Halo Sahabat Inspirasi Perempuan
Senang sekali rasanya kita bisa berjumpa melalui catatan ini.
Oktober ini adalah bulan yang sangat luar biasa. Saya mendapatkan pengalaman training yang luar biasa, saya bertemu dengan orang yang luar biasa, saya mendapat masalah yang luar biasa, saya mendapat tantangan yang luar biasa dan saya mendapat kejutan yang luar biasa.
Semuanya… serba luar biasa.
Bulan ini saya mengikuti training di Bogor, disana saya bertemu dengan salah satu pejabat tinggi di perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Saya sangat antusias sekali ketika saya tahu beliau akan memberikan materi di sesi opening training. Sesi itu pun tidak saya lewatkan dengan pikiran kosong, sedari awal kelas di mulai, saya sudah mempersiapkan sebuah pertanyaan untuk beliau.
“Pak, setiap orang pasti memiliki cerita masing-masing menuju sukses. Ketika Bapak berusia 21-35 tahun, apa yang Bapak lakukan sampai Bapak sukses seperti sekarang?”
Inilah pertanyaan saya untuk beliau. Pertanyaan saya cukup membuat beliau berpikir selama 5 detik. Beliau memulai jawabannya dengan sebuah pesan…
“ Masa depan hanya diwariskan kepada pembelajar “
Great !!! Jawaban pembuka yang sangat mengesankan. Beliau meneruskan jawabannya dengan cerita singkat perjalanan hidupnya. Ada 1 pesan yang cukup membuat saya menemukan kunci suksesnya. Dia mengemukakan bahwa dalam sebulan dia harus menghabiskan 3 judul buku untuk di bacanya, “semakin tinggi jabatan saya, semakin banyak pula wawasan yang harus saya miliki” demikian ucapnya. Di akhir sesi saya sempat berjabat tangan dengannya sembari mengucapkan terimakasih kepada beliau.
“ Masa depan hanya di wariskan kepada Pembelajar “
Kata-kata ini pun pernah di pesankan oleh Leader saya di Bandung “ Apapun posisi kamu sekarang, ambil pelajarannya “. Alhamdulillah… terimakasih Tuhan telah mempertemukan saya dengan orang yang luar biasa di sini.
Bulan ini pun saya mengikuti training menjadi Pribadi yang Proaktif, ini kedua kalinya saya mengikuti training tersebut. Di kali kedua inilah saya baru tersadar bahwa jika saya mampu menjadi manusia yang proaktif, saya bisa memilih masa depan seperti apa yang ingin saya raih. Bertolak dari pelatihan itulah, saya mencoba beripikir mendalam, mencoba mengenali diri saya sendiri. Saya mencoba menjawab sebuah pertanyaan “ Apa yang saya inginkan? “
Dalam proses saya berpikir, saya membaca pidato Steve Jods. Dalam pidatonya dia mengatakan “Pekerjaan akan menghabiskan sebagian besar hidup anda dan kepuasan sejati hanya dapat di raih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat dan anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang anda sukai”. Pidato beliau menyadarkan saya tentang suatu hal yang sangat penting bagi saya saat ini. Pidato beliau membantu saya menemukan atas pertanyaan saya di atas. Saya akan menjadi hebat bila saya mengerjakan hal yang saya sukai. 1 pekan saya memikirkan pekerjaan apa yang benar-benar saya inginkan dan di hari inilah saya menemukan jawabannya. Ketika saya sudah tahu apa yang saya inginkan, perjalanan tidak berhenti sampai di situ. Ada pernyaan kedua: “Apa yang harus saya lakukan untuk meraih yang saya inginkan?”
Untuk menjawab pertanyaan kedua ini, saya tidak perlu waktu lama, hanya setengah hari saja saya benar-benar memikirkan cara untuk meraih yang saya inginkan. Sungguh… ini sangat luar biasa. Seperti bermain petak umpet dengan diri sendiri. Ada sebuah kesenangan tersendiri ketika saya sudah mengetahui apa yang saya inginkan dalam hidup ini dan apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkannya. Saya membuat langkah-langkahnya per tahun dan per lima tahun. Setidaknya sampai 5 tahun ke depan saya sudah tahu apa yang harus saya raih setiap tahunnya.
Di bulan ini juga, saya di hadapkan pada sebuah masalah yang sangat mempermainkan ego saya. Tapi saya menyadari, Tuhan ingin mengajarkan saya untuk belajar tetap tenang dalam keadaan panic. Saya belajar untuk memilih bersikap positif dengan menghadapi masalahnya dan menyelesaikan. Saya yakin, saya bisa melewati ini dnegan baik.
Di bulan ini pula saya tersadar bahwa Tuhan begitu baik pada saya. Tuhan benar-benar memberikan yang kita butuhkan, meski terkadang bukan yang kita inginkan. Dan untuk kejutan yang satu ini, untungnya adalah yang saya inginkan dan yang saya butuhkan. Saya sangat bersyukur Tuhan telah memberikan sahabat seperjalanan yang ternyata punya cara yang sama dengan saya dalam memandang arti sebuah cita-cita dalam hidup.
Sahabat, dari sekian buku yang saya baca dan dari sekian orang sukses yang saya temui. Mereka semua punya satu pesan yang sama: Jika kita ingin menjadi sukses, kerjakan apa yang kita sukai. Saya percaya dengan pesan ini. Meski saya belum menjalankan pesan ini 100 %, namun saya sangat bersemangat untuk menjadikannya 1000 %. Saya ingin berbagi semangat saya dengan anda melalui catatan ini.
Waktu kita terbatas, maka dapatkanlah apa yang kita inginkan dalam hidup dan lakukanlah apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkannya.
Terimakasih telah membaca catatan saya, semoga memberi inpirasi.
Sampai jumpa,
Leni Maryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar