Halo Sahabat Inspirasi Perempuan,
Apa kabar? Semoga semua harapan yang anda buat dalam hidup ini masih selalu anda dalam genggaman anda. Jangan pernah lepaskan harapan yang pernah anda ukir, jika harapan itu belum menjadi nyata… bersabarlah, barangkali bukan sekarang saatnya. Yakinlah… Tuhan akan selalu mengabulkan harapan-harapan baik yang pernah kita buat.
Sahabat, bukan laut namanya jika tak berombak dan bergelombang. Bukan hidup namanya jika tak ada ujian didalamnya. Dalam hidup, semakin kita dewasa ujian akan semakin besar pula. Ketika kita kecil, mungkin masalah terbesar kita adalah bagaimana kita bisa mengendarai sepeda atau bagaimana kita tak menangis menghadapi jarum suntik dokter. Ketika kita remaja, masalah terbesar kita adalah bagaimana kita menemukan “apa yang kita inginkan” dalam hidup ini. Namun, ketika kita dewasa tantangan kita bertambah besar karena kita dihadapkan pada bagaimana kita menghadapi hidup.
Apa jadinya jika seorang pelaut yang hendak berlayar menuju suatu pulau impiannya hanya bermodalkan pelampung saja? Mungkin dia akan tetap hidup dan sampai ke pulau impiannya, tapi sudah dapat dipastikan, dia mengarungi laut hanya dengan mengikuti arus laut dan entah berapa lama ia akan sampai kesana, itu semua tergantung kebaikan sang arus untuk mengantarnya ke tepian pulau impian. Beruntung jika sang arus mengantarnya ke pulau impian, bagaiman jika sang arus malah mengantarnya ke pusaran air?. Maka, yang diperlukan oleh seorang pelaut ketika hendak berlayar adalah sebuah kapal, tak penting kapal itu adalah kapal mewah bak Titanic atau hanya kapal sederhana yang biasa dipakai nelayan menjaring ikan di laut.
Ujian sebuah kapal yang berlayar di laut adalah dia harus tetap melaju sampai tujuan dimana dia harus melaju bersamaan dengan terpaan gelombang dan angin laut yang tak pernah tenang, dia harus tetap berlayar kokoh ketika tiba-tiba terjadi badai di laut, belum lagi apabila ada bajak laut jahat yang mengancam keselamatan isi kapal. Tak mudah untuk berlayar di laut karena semakin ke tengah samudera, ancaman dan tantangan akan semakin besar. Kapal adalah modal utama untuk berlayar, namun kesuksesan dalam berlayar bukan terletak pada kapalnya, tapi pada awak kapalnya. Semewah apapun sebuah kapal, jika awak kapalnya tidak pandai dan bijaksana, kapal itu akan tetap karam juga, seperti karamnya kapal Titanic.
Pun dalam hidup ini, yang terpenting dalam hidup ini adalah bukan pada seberapa banyak harta dan seberapa keren pekerjaan kita, tapi terletak pada diri kita sendiri. Harta dan pekerjaan itu bagai kapal dalam hidup ini, itu semua hanya alat bagi kita untuk mencapai tujuan hidup. Dalam hidup ini, laki-laki adalah nahkoda kapal yang akan mengemudikan kapal sampai tujuan dan perempuan adalah teman perjalanan yang akan mendampingi sang nahkoda. Nahkoda bertugas mengatur berlayarnya kapal dan pendampingnya bertugas mengurus semua operasional kapal. Ada saatnya dimana nahkoda salah arah, salah strategi atau bahkan kelelahan dalam berlayar. Disitulah peran lain seorang pendamping, ia harus tetap mengingatkan jika nahkoda salah arah atau strategi dan memberi dorongan ketika nahkoda kelelahan. Dibalik kesuksesan laki-laki, ada perempuan bijaksana disampingnya. Pun di balik kehancuran laki-laki, ada perempuan berakhlak buruk disampingnya.
Jika kita belum memiliki kapal itu sendiri. Segeralah bekerja. Bekerja itu mendatangkan banyak kebaikan. Seorang penganggur menjalani hidup itu bagai seorang pelaut yang akan berlayar tapi hanya bermodalkan pelampung saja. Beruntung jika arus kehidupan berbaik hati, jika tidak itu akan merugikan diri kita sendiri. Maka… bekerjalah. Bekerja tidak bermakna kita harus berstatus karyawan di sebuah perusahaan, tapi bekerja memiliki makna bagaimana kita berusaha untuk mencari rejeki yang Tuhan berikan untuk kita. Namun, jika kita telah memiliki kapal dan teman perjalanan untuk berlayar, namun entah kapan akan berlayar. Mari… buatlah rencana kapan kita akan berlayar. Kita takut perjalanan kita di laut terganggu oleh gelombang laut, lalu kita menunda berlayar sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sahabat, jangan tunggu laut tenang tanpa gelombang untuk berlayar, karena jika anda menunggunya… anda tak akan pernah berlayar karena laut terlahir penuh gelombang. Pun dalam hidup, jangan takut hidup yang penuh masalah dan ujian karena dunia adalah tempatnya manusia di uji oleh Tuhannya. Sebuah keinginan tapi tidak memiliki target waktu, itu namanya bukan rencana, tapi angan-angan karena yang namanya rencana itu selalu memiliki keterangan yang jelas. Maka, mari rencanakan kapan kita akan membentangkan layar kapal kita dan melaju ke tengah Samudera, jangan biarkan keinginan kita menjadi angan-angan belaka.
Terimakasih telah membaca catatan saya, sampai bertemu di catatan selanjutnya ^_^
Leni Maryani
Jalanilah hidup ini dengan sepenuh hati, hadapi masalahnya, jangan pernah lari dan aku akan menemanimu mengahadapinya. Jika kelak perjalanan ini terasa tak nyaman, tetaplah berkata
“Kita hadapi ini bersama, sayang”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar