nyamanmu. Jika bicara soal materi, dengan penghasilan yang kau miliki saat ini, hidupmu sudah sangat nyaman. Tapi ketika sebuah keinginan sudah mengganggu keadaan nyamanmu, berarti itu adalah impianmu yang sesungguhnya. Pilihlah jalan yang akan mendekatkanmu dengan cita-citamu “.
Kehidupan dunia terkadang ‘memaksa’ kita untuk mengambil jalan manapun meskipun jalan itu malah menjauhkan kita dari cita-cita. “Kerja apapun dan dimanapun yang penting punya gaji, yang penting gajinya besar, yang penting di perusahaan ternama”. Terkadang kita memilih untuk seperti itu dan mengesampingkan hati nurani kita yang berkata “Apakah itu impianmu?”.
Impian itu sebuah keinginan yang lahir dari hati yang jujur karena impian adalah wujud dari sebuah minat seseorang dan minat itu timbul dari kecenderungan seseorang pada sesuatu tanpa ada paksaan.
Jadi, apa impian anda dalam hidup ini? Kejarlah cita-citamu sahabat.
Jika jalan yang telah kau pilih sekarang akan mendekatkanmu dengan cita-citamu, jalanlah terus. Jika jalan ini terasa tak nyaman, tetaplah berjalan meski selangkah demi selangkah, yakinkan dirimu bahwa impianmu sedang menunggumu di depan sana.
Namun, jika anda merasa jalan yang anda pilih saat ini adalah jalan yang salah. Tak perlu di sesali, kita hanya perlu berbelok. Perjalanan yang telah anda lewati telah memberi anda begitu banyak pelajaran dan pengalaman. Kelak, itu semua akan berguna bagi kehidupan kita di masa depan.
Bukanlah sebuah impian jika itu tak mengganggu keadaan nyamanmu. Hidup ini singkat, raihlah apa yang anda impikan.
Terimakasih telah membaca catatan Inspirasi Perempuan, semoga memberi inspirasi.
Leni Maryani
Sabtu, 03 Desember 2011
Dibalik Wajah Jelek Saya
Apa kabar sahabat pembaca Inspirasi Perempuan…
Entah di catatan saya yang berjudul apa saya pernah menyampaikan sebuah kalimat bahwa kata “cantik” itu terkadang menjadi penting bagi seorang perempuan. Berkaitan dengan ini saya ingin berbagi cerita dan kebahagiaan bersama anda.
Pada suatu pagi, saya berbincang ringan dengan beberapa orang. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan berbicara dalam bahasa Sunda (Dialog saya tuliskan ulang ke dalam bahasa Indonesia).
“ Katanya ada yang mau nikah ya? Ternyata kamu laku juga, Len ! “
Menyadari bahwa yang menjadi objek ucapan orang itu adalah saya sendiri, saya pun langsung menoleh.
“ Insyaallah, ya gini – gini juga masih ada yang mau sama saya Hehehe “ jawab saya dengan nada bercanda diiringi tawa.
“ Memang bener Len. Orang sejelek apapun pasti ada jodohnya “ jawabnya ringan.
Beberapa detik saya mencoba untuk mencerna maksud di balik kalimatnya, dalam benak saya berpikir “Jadi maksud lo, gue jelek”.
“ Oh… “ Jawab saya dengan nada tidak berminat melanjutkan pembicaraan ini. Menyadari obrolan tiba-tiba vakum, dia langsung pergi kembali ke habitatnya.
Melihatnya pergi saya hanya tersenyum sambil berbicara dalam hati, ternyata orang itu belum berubah sedikit pun. Dia adalah satu-satunya orang di tempat ini yang masuk ke dalam black list kehidupan saya. Saya memblack list dia bukan berarti saya punya dendam terhadapnya, tapi dia punya catatan buruk dalam perjalanan saya di tempat ini.
Sejujurnya saya tidak sakit hati jika saya dinilai tidak cantik alias jelek. Saya sudah terbiasa untuk berkaca diri dan memang sangat saya sadari bahwa saya ini tidak cantik. Sejenak saya berpikir, apakah saya terlalu jelek hingga ada manusia yang sampai hati bilang langsung kalo saya ini jelek atau orang itu yang kecerdasan sosialnya rendah sehingga tidak bisa manjaga ucapannya.
Saya tidak menampik bahwa setiap perempuan pasti ingin menjadi cantik, itu naluri alamiah saya pikir. Tapi saya mencoba mengukur diri dan saya sadar bahwa saya ini tidak cantik. Saya punya bekas luka di wajah, warna kulit saya gelap, hidung saya tidak mancung. Jika ada standarisasi perihal nilai kecantikan seorang perempuan, nilai saya pasti ada di bawah standar. Untungnya sampai hari ini tidak ada standar baku perihal cantik, sehingga terkadang masih ada orang yang bilang saya ini manis yang artinya saya ini tidak cantik pun tidak jelek alias biasa-biasa aja.
Tapi Alhamdulillah yah… meski saya tidak cantik, saya tak lantas menjadi tidak bangga dengan diri sendiri apalagi sampai operasi plastik. Jika orang lain menilai saya hanya dari wajah, mereka hanya akan mendapatkan sebuah Tembaga saja. Tapi seorang Leni Maryani punya banyak hal yang lebih dari sebuah wajah tak rupawan, semakin di gali, anda akan menemukan tambang emas disana (Hehehe ^^v). Yah… seperti Freeport, awalnya yang ditemukan hanya Tembaga saja, ternyata semakin digali terkandung emas yang luar biasa, Hahaha sesuatu banget yah analoginya.
Saya terbiasa menceritakan keseharian saya dengan sahabat sekaligus kekasih saya, saya pun menceritakan hal ini kepadanya. Dalam benak saya penasaran untuk bertanya lagi “Gue cantik gak sih?”. Sebenarnya saya sering mengajukan pertanyaan ini dan jawaban yang diberikannya selalu sama “Kagak”. Saya bersyukur dia menyadari saya ini tidak cantik. Jika dia sampai menjawab bahwa saya ini cantik, saya khawatir minus matanya sudah parah. Hehehe.
“ Kalo gue gak cantik, kenapa lo mau gue jadi calon istri lo? “
“ Do’a gue ada yang kurang “
“Maksudnya?”
“ Dulu gue berdo’a ke Tuhan tentang kriteria istri dan semua yang ada dalam do’a gue itu ada di lo semua. Cuma gak tau kenapa, dulu itu… gue lupa menyertakan poin cantik dalam do’a gue. Jadi ya… Tuhan mengabulkan sesuai dengan pesanan gue”
Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawabannya.
“ Dulu pernah ada yang nyuruh gue pake pemutih kulit dan ketika gue tanya kenapa dia pengen gue putih, eh dia jawab untuk memperbaiki keturunan. Kenapa lo gak minta hal yang sama kayak gitu ? “
“ Gue cowok normal. Kalo liat cewek cantik, pasti seneng. Meski gue punya istri Dian Sastro pun, kalo liat Luna Maya gue pasti seneng. Kalo gue menilai cewek untuk jadi istri cuma dari tampang doang, gue bakal cari yang lain (Bukan lo). Tapi gue cari cewek yang bisa jadi istri dan ibu dari anak-anak gue. Gue pengen anak-anak gue itu bukan (hanya) orang yang ganteng dan cantik, tapi gue pengen anak-anak gue itu menjadi orang yang sukses dalam hidupnya kelak dan kesuksesan seorang anak itu sangat dipengaruhi oleh ibunya. Dibalik kesuksesan laki-laki itu ada seorang perempuan (istrinya) dan di balik kesuksesan seorang anak pun ada perempuan (ibunya) “.
Jujur… jawabannya membuat saya terharu dan semakin membuat saya yakin bahwa dia adalah hadiah yang Tuhan berikan untuk saya. Dulu saya pun berdo’a pada Tuhan, saya ingin menikah dengan laki-laki yang bisa menerima saya dengan semua Takdir hidup yang Tuhan berikan pada saya. Sungguh Tuhan itu maha pengabul do’a, saya adalah jawaban dari do’anya dan dia pun adalah jawaban dari do’a saya.
Sahabat pembaca Inspirasi Perempuan, jika anda merasa wajah anda tak rupawan atau ada yang pernah meremehkan anda karena anda tak rupawan. Jangan berkecil hati, meski tidak sedikit orang – orang di sekitar kita yang menilai hanya dari tampilan luar dan rupa saja, tapi percayalah masih banyak orang yang mampu menilai kita lebih dari selapis kulit wajah. Buka mata hati anda, anda tidak hanya memiliki wajah untuk anda tunjukkan pada dunia, anda memiliki lebih dari itu bahkan anda memiliki banyak hal yang bisa anda kembangkan untuk menjadi manusia yang menarik.
Cantik itu penting, tapi menjadi pribadi yang menarik itu jauh lebih penting. Saya yakin setiap manusia itu punya sisi menarik masing-masing. Berikan raga terbaik dalam setiap sisi hidup kita; berpakaianlah yang baik, berucaplah yang baik, bersikaplah yang baik. Berikan hati terindah untuk orang-orang di sekitar kita dan berikan jiwa terdamai untuk kehidupan ini. Tak ada takdir yang salah, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Syukuri apa yang ada, anda adalah hadiah terindah untuk kehidupan anda. Meski Tuhan memberikan saya wajah yang tak rupawan, namun Tuhan memberikan banyak kelebihan dan hadiah pada saya. Saya pun yakin, Tuhan bertindak yang sama pada anda.
Sampai bertemu di catatan selanjutnya, semoga memberi inspirasi. Mohon do’anya semoga saya sampai pada apa yang diimpikan oleh setiap perempuan; Menikah.
Leni Maryani
Pesan Seorang Leader
Halo Sahabat Inspirasi Perempuan
Senang sekali rasanya kita bisa berjumpa melalui catatan ini.
Oktober ini adalah bulan yang sangat luar biasa. Saya mendapatkan pengalaman training yang luar biasa, saya bertemu dengan orang yang luar biasa, saya mendapat masalah yang luar biasa, saya mendapat tantangan yang luar biasa dan saya mendapat kejutan yang luar biasa.
Semuanya… serba luar biasa.
Bulan ini saya mengikuti training di Bogor, disana saya bertemu dengan salah satu pejabat tinggi di perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Saya sangat antusias sekali ketika saya tahu beliau akan memberikan materi di sesi opening training. Sesi itu pun tidak saya lewatkan dengan pikiran kosong, sedari awal kelas di mulai, saya sudah mempersiapkan sebuah pertanyaan untuk beliau.
“Pak, setiap orang pasti memiliki cerita masing-masing menuju sukses. Ketika Bapak berusia 21-35 tahun, apa yang Bapak lakukan sampai Bapak sukses seperti sekarang?”
Inilah pertanyaan saya untuk beliau. Pertanyaan saya cukup membuat beliau berpikir selama 5 detik. Beliau memulai jawabannya dengan sebuah pesan…
“ Masa depan hanya diwariskan kepada pembelajar “
Great !!! Jawaban pembuka yang sangat mengesankan. Beliau meneruskan jawabannya dengan cerita singkat perjalanan hidupnya. Ada 1 pesan yang cukup membuat saya menemukan kunci suksesnya. Dia mengemukakan bahwa dalam sebulan dia harus menghabiskan 3 judul buku untuk di bacanya, “semakin tinggi jabatan saya, semakin banyak pula wawasan yang harus saya miliki” demikian ucapnya. Di akhir sesi saya sempat berjabat tangan dengannya sembari mengucapkan terimakasih kepada beliau.
“ Masa depan hanya di wariskan kepada Pembelajar “
Kata-kata ini pun pernah di pesankan oleh Leader saya di Bandung “ Apapun posisi kamu sekarang, ambil pelajarannya “. Alhamdulillah… terimakasih Tuhan telah mempertemukan saya dengan orang yang luar biasa di sini.
Bulan ini pun saya mengikuti training menjadi Pribadi yang Proaktif, ini kedua kalinya saya mengikuti training tersebut. Di kali kedua inilah saya baru tersadar bahwa jika saya mampu menjadi manusia yang proaktif, saya bisa memilih masa depan seperti apa yang ingin saya raih. Bertolak dari pelatihan itulah, saya mencoba beripikir mendalam, mencoba mengenali diri saya sendiri. Saya mencoba menjawab sebuah pertanyaan “ Apa yang saya inginkan? “
Dalam proses saya berpikir, saya membaca pidato Steve Jods. Dalam pidatonya dia mengatakan “Pekerjaan akan menghabiskan sebagian besar hidup anda dan kepuasan sejati hanya dapat di raih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat dan anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang anda sukai”. Pidato beliau menyadarkan saya tentang suatu hal yang sangat penting bagi saya saat ini. Pidato beliau membantu saya menemukan atas pertanyaan saya di atas. Saya akan menjadi hebat bila saya mengerjakan hal yang saya sukai. 1 pekan saya memikirkan pekerjaan apa yang benar-benar saya inginkan dan di hari inilah saya menemukan jawabannya. Ketika saya sudah tahu apa yang saya inginkan, perjalanan tidak berhenti sampai di situ. Ada pernyaan kedua: “Apa yang harus saya lakukan untuk meraih yang saya inginkan?”
Untuk menjawab pertanyaan kedua ini, saya tidak perlu waktu lama, hanya setengah hari saja saya benar-benar memikirkan cara untuk meraih yang saya inginkan. Sungguh… ini sangat luar biasa. Seperti bermain petak umpet dengan diri sendiri. Ada sebuah kesenangan tersendiri ketika saya sudah mengetahui apa yang saya inginkan dalam hidup ini dan apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkannya. Saya membuat langkah-langkahnya per tahun dan per lima tahun. Setidaknya sampai 5 tahun ke depan saya sudah tahu apa yang harus saya raih setiap tahunnya.
Di bulan ini juga, saya di hadapkan pada sebuah masalah yang sangat mempermainkan ego saya. Tapi saya menyadari, Tuhan ingin mengajarkan saya untuk belajar tetap tenang dalam keadaan panic. Saya belajar untuk memilih bersikap positif dengan menghadapi masalahnya dan menyelesaikan. Saya yakin, saya bisa melewati ini dnegan baik.
Di bulan ini pula saya tersadar bahwa Tuhan begitu baik pada saya. Tuhan benar-benar memberikan yang kita butuhkan, meski terkadang bukan yang kita inginkan. Dan untuk kejutan yang satu ini, untungnya adalah yang saya inginkan dan yang saya butuhkan. Saya sangat bersyukur Tuhan telah memberikan sahabat seperjalanan yang ternyata punya cara yang sama dengan saya dalam memandang arti sebuah cita-cita dalam hidup.
Sahabat, dari sekian buku yang saya baca dan dari sekian orang sukses yang saya temui. Mereka semua punya satu pesan yang sama: Jika kita ingin menjadi sukses, kerjakan apa yang kita sukai. Saya percaya dengan pesan ini. Meski saya belum menjalankan pesan ini 100 %, namun saya sangat bersemangat untuk menjadikannya 1000 %. Saya ingin berbagi semangat saya dengan anda melalui catatan ini.
Waktu kita terbatas, maka dapatkanlah apa yang kita inginkan dalam hidup dan lakukanlah apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkannya.
Terimakasih telah membaca catatan saya, semoga memberi inpirasi.
Sampai jumpa,
Leni Maryani
Berlayar
Halo Sahabat Inspirasi Perempuan,
Apa kabar? Semoga semua harapan yang anda buat dalam hidup ini masih selalu anda dalam genggaman anda. Jangan pernah lepaskan harapan yang pernah anda ukir, jika harapan itu belum menjadi nyata… bersabarlah, barangkali bukan sekarang saatnya. Yakinlah… Tuhan akan selalu mengabulkan harapan-harapan baik yang pernah kita buat.
Sahabat, bukan laut namanya jika tak berombak dan bergelombang. Bukan hidup namanya jika tak ada ujian didalamnya. Dalam hidup, semakin kita dewasa ujian akan semakin besar pula. Ketika kita kecil, mungkin masalah terbesar kita adalah bagaimana kita bisa mengendarai sepeda atau bagaimana kita tak menangis menghadapi jarum suntik dokter. Ketika kita remaja, masalah terbesar kita adalah bagaimana kita menemukan “apa yang kita inginkan” dalam hidup ini. Namun, ketika kita dewasa tantangan kita bertambah besar karena kita dihadapkan pada bagaimana kita menghadapi hidup.
Apa jadinya jika seorang pelaut yang hendak berlayar menuju suatu pulau impiannya hanya bermodalkan pelampung saja? Mungkin dia akan tetap hidup dan sampai ke pulau impiannya, tapi sudah dapat dipastikan, dia mengarungi laut hanya dengan mengikuti arus laut dan entah berapa lama ia akan sampai kesana, itu semua tergantung kebaikan sang arus untuk mengantarnya ke tepian pulau impian. Beruntung jika sang arus mengantarnya ke pulau impian, bagaiman jika sang arus malah mengantarnya ke pusaran air?. Maka, yang diperlukan oleh seorang pelaut ketika hendak berlayar adalah sebuah kapal, tak penting kapal itu adalah kapal mewah bak Titanic atau hanya kapal sederhana yang biasa dipakai nelayan menjaring ikan di laut.
Ujian sebuah kapal yang berlayar di laut adalah dia harus tetap melaju sampai tujuan dimana dia harus melaju bersamaan dengan terpaan gelombang dan angin laut yang tak pernah tenang, dia harus tetap berlayar kokoh ketika tiba-tiba terjadi badai di laut, belum lagi apabila ada bajak laut jahat yang mengancam keselamatan isi kapal. Tak mudah untuk berlayar di laut karena semakin ke tengah samudera, ancaman dan tantangan akan semakin besar. Kapal adalah modal utama untuk berlayar, namun kesuksesan dalam berlayar bukan terletak pada kapalnya, tapi pada awak kapalnya. Semewah apapun sebuah kapal, jika awak kapalnya tidak pandai dan bijaksana, kapal itu akan tetap karam juga, seperti karamnya kapal Titanic.
Pun dalam hidup ini, yang terpenting dalam hidup ini adalah bukan pada seberapa banyak harta dan seberapa keren pekerjaan kita, tapi terletak pada diri kita sendiri. Harta dan pekerjaan itu bagai kapal dalam hidup ini, itu semua hanya alat bagi kita untuk mencapai tujuan hidup. Dalam hidup ini, laki-laki adalah nahkoda kapal yang akan mengemudikan kapal sampai tujuan dan perempuan adalah teman perjalanan yang akan mendampingi sang nahkoda. Nahkoda bertugas mengatur berlayarnya kapal dan pendampingnya bertugas mengurus semua operasional kapal. Ada saatnya dimana nahkoda salah arah, salah strategi atau bahkan kelelahan dalam berlayar. Disitulah peran lain seorang pendamping, ia harus tetap mengingatkan jika nahkoda salah arah atau strategi dan memberi dorongan ketika nahkoda kelelahan. Dibalik kesuksesan laki-laki, ada perempuan bijaksana disampingnya. Pun di balik kehancuran laki-laki, ada perempuan berakhlak buruk disampingnya.
Jika kita belum memiliki kapal itu sendiri. Segeralah bekerja. Bekerja itu mendatangkan banyak kebaikan. Seorang penganggur menjalani hidup itu bagai seorang pelaut yang akan berlayar tapi hanya bermodalkan pelampung saja. Beruntung jika arus kehidupan berbaik hati, jika tidak itu akan merugikan diri kita sendiri. Maka… bekerjalah. Bekerja tidak bermakna kita harus berstatus karyawan di sebuah perusahaan, tapi bekerja memiliki makna bagaimana kita berusaha untuk mencari rejeki yang Tuhan berikan untuk kita. Namun, jika kita telah memiliki kapal dan teman perjalanan untuk berlayar, namun entah kapan akan berlayar. Mari… buatlah rencana kapan kita akan berlayar. Kita takut perjalanan kita di laut terganggu oleh gelombang laut, lalu kita menunda berlayar sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sahabat, jangan tunggu laut tenang tanpa gelombang untuk berlayar, karena jika anda menunggunya… anda tak akan pernah berlayar karena laut terlahir penuh gelombang. Pun dalam hidup, jangan takut hidup yang penuh masalah dan ujian karena dunia adalah tempatnya manusia di uji oleh Tuhannya. Sebuah keinginan tapi tidak memiliki target waktu, itu namanya bukan rencana, tapi angan-angan karena yang namanya rencana itu selalu memiliki keterangan yang jelas. Maka, mari rencanakan kapan kita akan membentangkan layar kapal kita dan melaju ke tengah Samudera, jangan biarkan keinginan kita menjadi angan-angan belaka.
Terimakasih telah membaca catatan saya, sampai bertemu di catatan selanjutnya ^_^
Leni Maryani
Jalanilah hidup ini dengan sepenuh hati, hadapi masalahnya, jangan pernah lari dan aku akan menemanimu mengahadapinya. Jika kelak perjalanan ini terasa tak nyaman, tetaplah berkata
“Kita hadapi ini bersama, sayang”
Minggu, 17 April 2011
Andai semua bisa selesai hanya dengan menangis...
Halo Sahabat Inspirasi Perempuan,
Apa kabar? Semoga kita semua selalu diberikan sebuah keyakinan oleh Tuhan bahwa hidup ini indah untuk kita jalani setiap waktunya.
Sahabat, dalam hidup… tentu banyak sekali masalah yang harus kita hadapi, dan tentu dalam hidup pun… begitu banyak tawa dan sedih yang menemani kita. Sadarilah, bahwa kesenangan dan kesedihan adalah teman perjalanan hidup kita, maka janganlah takut jika mereka akan datang bergantian menemani kita mewarnai hidup.
Sahabat, pernah terpikirkan oleh saya… andaikan semua masalah kita di dunia ini dapat selesai hanya dengan menangis, ahhh… betapa mudahnya hidup ini. Mungkin bagi sebagian orang, menangis itu sangat mudah, terlebih kaum Hawa. Namun tidak sedikit yang beranggapan menangis itu sulit bagi mereka, mungkin seperti pada Kaum Adam umumnya.
Ya, andaikan semua masalah di dunia ini dapat selesai dengan menangis, sungguh… betapa mudahnya hidup ini. Sayangnya, air mata tak menyesaikan apapun. Boleh saja kita menangis, tapi… kita tak boleh berhenti sampai di titik itu. Menangislah jika di rasa menangis itu dapat membuat jiwa kita menjadi lebih nyaman & kuat. Bagi perempuan, menangis adalah salah satu media untuk menguatkan jiwa ketika perempuan sedang di halau cobaan hidup. Perhatikanlah… banyak perempuan di sekitar kita yang menangisi kehidupan mereka, namun perhatikan lebih dekat… di balik tangisan cengeng itu, ada kekuatan jiwa yang luar biasa.
Belajarlah dari setiap harimu, maka kau akan tau apa yang harus kau pahami dalam hidup ini. Ini adalah motto yang sedang saya tanamkan dalam kehidupan saya saat-saat ini. Terkadang saya merasa hidup ini begitu tak adil, kenapa Tuhan memberikan umur pendek pada mereka yang memiliki cita-cita besar dalam hidupnya, kenapa Tuhan malah memberi panjang umur kepada mereka yang ingin mati muda. Namun di sisi lain saya masih sangat yakin bahwa Tuhan itu maha adil. Keyakinan inilah yang membuat saya berpikir, mungkin ada sesuatu yang belum saya pahami tentang hidup ini sehingga saya memiliki pemikiran naïf seperti itu. Oleh karena itu, saya sedang berusaha untuk selalu belajar dari setiap hari saya. Mungkin dengan niat belajar ini, Tuhan mau membuka hati & jiwa saya tentang kehidupan ini.
Sahabat, seberapa kecil sebuah permasalahan hidup, masalah tetaplah masalah dan itu harus kita hadapi dan selesaikan. Boleh saja kita menangis, tapi masalah tak akan selesai hanya dengan menangis. So… just face it !!! Jika ada diantara anda yang memiliki pikiran kacau seperti yang sedang saya alami, saya pikir ada baiknya kita melihat segalanya lebih dekat, seperti yang di katakan Mira Lesmana dalam lirik lagu OST Petualangan Sherina “Lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti”.
Terimakasih telah membaca tulisan saya... sampai bertemu di catatan selanjutnya ^^v
Leni Maryani
Minggu, 31 Oktober 2010
Jamu, sebuah pencarian rasa
Kalimat ini saya dengar pertama kali dari kawan saya, Cevi Afrian & M. Fanny Maulid. Kala itu kami tergabung dalam Dewan Pengurus XXVIII Himbio Unpad. Jika tak salah mengingat, kalimat ini lahir dari nasehat Kang Sigit ’01 & Teh Simbar ’01.
Jamu itu rasanya pahit, tapi baik untuk kesehatan kita. Kadang hidup ini pun pahit sekali rasanya, tapi terkadang itulah yang terbaik untuk kita.
Sahabat, pernahkah anda merasa bahwa terkadang hidup ini begitu pahit? Mungkin ada diantara anda yang berpikir “perihal manis atau pahit, semuanya tergantung dari cara kita memandang”. Saya sepakat dengan anda, tapi saya hanyalah manusia biasa yang tak bisa membohongi hati perihal rasa. Lidah ini tak bisa berbohong tentang rasa, rasa kopi tetaplah pahit dan rasa gula tetaplah manis. Begitu pun hati ini, rasa sakit tetaplah pahit dan rasa senang tetaplah manis. Perihal rasa, kita tak akan pernah bisa berbohong. Biarlah pahit tetap menjadi pahit, namun kita masih bisa membuat pahit ini baik untuk kita. Ya, seperti jamu. Di manapun, rasa jamu tetaplah pahit, namun bukankah kita bisa menjadi sehat dengannya.
Dalam 1 bulan ini, entah kenapa, saya sering sekali di pertemukan dengan orang-orang jahat yang memanfaatkan kepolosan orang lain. Seseorang yang memiliki kemampuan untuk menghipnotis, menggunakan skill nya untuk mencuri dan menipu. Ahhh mereka itu orang-orang munafik yang berwajah & bersikap baik, tapi di belakang mereka ‘membunuh’. Pahit sekali rasanya ketika menjadi korban dari kemunafikan mereka. Pahit memang, tapi setidaknya saya menjadi tahu bahwa kita patut berhati-hati dengan orang yang ‘sok kenal sok deket’ pada kita. Alhamdulillah Tuhan masih melindungi saya dan semoga Dia selalu melindungi kita dari orang-orang seperti mereka.
Maaf jika saya kaitkan topik kali ini dengan cinta (request dari kawan saya, Yulia Aluie). Ya, begitu pun dengan cinta, terkadang cinta itu pahit, tapi mungkin saja itu baik untuk kita. Ahhh untuk kalimat ini saya tidak mengatakannya dengan sepenuh hati karena saya merasa belum bisa menjalankan yang satu ini dengan baik. Hehehe ^^v 1,3 tahun lalu saya pernah merasakan pahitnya cinta, hmmm jujur saja rasa pahit itu memang memberi banyak perubahan pada saya. Namun, sungguh rasa pahit itu membuat saya mati rasa. Sehingga, entahlah… apakah perubahan yang terjadi sebanding dengan mati rasa yang saya alami atau tidak. Ini menjadi PR besar saya di tahun 2010 dan tampaknya akan kembali menjadi PR besar yang harus saya bereskan di tahun 2011. Nah… jadi untuk para fans saya (hahaha *narsis*), jika kalian penasaran kenapa saya tetap single, inilah salah satu jawabannya. Saya belum menemukan seseorang yang bisa ‘menyentuh’ hati saya. Jadi, tolong jangan berikan lagi pertanyaan “kok belum punya kekasih, padahal cantik, padahal sudah 24 tahun, padahal banyak yang suka, padahal inilah, padahal itulah… ?”. Bukan karena saya sangat selektif atau sangat pemilih. Bukan. Tapi, karena memang saya belum menemukan sosok yang mampu membuat ‘rasa’ itu kembali hadir. Saya tidak diam di tempat, saya sedang dalam perjalanan mencari rasa yang hilang itu. Sebuah rasa yang mampu membuat saya berkata “saya ingin hidup denganmu selamanya”. Sebuah rasa yang mampu membuat saya melihatnya berbeda dengan laki-laki lain. Sebuah rasa yang mampu membuat saya berkata “saya mencintaimu”. Saya sedang mencari rasa itu dan saya yakin akan menemukannya.
Terlepas dari itu, jika ada diantara anda yang pernah merasakan pahitnya cinta. Meskipun saya tak mengucapkannya dengan sepenuh hati bahwa pahitnya cinta akan baik untuk kita. Saya masih menyimpan keyakinan bahwa pahitnya cinta akan memberi kebaikan untuk kita. Kenapa? Karena cinta adalah bagian dari kehidupan ini. Mungkin kita harus bertemu dengan orang jahat, sebelum bertemu dengan orang baik. Mungkin kita harus bertemu dengan cinta yang salah, sebelum bertemu dengan cinta yang tepat. Mungkin kita harus merasakan pahit dulu sebelum merasakan manis. Sebesar apapun keraguan saya pada konsep ini, saya masih sangat percaya bahwa tak ada yang tak berguna di dunia ini. Saya masih sangat percaya bahwa pahitnya hidup & cinta itu memberi kebaikan untuk kita karena pada saat itulah jiwa kita dibentuk untuk menjadi lebih baik. So, jamu itu memang pahit, tapi baik untuk kesehatan kita. ^^v
Terimakasih telah membaca tulisan saya, sampai bertemu di catatan selanjutnya.
Leni Maryani